Sukses

Ubah Kecemasan Jadi Energi Positif dengan Cara Ini

Kecemasan bisa terjadi pada siapa saja. Tapi, Anda bisa mengubahnya menjadi energi positif dan memetik manfaatnya.

Klikdokter.com, Jakarta Kecemasan tentu akan sangat mengganggu orang yang mengalaminya. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai hal yang kemudian membuat seseorang cenderung takut menghadapi sesuatu. Akan tetapi, rasa cemas tersebut ternyata bisa diubah menjadi energi positif jika mengetahui cara yang tepat.

Entah karena akan menghadapi ujian, menghadapi hari yang spesial, atau karena alasan lain, kecemasan bisa saja datang menyelimuti Anda. Menurut dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, kecemasan memang bisa dialami oleh setiap orang, dan ini bisa berlangsung secara terus-menerus.

"Cemas atau kecemasan adalah perasaan gelisah, khawatir atau takut. Setiap orang pasti pernah merasa cemas di beberapa titik dalam hidupnya. Namun, untuk sebagian orang perasaan ini bisa berlangsung terus hingga jangka waktu yang lama," ujar dr. Fiona.

Perasaan cemas yang berlangsung lama tersebut tentu akan sangat mengganggu. Pada akhirnya kecemasan berlebihan bisa membuat Anda lelah dan sulit untuk berkonsentrasi.

Di sisi lain, kecemasan ternyata bisa membantu Anda. Dengan catatan, jika kecemasan yang dialami tidak berlebihan atau berlangsung lama. Hal ini pun diamini oleh dr. Fiona.

Menurutnya, kecemasan pada kadar tertentu masih bisa memberikan manfaat baik bila diatasi dengan cara yang tepat. Contohnya, cemas sebelum ujian ternyata baik, karena membuat orang yang mengalaminya menjadi lebih waspada dan siaga.

1 dari 3 halaman

Tips mengubah kecemasan menjadi energi positif

Jadi, memang tak selamanya kecemasan itu buruk. Asalkan, Anda tahu bagaimana mengubahnya menjadi energi positif. Berikut ini adalah caranya:

  1. Kaji ulang kecemasan Anda

Ketika diliputi kecemasan, yang Anda pikirkan untuk pertama kali mungkin bagaimana cara untuk menenangkan diri. Akan tetapi, hal tersebut sebenarnya bukan cara yang tepat untuk menghadapi kondisi cemas.

Perlu Anda ketahui, mencoba tetap tenang di saat cemas tidaklah mudah. Sebab, jantung tengah dalam kondisi memompa begitu kencanganya. Alih-alih mencoba untuk tenang, sebaiknya kaji ulang perasaan cemas Anda.

Hal ini sebelumnya pernah diteliti dalam studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology. Peserta diminta untuk melakukan tugas yang menegangkan, seperti mengerjakan soal matematika, menyanyi atau berbicara di depan umum.

Ada beberapa orang kemudian menafsirkan kembali kecemasan mereka sebagai sesuatu kegembiraan. Hasilnya, orang yang menghadapi tugas-tugas di atas dan meresponsnya dengan gembira, bisa melakukan tugasnya dengan lebih baik daripada mereka yang mencoba untuk tenang.

  1. Pahami emosi

Telapak tangan yang berkeringat, perut terasa kencang, jantung berdebar kencang, dan napas berubah menjadi cepat adalah jenis respons fisik ketika Anda mungkin merasakan kecemasan. Akan tetapi, gejala-gejala itu ternyata mirip dengan gejala-gejala yang berhubungan dengan emosi lain yang lebih positif.

Antara khawatir atau senang, tubuh Anda mengalami tingkat gairah yang sama. Dengan demikian, artinya kecemasan bisa Anda ubah sebagai energi yang positif.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Adopsi pola pikir adanya peluang

Setiap kali Anda merasa stres tentang sesuatu, tubuh Anda akan berubah ke mode fight-or-flight untuk menghadapi bahaya yang mungkin muncul. Tahapan ini adalah respons otomatis yang menyatu dengan DNA Anda dan terjadi secara alami.

Namun, bagian dari keberhasilan mentransformasikan saraf cemas Anda menjadi kekuatan energi positif mencakup beralih dari pola pikir ancaman ke pola pikir adanya peluang.

Daripada melihat fight-or-flight sebagai respons ancaman, akan lebih baik bila Anda menganggapnya sebagai cara tubuh untuk mempersiapkan bagaimana melibas tantangan yang ada.

  1. Bayangkan kesuksesan

Selama periode kecemasan, otak akan cenderung fokus pada dampak negatif dari situasi yang akan terjadi. Sebab dalam rentang hitungan detik, Anda dapat dengan mudah menghidupkan setiap skenario terburuk.

Padahal, bila Anda melakukan hal sebaliknya, yakni lebih fokus pada hal positif, kecemasan tersebut justru bisa menjadi motivasi tersendiri. Hal ini turut dijelaskan oleh Jonathan Alpert, psikoterapis dan penulis “Be Fearless”.

"Rasa sakit dan kecemasan sebenarnya juga dapat membantu Anda untuk merasa lebih kuat dan justru memberikan kenyamanan. Hal ini tergantung dari bagaimana orang mengatasinya," katanya.

Menurutnya, jika rasa cemas cukup kuat untuk membangkitkan rasa takut, berarti kondisi tersebut juga mampu menghasilkan energi positif. Jadi, manfaatkanlah rasa cemas yang ada dengan memvisualisasikan sesuatu yang positif. Sebuah studi pada 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa menciptakan gambaran yang tenang dan damai dalam pikiran bisa mengurangi kecemasan.

Ada kemungkinan visualisasi rasa bahagia atau sukses sangat efektif dalam menghapus kecemasan. Karena saat membayangkan hal yang positif, otak menjadi tidak dapat membedakan antara memori nyata dan memori yang dibayangkan, sehingga rasa cemas pun akan berkurang. Hal ini seperti tercatat dalam penelitian di jurnal Neuron tahun 2012.

Bahkan, para psikolog juga telah menggunakan teknik visualisasi untuk membantu atlet mengatasi kecemasan selama beberapa dekade. Satu studi pada 2012 yang diterbitkan di jurnal Psychiatric Annals menunjukkan bahwa atlet yang dilatih dengan memvisualisasikan hasil yang positif prestasinya justru meningkat.

Demikianlah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengubah kecemasan menjadi energi positif. Kuncinya adalah bagaimana otak dan respons Anda terhadap kecemasan diubah menjadi sesuatu yang membuat Anda lebih bersemangat dalam menghadapi tantangan yang sulit.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar