Sukses

Kenali Sejak Dini Tanda Autisme pada Anak

Autisme pada anak bisa dikenali tandanya sejak dini. Berikut ini adalah tanda autisme yang bisa Anda perhatikan.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda-beda, meski di usia yang sama. Namun di rentang usia tertentu, setiap anak diharapkan sudah mencapai tahapan tumbuh kembang tertentu sesuai dengan usianya. Dalam masa perkembangan anak, orang tua  harus memperhatikan setiap tanda yang muncul. Salah satu yang harus diwaspadai adalah munculnya tanda autisme pada anak.

Autisme pada anak

Setiap orang tua tentu ingin tumbuh kembang anaknya berjalan dengan baik. Tak heran, rasa khawatir sering kali muncul jika tumbuh kembang anak berbeda dengan anak seusianya. Salah satu kekhawatiran yang sering muncul dari orang tua adalah autisme pada anak.

Autisme adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang membuat seseorang tidak dapat membentuk hubungan sosial atau berkomunikasi dengan normal. Biasanya orang tua baru menyadari adanya kelainan perkembangan pada anak setelah banyak melakukan interaksi sosial di sekolah.

Kondisi autisme ini ditemukan memengaruhi sekitar 1 persen orang di seluruh dunia. Kondisi ini juga mencakup spektrum gangguan mulai dari keterbelakangan mental dan ketidakmampuan untuk berkomunikasi dengan gejala yang relatif ringan, seperti yang terlihat pada orang dengan sindrom Asperger.

Hingga saat ini para praktisi medis belum dapat menyebutkan penyebab pasti dari terjadinya autisme. Namun, faktor genetik dan faktor lingkungan dipercaya memiliki peran penting. Anak yang memiliki saudara kandung ataupun anggota keluarga lain dengan autisme beresiko lebih besar untuk mengalami kondisi yang sama.

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukan terdapatnya keterkaitan antara kadar serotonin ataupun neurotransmitter otak lainnya yang tidak normal terhadap kondisi autisme. Untuk lebih jelasnya, ketahul berbagai tanda-tandanya.

1 dari 2 halaman

Tanda autisme yang perlu Anda waspadai

Menurut sebuah studi yang dilakukan di Kanada dan dipublikasikan dalam the International Journal of Developmental Neuroscience, sekitar 200 paritisipan menjadi objek penelitian. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa tanda autisme sudah mulai bisa terdeteksi akurat sejak anak berusia 12 bulan.

Bahkan, The Autism Observation Scale for Infants mengeluarkan skala yang bisa menjadi tolak ukur untuk diagnosis dini kondisi autisme pada anak. Meski skala ini sudah bisa digunakan mulai dari bayi usia 6 bulan, namun akan lebih akurat bila digunakan setelah bayi berusia 12 bulan. Beberapa tanda-tandanya antara lain:

  • Tidak mau tersenyum

Biasanya bayi akan tersenyum balik ketika Anda tersenyum kepadanya. Untuk mengetesnya, Anda bisa coba menatap bayi dengan wajah datar lalu kemudian tersenyum lebar selama beberapa detik. Anda bisa mencobanya sekitar 3-4 kali. Biasanya bayi akan tersenyum balik, meski tidak selalu.

  • Kurang kontak mata

Kebanyakan bayi akan senang melihat wajah dan ekspresi orang lain, terutama orang terdekatnya seperti orang tua atau anggota keluarga. Bayi pun biasanya akan melakukan kontak mata.

  • Tidak merespon ketika dipanggil namanya

Pada umumnya bayi akan merespon ketika Anda memanggil namanya, paling tidak di usia 9 bulan. Jadi, coba perhatikan apakah bayi Anda merespon ketika namanya dipanggil.

  • Kurangnya kontak sosial

Secara alami, bayi akan melakukan gestur tertentu saat berinteraksi dengan orang lain. Semisal ketika hendak digendong, bayi biasanya akan mengangkat kedua tangannya.

Selain itu, bayi juga akan tertawa ketika diajak bermain atau bercanda. Coba perhatikan gestur bayi Anda ketika berinteraksi dengan dirinya.

  • Tidak mengikuti gerakan visual

Cobalah ambil benda atau mainan yang berwarna cerah dan gerakkan secara perlahan di depan bayi Anda. Lihatlah apakah ia mengikuti gerakan benda tersebut atau justru tidak mempedulikannya.

  • Jarang bergumam atau babbling

Bayi biasanya senang menggumamkan atau mengeluarkan suara-suara sebelum ia dapat mengucapkan kata pertamanya. Namun, bayi dengan autisme biasanya jarang mengeluarkan suara, lambat berbicara atau sama sekali tidak mau berbicara.

  • Terpaku atau terobsesi pada objek tertentu yang tidak biasa

Bayi dengan kondisi autisme biasanya senang terpaku pada objek tertentu yang "tidak biasa" bagi anak, misalnya seperti lantai, pola tertentu di dinding, kipas angin, dan lain sebagainya.

Berbagai tanda autisme pada anak bisa Anda pelajari agar dapat mengetahui kondisi anak yang sebenarnya. Apabila ternyata anak memiliki gejala autisme, setidaknya Anda bisa melakukan antisipasi dini lewat konsultasi dengan dokter spesialis anak.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar