Sukses

Penyebab Vertigo dan Cara Mengatasinya

Mengalami pusing berputar hingga hilang keseimbangan? Bisa jadi itu adalah vertigo. Ketahui penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Vertigo atau dizziness merupakan keluhan menjengkelkan yang bisa membuat penderitanya terganggu dalam menjalani aktivitas. Ini karena vertigo bisa menyebabkan berbagai gejala yang tak mengenakkan, seperti pusing berputar, hilang keseimbangan, mual, munculnya keringat dingin, hingga pergerakan mata yang tidak normal (nistagmus).

Jika Anda pernah mengalaminya baca terus artikel ini untuk mengetahui penyebab vertigo dan cara mengatasinya. Perlu Anda tahu, ada beragam faktor yang bisa menyebabkan terjadinya vertigo, antara lain:

1. Benign paraoxymal positional vertigo (BPPV)

BPPV adalah penyebab vertigo yang paling umum ditemui. Kondisi ini sangat mungkin terjadi jika terdapat partikel kalsium di saluran telinga bagian dalam. Karena saluran telinga bagian dalam berfungsi sebagai penjaga keseimbangan tubuh, maka orang yang mengalaminya dapat merasakan gangguan keseimbangan.

2. Labirinitis

Di dalam telinga manusia terdapat struktur serupa labirin yang fungsinya adalah membantu menjaga keseimbangan tubuh. Jika bagian tersebut mengalami peradangan akibat adanya infeksi, maka proses pengiriman sinyal ke otak akan mengalami gangguan. Alhasil, keseimbangan tubuh akan terganggu, bahkan membuat orang yang mengalaminya kesulitan untuk sekadar berdiri. Selain itu, labirinitis juga kerap dikaitkan dengan keluhan mual, gangguan fungsi pendengaran, dan kepala seperti berputar-putar.

3. Penyakit Ménière

Penyakit ini terjadi akibat adanya penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Sebagai akibat dari adanya penumpukan cairan ini, tekanan pada telinga bagian dalam akan meningkat, sehingga menyebabkan berbagai gangguan. Mulai dari pusing berputar, suara berdenging di telinga (tinitus), dan gangguan pendengaran.

Selain tiga hal di atas, vertigo juga bisa terjadi akibat adanya cedera pada kepala atau leher, gangguan pada area otak seperti stroke atau tumor, penggunaan obat dengan efek samping gangguan telinga, migrain berkelanjutan, gangguan elektrolit dalam darah, stres, perubahan posisi tubuh atau kepala yang mendadak, peningkatan tekanan darah, hingga kurang istirahat.

1 dari 2 halaman

Cara mengatasi vertigo

Berita baiknya, vertigo bisa diatasi dan dikendalikan agar tidak mudah kambuh. Berikut ini adalah beberapa tipsnya.

1. Tetap relaks

Saat Anda merasakan serangan vertigo, upayakan untuk tetap relaks dan tidak panik. Usahakan untuk bernapas secara teratur, dan hindari gerakan kepala mendadak. Akan lebih baik bila Anda memosisikan kepala pada posisi tegak. Dengan melakukan hal-hal tersebut, diharapkan Anda mampu mengurangi tingkat keparahan serangan vertigo yang dirasakan.

2. Istirahatkan tubuh

Sebisa mungkin upayakan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun saat serangan vertigo datang. Hal ini akan sangat membantu mengurangi keparahan gejala. Selain itu, ini juga mencegah Anda untuk mengalami hal-hal lain yang tak terduga seperti cedera yang akan membuat kondisi makin parah.

3. Jangan mengonsumsi ini

Terdapat beberapa jenis makanan dapat membuat vertigo yang Anda alami kian parah. Makanan yang mengandung garam, minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, serta cokelat dapat memperparah gejala vertigo karena dapat menyebabkan hipertensi. Selain itu, kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol juga dapat berkontribusi terhadap memburuknya gejala vertigo.

4. Minum obat

Jika terasa sangat mengganggu, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan antimabuk untuk meringankan gejala vertigo. Selalu patuhi anjuran dosis dan perhatikan indikasi yang tertera pada label kemasan obat.

Jika dengan cara-cara di atas vertigo masih terus terjadi atau sering kambuh, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis THT. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, sehingga dokter bisa memberikan diagnosis dan pengobatan tepat terhadap penyakit yang mendasari keluhan vertigo tersebut. Vertigo jangan sampai diabaikan, ya, karena gejala ini sangat mungkin untuk menyebabkan berbagai gangguan hingga penurunan kualitas hidup orang yang mengalaminya.

(RN/ RVS)

1 Komentar