Sukses

Apa Penyebab Radang Tenggorokan pada Anak?

Salah satu cara untuk mencegah radang tenggorokan pada anak adalah dengan mengenali penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Radang tenggorokan merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering terjadi pada anak. Kondisi ini bisa membuat anak rewel dan sulit makan karena nyeri. Itu sangat wajar, apalagi jika anak sebelumnya tidak pernah mengalami radang tenggorokan.

Anda sebagai orang tua perlu memastikan anak tetap nyaman, dan tentunya membekali diri dengan informasi sebanyak mungkin untuk mencegah kambuhnya penyakit ini.

Apa itu radang tenggorokan?

Tenggorokan terdiri dari beberapa struktur anatomis, mulai dari dinding tenggorokan (faring), jaringan amandel (tonsil), hingga pita suara (laring). Semua organ ini dapat mengalami peradangan yang terjadi secara terpisah-pisah maupun bersamaan.

Daerah tenggorokan yang paling sering mengalami peradangan adalah faring (disebut faringitis) dan tonsil (disebut tonsillitis). Jika keduanya mengalami peradangan, maka disebut dengan istilah faringotonsilitis.

Apa saja gejala radang tenggorokan pada anak?

Gejala radang tenggorokan dapat bervariasi pada tiap anak, tergantung dari lokasi anatomis mana yang mengalami gejala dan seberapa berat gejala yang dialami. Pada beberapa anak, gejala bisa muncul segera setelah infeksi. Sementara pada sebagian anak lainnya, gejala biasanya berlangsung lambat.

Beberapa gejala yang dapat muncul pada anak yang mengalami radang tenggorokan, antara lain:

  • Nyeri tenggorokan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Menurunnya nafsu makan
  • Merasa tidak enak badan
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Nyeri menelan
  • Batuk
  • Suara serak
  • Kemerahan pada tenggorokan
  • Pembengkakan pada leher

Gejala faringitis dan tonsillitis ini dapat menyerupai kondisi medis lainnya sehingga kadang sulit dibedakan oleh orang tua. Itulah sebabnya, sebaiknya anak dengan gejala-gejala di atas dibawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan yang lebih detail.

Apa penyebab radang tenggorokan pada anak?

Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan radang tenggorokan. Virus merupakan penyebab yang paling sering dari radang tenggorokan pada anak sehingga tidak membutuhkan antibiotik. Beberapa virus yang dapat memicu radang tenggorokan, di antaranya adenovirus, virus influenza, virus Epstein-Barr, virus herpes simpleks, dan virus HIV.

Sedangkan jenis-jenis bakteri yang dapat menyebabkan radang tenggorokan, antara lain streptokokus beta-hemolitikus grup A, mikoplasma, dan klaimidia pneumonia. Selain bakteri, infeksi jamur dan parasit juga dapat menimbulkan infeksi pada tenggorokan.

Di luar infeksi, asap rokok, polusi kendaraan, serta udara yang terlalu dingin dan kering juga dapat mengakibatkan radang tenggorokan.

Bagaimana menangani radang tenggorokan pada anak?

Penanganan umum yang diberikan untuk radang tenggorokan pada anak adalah:

  • Mengonsumsi parasetamol untuk menurunkan demam dan mengatasi nyeri
  • Menjaga kecukupan asupan cairan
  • Mengonsumsi obat batuk jika gejala batuk dominan dan mengganggu aktivitas anak
  • Mengonsumsi obat antimual/muntah jika anak mengalami mual/muntah dan kesulitan makan
  • Suplementasi vitamin jika diperlukan

Jika dokter mencurigai infeksi bakteri sebagai penyebab radang tenggorokan pada anak, maka anak akan diberikan terapi antibiotik. Bila peradangan mencapai pita suara yang ditandai oleh suara serak dan batuk menggonggong, maka dokter akan memberikan steroid untuk mencegah pembengkakan pita suara yang dapat mengganggu jalan napas.

Untuk mencegah radang tenggorokan, penting untuk memperhatikan kebersihan dan kesehatan diri. Ajaklah anak untuk mencuci tangan dengan rutin, menutup mulut dan hidung dengan tisu jika batuk atau bersin, memakan makanan bergizi, dan cukup istirahat. Dengan begitu, virus dan bakteri “jahat” tidak akan berani memasuki tubuh si Kecil.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar