Sukses

Hari Peduli Autisme Sedunia: Teknologi Bantuan, Partisipasi Aktif

Setiap tahunnya, tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Apa tema untuk tahun ini?

Klikdokter.com, Jakarta Hari Peduli Autisme Sedunia sudah memasuki tahun ke-12 setelah PBB menetapkannya pada tahun 2007. Di era milenial seperti saat ini, pengetahuan masyarakat mengenai autisme menjadi makin meningkat, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Namun, angka kejadian dari kondisi ini juga makin tinggi dari tahun ke tahun.

Sebagai contoh, jumlah orang yang terdiagnosis dengan autisme secara global mengalami peningkatan sebesar 6% hingga 15% sejak tahun 2010. Oleh karena itu, penelitian untuk menentukan penanganan yang paling sesuai bagi orang dengan autisme juga gencar dilakukan.

Gangguan spektrum autisme, atau autism spectrum disorder, merupakan sekelompok kondisi yang memengaruhi kemampuan bersosialiasi, perilaku repetitif, bicara, maupun komunikasi nonverbal seseorang. Penyebab pasti dari autisme belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu, di antaranya faktor genetik dan lingkungan.

Selain itu, karena autisme merupakan suatu kondisi yang berspektrum, setiap orang yang mengalaminya memiliki gejala dan tingkat keparahan yang bervariasi.

Tema Hari Peduli Autisme Sedunia 2019

Sebagai isu kesehatan global, pengetahuan mengenai autisme pada masyarakat sangat penting untuk terus diperbaharui. Atas dasar ini, tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Pada tahun 2019 ini, tema yang diangkat adalah “Teknologi Bantuan, Partisipasi Aktif”.

Lalu, apa saja makna yang ada di balik tema ini?

Cara berpikir, belajar, dan memecahkan masalah pada seseorang dengan autisme dapat beragam, dari sangat terampil sampai sangat kesulitan. Oleh karena itu, sebagian orang dengan autisme dapat membutuhkan dukungan yang signifikan dalam keseharian mereka, sedangkan sebagian lainnya dapat hidup secara mandiri tanpa membutuhkan bantuan khusus.

Bagi sebagian orang dengan autisme, akses terhadap teknologi bantuan yang terjangkau sangat penting agar mereka dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari dan berpartisipasi aktif dalam komunitas. Adanya teknologi bantuan tersebut juga dapat membantu menjaga kesetaraan antara mereka dan orang lain.

Anak dengan autisme sering terpinggirkan

Sekitar 70 juta orang di dunia diduga mengalami kondisi yang menjadi bagian dari spektrum autisme. Sekitar 80% di antaranya tinggal di negara berkembang. Namun, ras dan budaya ternyata tidak berkaitan dengan angka kejadian autisme tersebut.

Saat ini diperkirakan bahwa 1 dari 59 anak di dunia mengalami autisme, dan di banyak negara, sumber daya yang ada untuk mereka masih sangat terbatas. Efeknya, sering kali anak dengan autisme mengalami marginalisasi sosial dan kultural yang berlangsung sepanjang kehidupannya.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengajak setiap orang untuk bersama-sama mendukung partisipasi dari orang dengan autisme dalam berbagai aspek kehidupan. Ia juga berharap orang dengan autisme memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk mendapatkan hak serta kebebasan fundamentalnya sebagai seorang manusia.

Hari Peduli Autisme Sedunia diselenggarakan pada tanggal 2 April setiap tahunnya, dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai autisme serta tanda dan gejala yang dapat dialami oleh orang dengan kondisi tersebut. Hal ini akan mempermudah dilakukannya deteksi dan penanganan, serta membantu agar pengelolaan kondisi autisme tersebut dilaksanakan dengan tepat. 

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar