Sukses

Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Melakukan Diet Keto

Diet keto kerap diandalkan untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Tapi ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan pemula.

Klikdokter.com, Jakarta Diet ketogenik atau juga disebut diet keto merupakan salah satu jenis diet yang cukup populer. Bagaimana tidak? Hanya dengan menjaga pola makan selama 1 minggu saja, Anda sudah bisa menurunkan berat badan hingga 3 kg! Tak heran, jenis diet ini menjadi primadona.

Namun, beberapa kesalahan kerap dilakukan pemula yang baru saja akan mencoba diet ini. Akibatnya, manfaat dari diet keto tidak bisa didapatkan secara optimal.

Tubuh pada kondisi ketosis

Dijelaskan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, diet keto merupakan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Secara sederhana, metode diet ini membuat orang membatasi asupan karbohidrat dan mengganti konsumsinya dengan lemak.

“Pada saat melakukan diet keto, tubuh seseorang akan berada pada kondisi yang disebut ketosis. Tubuh akan membakar lebih banyak lemak untuk diubah menjadi energi. Itulah sebabnya diet ini diklaim dapat menurunkan berat badan dan mencegah berbagai jenis penyakit seperti epilepsi dan Alzheimer,” jelasnya.

Penjelasan tersebut kemudian dikonfirmasi juga oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter. Ia mengatakan bahwa kondisi ketosis yang telah dijelaskan sebelumnya membutuhkan asupan kalori harian sebesar 75-90 persen dari lemak, 6-20 persen dari protein, dan hanya 2-5 persen dari karbohidrat.

Dengan berbagai aturan tersebut, para pelaku diet keto sudah sepatutnya mengetahui hal apa saja yang perlu dilakukan agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang justru membuat diet yang dilakukannya tidak dapat memberikan hasil yang maksimal.

1 dari 4 halaman

Berbagai kesalahan pelaku diet keto

Menjalankan diet keto tak hanya soal memperbanyak makan daging atau lemak dan mengelola pola makan. Itulah sebabnya banyak orang yang sering gagal mendapatkan hasil yang optimal dari diet keto ini.

Nah, berikut ini adalah beberapa kesalahan yang kerap dilakukan para pelaku diet keto, terutama pelaku yang baru mulai melakukan diet ini:

1. Tidak melakukan persiapan

Dilansir dari Reader’s Digest, nyatanya banyak orang yang melakukan diet keto tanpa strategi, rencana, dan ide menu yang dapat mendukung keberhasilan diet keto. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Mary Weidner, salah satu pendiri Strong Fastr, aplikasi perencanaan menu diet keto.

“Diet keto memerlukan perencanaan yang matang dalam hal makanan. Bisa dibilang, jenis diet ini membutuhkan usaha yang lebih dari jenis diet lainnya,: ucapnya.

Mengenai hal tersebut, Lisa Davis, PhD, PA-C, CNS, yang merupakan ahli nutrisi di Terra’s Kitchen, juga menegaskan bahwa bagi pelaku diet keto, persiapan menu makanan sangat penting untuk mendukung terciptanya kondisi ketosis.

Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk menjalani diet keto, pastikan menu yang akan Anda konsumsi telah memenuhi syarat.

2. Makan terlalu banyak protein

Daging merah mungkin merupakan menu yang disarankan untuk dikonsumsi pelaku diet keto. Tapi, terlalu banyak mengonsumsinya justru bisa membahayakan tubuh Anda.

Dr. Brett Osborn yang merupakan penasihat nutrisi untuk produk kesehatan di BPI Sports menyatakan bahwa faktanya kelebihan protein dari konsumsi daging tersebut dapat mengganggu ketosis, sehingga pelaku diet tidak akan mendapai kegiatan ketogenik.

Ada baiknya, dalam menentukan menu diet keto, berkonsultasilah dengan ahli nutrisi atau ahli gizi agar sesuai dengan karakter asupan dari diet keto, yaitu tinggi lemak, protein sedang, dan rendah karbohidrat.

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

3. Tidak cukup konsumsi lemak dan salah memilih jenis asupan lemak

Diet keto membutuhkan asupan lemak sebagai bahan bakar menggantikan fungsi karbohidrat. Namun, bila Anda telah mengonsumsi lemak tapi tidak mengalami kemajuan selama proses diet keto, mungkin saja Anda tidak cukup mengonsumsi lemak, atau bahkan salah mengonsumsi sumber asupan lemak.

Masih dilansir dari Reader’s Digest, Josh Axe, DNM, DC, CNS, seorang ahli gizi di situs DrAxe.com juga menegaskan bahwa saat melakukan diet keto Anda membutuhkan sekitar 80 persen atau lebih kalori dari sumber lemak.

“Tidak mendapatkan lemak yang cukup akan membuat Anda merasa lapar dan merasa tidak nyaman. Karena lemak pada dasarnya adalah cara tubuh untuk tetap berenergi selama menjalankan diet keto,” jelasnya.

4. Sama sekali tidak mengonsumsi sayur

Saat melakukan diet keto, bukan berarti Anda harus mengesampingkan konsumsi sayuran. Memang benar, sebagian besar sayuran mengandung serat dan karbohidrat, tetapi banyak juga jenis sayur yang rendah karbohidrat dan dapat Anda masukkan ke dalam menu diet.

Menurut Axe, beberapa sayuran yang bisa dijadikan pilihan adalah brokoli, asparagus, kembang kol dan paprika. Ketiganya merupakan sumber vitamin, mineral dan antioksidan yang penting bagi tubuh Anda.

5. Berhenti saat mengalami flu di tengah program diet

Saat melakukan diet keto biasanya pelakunya akan mengalami flu, yang biasa disebut keto flu. Kondisi ini akan terjadi setelah beberapa hari diet keto dimulai.

Pada orang yang tidak mengetahui hal tersebut, biasanya flu dianggap sebagai penyakit yang perlu segera disembuhkan dan membutuhkan asupan bergizi seperti hari biasanya. Terlebih lagi ketika pelaku diet keto merasa lelah, sakit kepala, dan mengalami perubahan suasana hati.

Dijelaskan pada situs Keto Bootstrap, kondisi ini merupakan efek samping dari beralihnya pembakaran glukosa menjadi pembakaran lemak. Selain itu, flu juga bisa terjadi karena efek dari penurunan insulin tubuh. Dan sebenarnya, kondisi flu ini merupakan hal yang baik bila terjadi.

3 dari 4 halaman

Selanjutnya

6. Kurang minum air dan kurang tidur

Konsumsi air minum sangat penting bagi pelaku diet keto. Sebab, pelaku diet keto akan kehilangan banyak cairan akibat meningkatnya produksi urine. Artinya, saat menjalani diet keto, Anda membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak daripada hari biasanya.

Untuk mencegah dehidrasi saat diet keto, Dr. Osborn menyarankan Anda untuk minum air setidaknya sebanyak satu galon dalam sehari.

“Jika Anda tidak terbiasa minum air sebanyak itu, cobalah setidaknya menghabiskan 12 cangkir dalam sehari. Lebih banyak air yang diminum, akan lebih baik bagi tubuh,” imbuhnya.

Dan sama seperti air, kurang tidur juga akan memperlambat metabolisme tubuh. Selain itu, saat kurang tidur orang cenderung makan lebih banyak karena membutuhkan energi yang lebih banyak. Jadi, usahakan tetap tidur cukup untuk menghindari diet keto yang Anda lakuan menjadi sia-sia.

7. Terlalu terobsesi dengan penurunan berat badan

Tak bisa dimungkiri, diet keto memang populer karena dianggap dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Tak heran, banyak wanita yang melakukannya menjelang hari pernikahan dan terlalu terobsesi untuk turun berat badan secara drastis.

Namun, menurut dr. Astrid, kondisi ketosis sendiri baru bisa dicapai setelah diet keto dilakukan setidaknya 3-4 hari.

“Pada hari ketiga inilah cadangan karbohidrat yang tersimpan dalam bentuk glikogen habis dan tubuh baru mulai masuk ke dalam kondisi ketosis, yang kemudian dapat memengaruhi penurunan berat badan,” ucapnya.

Selain itu, kondisi tubuh setiap orang tidak sama, sehingga reaksi tubuh terhadap diet keto pun bisa berbeda-beda. Beberapa orang mungkin bisa turun berat badan dengan cepat, namun pada orang lain bisa sedikit lebih lama.

Kunci dari diet keto adalah komitmen dan kedisiplinan. Jadi, terapkan keduanya dan jangan terlalu fokus pada waktu.

Menjalani diet keto nyatanya tak semudah banyak makan daging dan mengurangi serat. Pemikiran inilah yang pada akhirnya bisa menggagalkan diet keto sehingga Anda tidak mendapatkan hasil yang optimal. Anda tertarik mencoba diet ini? Perhatikan berbagai kesalahan yang diuraikan di atas dan hindari, sehingga hasil yang Anda peroleh bisa lebih maksimal. Selamat berjuang!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar