Sukses

Mimisan Saat Hamil, Berbahayakah?

Mimisan dapat terjadi pada siapa saja tanpa kenal waktu, tak terkecuali pada ibu hamil. Apa bahayanya jika terjadi mimisan saat hamil?

Klikdokter.com, Jakarta Mimisan atau dalam bahasa medis dikenal dengan epistaksis adalah kondisi dimana terjadi perdarahan yang keluar dari rongga hidung. Kondisi ini dapat dialami siapa saja dan pada kondisi apa saja, bahkan bisa juga terjadi kondisi mimisan saat hamil.

Seputar kondisi mimisan

Mimisan atau epistaksis sendiri terjadi karena berbagai faktor. Beberapa penyebab terseringnya antara lain karena trauma, adanya penyakit tertentu (kelainan pembuluh darah, DBD, hipertensi), penggunaan obat-obatan tertentu, serta tanda keganasan ataupun pengaruh lingkungan sekitar.

Secara garis besar, terdapat 2 jenis epistaksis yaitu epistaksis anterior dan epistaksis posterior. Epistaksis anterior merupakan jenis mimisan yang sering terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.

Perdarahan yang terjadi berasal dari pecahnya pembuluh darah anterior atau pembuluh darah bagian depan dari hidung. Sedangkan epistaksis posterior, pembuluh darah yang pecah melibatkan pembuluh darah bagian posterior atau belakang.

Epistaksis posterior ini lebih banyak terjadi pada orang-orang yang memiliki penyakit hipertensi maupun penyakit jantung lainnya. Dibandingkan dengan epistaksis anterior, biasanya perdarahan pada epistaksis posterior lebih banyak dan sulit untuk dihentikan. Lalu, bagaimana bila mimisan terjadi pada ibu hamil?

1 dari 2 halaman

Mimisan di masa kehamilan

Terjadinya mimisan selama kehamilan bukanlah hal yang tidak mungkin. Prevalensi terjadinya mimisan pada ibu hamil justru meningkat lebih dari 3 kali dibandingkan wanita yang tidak hamil. Kejadian ini sering terjadi pada trimester pertama, tetapi tak dimungkiri dapat terjadi pada trimester kedua maupun ketiga.

Mimisan dalam masa kehamilan ini dapat terjadi akibat adanya perubahan hormon saat kehamilan berlangsung. Sebab, meningkatnya hormon estrogen dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar mukosa hidung rentan untuk mengalami perdarahan.

Selain karena perubahan hormon, mimisan juga bisa terjadi karena seringnya berada di lingkungan atau ruangan yang bersuhu rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan keadaan mukosa hidung lebih kering dan rentan mengalami perdarahan.

Bila Anda kerap mengalami mimisan, ketahui cara yang tepat untuk mengatasinya. Setidaknya, bekali diri Anda dengan teknik pertolongan pertama mengatasi mimisan untuk berjaga-jaga.

Tips mengatasi mimisan

Apabila tiba-tiba Anda mengalami mimisan di rumah atau di tempat kerja, janganlah panik. Anda dapat melakukan beberapa langkah dibawah ini untuk membantu menghentikan perdarahan:

  1. Pilihlah posisi yang nyaman dengan duduk secara tegak dan tundukkan sedikit kepala. Jangan mengadahkan kepala ke belakang karena ini dapat membuat Anda tersedak darah yang mengalir ke tenggorokan.
  2. Tekan cuping hidung bagian atas yang mengarah pada batang hidung selama kurang lebih 10-15 menit. Kemudian, bernapaslah dengan menggunakan mulut.
  3. Jika ada darah di dalam mulut, jangan ditelan. Buang ke dalam baskom atau wastafel terdekat.
  4. Jika masih berdarah, coba ulangi menekan cuping hidung dan kompres hidung dengan air es.

Jika berbagai langkah di atas tidak dapat menghentikan perdarahan, segera minta bantuan ke fasilitas kesehatan terdekat. Sebab, bisa saja mimisan yang Anda alami diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah belakang, sehingga diperlukan tindakan khusus seperti pemasangan tampon posterior.

Untuk menghindari perdarahan berulang, cobalah untuk beristirahat terlebih dahulu. Berbaringlah dengan posisi miring untuk menghindari tersedak sewaktu- waktu. Selain itu, hindari mengorek hidung atau membuang ingus terlalu keras karena dapat memicu pecahnya kembali pembuluh darah.

Sejauh ini, masalah mimisan pada kehamilan tidak berbahaya dan tidak menimbulkan efek pada kesehatan janin dalam kandungan.

Tetapi, apabila hal ini berlangsung berulang dandisertai dengan gejala penyerta seperti demam, tangan dan kaki dingin, maupun jumlah perdarahan yang banyak, maka Anda harus lebih waspada.

Sebab, kondisi mimisan tersebut dapat menyebabkan hipotensi yang berujung pada syok, sehingga membahayakan bagi ibu dan janin yang dikandung. Jika terjadi demikian, segera bawa ibu hamil ke fasilitas terdekat untuk mendapatkan pertolongan yang sesuai dengan kondisinya.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar