Sukses

Pakai Minyak Goreng Bekas Bisa Picu Kanker Payudara?

Bukan cuma tak baik untuk kesehatan jantung, katanya pakai minyak goreng bekas juga bisa picu kanker payudara. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Menghilangkan kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng memang susah-susah gampang. Jika masih sulit, setidaknya Anda perlu memperhatikan kualitas minyak goreng yang digunakan. Pasalnya, penggunaan minyak goreng bekas yang sudah menghitam bisa berefek buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Salah satunya disinyalir dapat menyebabkan kanker payudara.

Anggapan bahwa minyak goreng bekas bisa memicu kanker payudara berasal dari penelitian yang dilakukan oleh University of Illinois di Urbana-Champaign. Hasil penelitian telah diterbitkan di jurnal Cancer Prevention Research pada bulan Maret 2019.

Minyak goreng yang dipakai berulang kali bersifat karsinogenik

Penelitian tersebut menggunakan tikus sebagai sampel penelitiannya. Beberapa tikus yang sudah disuntikkan sel kanker payudara 4T1 itu kemudian diberi makan minyak kedelai segar dan sebagian lagi diberikan minyak kedelai yang sudah dipanaskan berulang kali. Dua puluh hari kemudian, tikus-tikus yang memakan minyak jelantah itu memiliki tumor yang empat kali lebih besar ketimbang tikus yang mengonsumsi minyak segar.

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, sebelum dipanaskan untuk menggoreng, minyak itu sendiri sudah mengandung lemak tak jenuh dan lemak jenuh. Saat dipanaskan, komposisi lemak jenuh pada minyak tersebut akan makin banyak. Padahal, makin tinggi kadar lemak jenuh dari minyak goreng, makin besar pula kemungkinan Anda mengalami peningkatan kolesterol “jahat” (LDL) di dalam darah. Alhasil, risiko penyakit jantung dan masalah pembuluh darah pun akan melambung.

Tak cuma itu, dr. Valda Garcia dari KlikDokter juga mengatakan bahwa minyak goreng yang sudah berkali-kali dipakai hingga menghitam itu bersifat karsinogenik (memicu kanker).

“Iya, minyak goreng yang sudah terlalu lama dipakai itu sifatnya karsinogenik. Sehingga bila kebiasaan itu dilakukan selama bertahun-tahun bisa meningkatkan risiko segala penyakit kanker pada kemudian hari, tak cuma kanker payudara,” kata dr. Valda.

1 dari 2 halaman

Pilihan minyak yang lebih sehat

Untuk menjaga kesehatan, mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak jenis lain, seperti minyak kanola, minyak zaitun, ataupun minyak kedelai mungkin bisa dijadikan opsi. Namun, perlu diketahui bahwa tiap jenis minyak memiliki titik didih yang berbeda. Bila Anda memanaskannya sampai ke titik didih dan melakukannya berulang kali, maka lemak jenuhnya juga akan meningkat dan tetap bersifat karsinogenik.

Minyak kanola dan minyak kedelai memiliki titik didih yang sangat tinggi, sehingga pengeluaran lemak jenuhnya tidak akan sebanyak minyak kelapa sawit. Namun, kekurangannya adalah harganya yang kurang terjangkau.  

Sebenarnya, tak mengapa bila Anda tetap menggunakan minyak kelapa sawit untuk mengolah makanan Anda. Hal yang penting, Anda tidak menggunakannya hingga berkali-kali, apalagi jika warnanya sudah menghitam. dr. Valda menyarankan jika memungkinkan, gunakan minyak goreng tidak lebih dari sekali supaya kadar lemak jenuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak sampai bersifat karsinogenik.

Selain itu, apa yang Anda makan dan Anda olah menggunakan minyak goreng juga perlu diperhatikan. Sebab, kanker payudara berhubungan dengan pola makan tinggi lemak. Mulai sekarang, hindarilah menggunakan minyak goreng yang warnanya sudah menghitam dengan alasan berhemat. Tak mau, kan, niatan untuk menghemat anggaran rumah tangga berubah menjadi bocornya anggaran kesehatan jangka panjang?

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar