Sukses

Tips Bicara tentang Pubertas pada Anak Berkebutuhan Khusus

Bicara soal pubertas pada anak berkebutuhan khusus tidaklah mudah. Ini tips yang bisa Anda terapkan sebagai solusinya.

Klikdokter.com, Jakarta Laiknya orang lain pada umumnya, anak berkebutuhan khusus ―seperti autisme― juga akan mengalami pubertas. Sayangnya, berbicara tentang pubertas pada anak yang demikian bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan cara-cara khusus agar apa yang disampaikan bisa diterima dengan sebaik-baiknya.

Menurut dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, pubertas pada anak autisme sebenarnya sama dengan orang pada umumnya, yaitu ditandai dengan adanya perubahan fisik, hormon, dan juga psikologis.

“Mereka mulai tertarik dengan lawan jenis dan juga ada perubahan mood khas anak-anak remaja. Namun, pada beberapa anak autisme yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, perubahan mood akan terjadi lebih dahsyat,” jelas dr. Adeline.

Atas dasar itu, membicarakan pubertas pada anak berkebutuhan khusus perlu cara yang tidak biasa. Beberapa cara yang dimaksud, yaitu:

  1. Mulai dari sekarang

Dilansir dari Verywell Family, jangan menunggu obrolan pubertas sampai anak Anda telanjur berada dalam pergolakan hormon remaja dan perubahan tubuh. Sebab, anak berkebutuhan khusus membutuhkan lebih banyak informasi. Jangan sampai teman-temannya menjadi sumber utama dari informasi tersebut.

Salah satu cara untuk membuka percakapan terkait pubertas dengan anak berkebutuhan khusus adalah dengan bertanya tentang apa yang sudah diketahui olehnya, sehingga Anda tidak perlu melakukannya dari awal. Barulah, dari apa yang sudah diketahui dan dirasakan oleh anak, Anda kembangkan kembali. Jangan lupa untuk mengatakan kepadanya anak bahwa dia tak perlu malu akan hal tersebut.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Perjelas penjelasan Anda

Setelah dirinya berani mengatakan apa yang sedang dirasakan, barulah lebarkan penjelasan Anda. Misalnya, akhir-akhir ini dia merasakan dada kanan dan kirinya sakit saat beraktivitas. Maka, Anda bisa menjelaskan bahwa itu berkaitan dengan pertumbuhan payudaranya. Sudah waktunya ia menggunakan mini set (bra kecil) ketimbang kaus dalam. Sebab, kaus dalam tidak bisa menopang volume dada dan justru akan membuatnya semakin sakit.

Tak cuma itu, Anda juga bisa menjelaskan bahwa beberapa waktu ke depan mungkin ia akan mengalami haid. Darah yang berasal dari vaginanya bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, dan itu bisa diatasi dengan pemakaian pembalut.

Meski tahapan pubertasnya belum sampai ke situ, setidaknya dia sudah mendengarnya sendiri dari Anda, dan bukan teman-teman “iseng”-nya. Ingat, hindari menggunakan nama-nama aneh untuk mewakili sesuatu. Usahakan untuk selalu menggunakan nama yang wajar atau terminologi ilmiah untuk menyebutkan bagian tubuh tertentu.

  1. Jelaskan bahwa pubertas adalah hal yang normal

Perubahan mood dan respons anak berkebutuhan khusus (autis) terhadap pubertas memang lebih “ekstra”. Oleh sebab itu, sudah menjadi tugas Anda sebagai orang tua untuk lebih mengontrol situasi dan menjelaskan bahwa itu semua merupakan perubahan normal yang pasti akan terjadi saat mereka beranjak remaja.

Jelaskan juga bahwa tiap orang mengalami perubahan fisik yang berbeda. Untuk meningkatkan kepercayaan dirinya, Anda juga bisa mengajak anak untuk bermain dengan teman-teman berkebutuhan khusus lain yang juga sudah mengalami pubertas. Dengan begitu, ia tidak akan terlalu merasa asing dengan segala perubahan pada tubuhnya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Tekankan bahwa Anda selalu ada untuk membantu

Anak berkebutuhan khusus mungkin tidak akan langsung memberi respons saat Anda menjelaskan mengenai pubertas. Hal yang paling penting, di akhir percakapan, tegaskan bahwa Anda akan selalu ada bila ia membutuhkan atau ingin mengajukan pertanyaan terkait pubertas.

Kuncinya adalah, selalu jaga kepercayaan dan komunikasi antara Anda dan anak. Dengan begitu, ia tidak akan langsung histeris saat sesuatu terjadi, atau merasa sungkan untuk berbagi pengalaman dengan Anda sebagai orang tuanya.

  1. Katakan “tidak” pada mereka yang sembarangan menyentuh

Anak-anak berkebutuhan khusus sering dipandang sebagai “sasaran empuk” oleh pelaku pelecehan seksual. Maka, penting bagi Anda untuk mengajarkan bahwa ada beberapa bagian tubuh yang tidak boleh disentuh atau ditunjukkan kepada orang selain dirinya sendiri. Untuk memudahkan, buatlah pula daftar orang dewasa yang bisa dipercaya untuk membantu anak kala mereka disentuh orang asing atau merasa tidak nyaman.

Pubertas pada anak berkebutuhan khusus, dalam hal ini autisme, memang bisa menjadi suatu momen yang menantang bagi dirinya sendiri dan Anda sebagai orang tua. Namun, semuanya pasti akan berjalan tanpa hambatan yang berarti, khususnya bila penjelasan dan usaha disertai dengan rasa kasih sayang. Pahamilah dan yakinkan pada buah hati Anda bahwa pubertas merupakan fase normal yang berkesan, sehingga tak perlu dianggap sebagai hal yang menakutkan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar