Sukses

Keju Vegan, Benarkah Lebih Baik untuk Kesehatan?

Keju vegan cocok untuk mereka yang intoleransi laktosa atau sedang diet. Tapi, apakah lebih baik untuk kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Terlepas dari segala manfaat keju bagi kesehatan, ada pula sebagian orang yang tidak bisa menikmati keju karena berbagai hal. Misalnya, mengalami intoleransi laktosa, menjalani diet vegan, atau sedang dalam program penurunan berat badan. Namun kini, ada alternatif keju untuk mereka yang tak kalah enak dan menyehatkan, yaitu keju vegan. Namun, apakah jenis keju ini lebih baik untuk kesehatan?

Nutrisi yang terkandung di dalam keju cukup lengkap, seperti kalsium, protein, vitamin A, vitamin B2, vitamin B12, vitamin K, asam lemak omega-3, zink, dan fosfor. Karena terbuat dari susu, keju pun mengandung kalsium yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi.

Keju terbuat dari susu sapi, yang dapat menimbulkan gejala intoleransi laktosa bagi mereka yang sensitif terhadap laktosa (gula di dalam susu). Bila orang dengan intoleransi laktosa mengonsumsi susu atau produk susu seperti keju, dikhawatirkan mereka dapat mengalami gejala pencernaan seperti kembung, mual, dan diare.

Keju juga mengandung lemak yang terdapat di dalam susu full cream. Maka terkadang keju dihindari oleh mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Seperti yang Anda ketahui, lemak mengandung paling banyak kalori jika dibandingkan dengan protein ataupun karbohidrat.

Sementara itu, karena keju terbuat dari susu hewan, maka para penganut diet vegan tidak dapat mengonsumsinya. Karenanya, keju vegan yang terbuat dari tumbuhan dan rendah lemak dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin mengonsumsi keju namun tidak dapat mengonsumsi keju yang terbuat dari susu hewan.

Manfaat keju vegan

Soya atau kacang kedelai adalah bahan yang paling sering digunakan untuk membuat keju vegan. Selain soya, keju vegan yang terbuat dari kelapa pun cukup populer. Kacang-kacangan dan biji-bijian lain juga dapat digunakan untuk membuat keju vegan, seperti kacang tanah, kacang almon, kacang makadamia, kacang mede, biji bunga matahari, dan biji labu.

Tepung tapioka dan tepung kentang dapat digunakan untuk membuat keju vegan, meskipun memerlukan bahan tambahan lain seperti susu kacang kedelai dan santan kelapa. Walaupun lebih jarang, keju vegan juga dapat dibuat dari umbi-umbian seperti kentang dan wortel.

Sehat atau tidaknya keju vegan tergantung pada jenis yang Anda pilih dan seberapa sering Anda mengonsumsinya. Sama seperti keju biasa, keju vegan bisa menjadi pilihan makanan untuk diet sehat, tapi tidak boleh diandalkan sebagai satu-satunya sumber nutrisi.

Di samping itu, beberapa jenis keju vegan mengandung minyak olahan, pengawet, zat tambahan, pewarna, dan sodium. Jika Anda ingin mengonsumsi keju vegan, pilihlah yang terdiri atas makanan utuh seperti kacang dan biji-bijian atau sayuran yang dimasak. Pastikan juga mereka tidak mengandung pengawet.

Keju vegan dapat menjadi alternatif untuk mengonsumsi keju yang rendah kalori, rendah lemak, dan aman untuk kaum vegan. Selain itu, karena terbuat dari tumbuh-tumbuhan, keju vegan juga lebih kaya akan serat sehingga baik untuk pencernaan. Meski demikian, jangan menjadikan keju vegan ini sebagai satu-satunya sumber nutrisi agar setiap asupan zat gizi Anda bisa terpenuhi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar