Sukses

7 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Pemilik Kulit Sensitif

Anda yang punya kulit sensitif harus benar-benar memperhatikan kondisi kulit Anda. Pastikan tujuh hal ini tidak dilakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda salah satu orang dengan kulit sensitif? Jika ya, Anda butuh perhatian ekstra dalam hal perawatan kulit. Ada beberapa hal yang tak boleh dilakukan jika kulit Anda cenderung sensitif. Pasalnya, kulit Anda bisa bermasalah.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Atika dari KlikDokter, kulit sensitif ditandai dengan adanya beberapa gejala. Biasanya, orang dengan kulit sensitif mudah mengalami iritasi dan timbul kemerahan, perih, gatal, rasa terbakar, maupun terkelupas.

"Ciri-ciri lain kulit sensitif adalah tidak tampak adanya pori-pori, tetapi kulit cenderung kasar, kadang kemerahan, dan banyak garis kerutan di area wajah saat kulit ditarik. Kulit juga sering terlihat seperti debu putih (yang merupakan lepasnya lapisan kulit teratas) saat kulit digores pelan," ujar dr. Atika.

Penyebab kulit sensitif biasanya karena riwayat alergi di keluarga. Di sisi lain, kadang kondisi atau paparan zat tertentu dapat diidentifikasi sebagai pemicu munculnya keluhan kulit sensitif. Selain itu, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter juga turut menambahkan bahwa penyebab atau pencetus kulit menjadi sensitif antara lain:

  • Penyakit kulit seperti eksem (dermatitis atopik), rosasea, atau dermatitis kontak alergi
  • Kulit yang sangat kering atau terdapat luka, sehingga kulit kehilangan faktor proteksinya
  • Paparan yang lama terhadap zat yang dapat merusak kulit, seperti sinar matahari, cuaca yang ekstrem (terlalu panas atau terlalu dingin)
  • Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat atau berlebihan

“Kulit sensitif rawan mengalami peradangan. Peradangan yang terjadi berulang dapat menyebabkan produksi kolagen menurun, sehingga rentan terjadi penuaan dini,” kata dr. Sepriani. Atas dasar inilah, pemilik kulit sensitif harus berhati-hati. Pastikan Anda tidak melakukan hal-hal di bawah ini.

  1. Menggunakan produk pembersih yang tersedia di tempat umum

Produk-produk pembersih yang tersedia di tempat umum, misalnya sabun atau sampo, biasanya tidak ramah untuk pemilik kulit sensitif. Baca kemasan baik-baik, lalu hindari produk yang memiliki peringatan tentang iritasi kulit, serta hindari bahan-bahan seperti pemutih, alkohol, amonia, etilen glikol monobutil asetat, natrium hipoklorit, dan trisodium fosfat.

  1. Jangan gunakan sembarang sabun

Bagi pemilik kulit sensitif, sabun sebaiknya hanya dipakai untuk bagian tubuh tertentu yang rawan bau, seperti ketiak, pangkal paha, area bokong, tangan, atau kaki. Sementara itu, bagian tubuh lainnya bisa dibersihkan dengan air. Jika memungkinkan, pilih sabun yang khusus diformulasikan untuk kulit sensitif.

Perhatikan juga pemilihan detergen. Pilih produk yang hipoalergenik, tidak mengandung pewarna, pewangi, dan punya kandungan antibakteri.

  1. Pilih kosmetik dengan benar

Orang-orang dengan kulit sensitif perlu memperhatikan dengan cermat apa kandungan kosmetik yang mereka pakai. Cari yang memiliki kandungan noncomedogenic pada label, yang artinya kandungan tersebut tak akan "menghilangkan" pori-pori Anda.

Less is better adalah prinsip yang harus diterapkan pemilik kulit sensitif dalam memilih produk kosmetik. Pilihlah produk kosmetik yang sedikit atau tidak mengandung pengawet, pewangi, dan pewarna tambahan. Hindari menggunakan kosmetik yang tahan air (waterproof) karena untuk menghapusnya Anda perlu produk khusus yang biasanya mengandung alkohol,” saran dr. Sepriani.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa tiap produk kosmetik Anda. Jangan gunakan produk kosmetik yang sudah lewat masa kedaluwarsanya sekalipun masih terlihat baik.

  1. Merokok

Ya, selain buruk untuk kesehatan secara keseluruhan, rokok dapat meningkatkan reaksi kulit sensitif, terutama jika Anda menderita psoriasis. Kebiasaan merokok juga bisa membuat proses penyembuhan lebih sulit saat masalah kulit terjadi.

  1. Jangan mandi terlalu lama

Air perlahan dapat menghilangkan minyak alami kulit. Kondisi tersebut bisa bikin kulit cenderung lebih kering, kencang, atau pecah-pecah. Mandilah dengan air hangat, tak perlu berlama-lama. Lima belas menit sudah lebih dari cukup.

“Pastikan suhu air satu derajat di atas suhu tubuh, yaitu 38 derajat Celcius. Di atas suhu tersebut, kulit bisa makin kering karena air panas bisa menghilangkan minyak alami dari kulit,” tegas dr. Sepriani.

  1. Melewatkan pelembap

Usai mandi, segera gunakan pelembap untuk mengembalikan kelembapan kulit yang berkurang. Anda dapat menggunakan pelembap yang bertekstur cair, diikuti dengan pelembap yang lebih padat dan bertekstur krim. Bila kulit sensitif Anda cenderung kering, gunakan pelembap berjenis krim untuk mencegah atau mengurangi iritasi.

“Ulangi pemakaian pelembap beberapa kali sehari bila dibutuhkan. Bahan-bahan dasar yang baik untuk melembapkan tubuh di ataranya minyak zaitun, minyak jojoba, minyak grapeseed, minyak argan, urea, asam hialuronat, dimetikon, gliserin, lanolin, dan petrolatum,” ujar dr. Atika.

  1. Jangan membersihkan wajah dengan air hangat

Kebiasaan ini cenderung membuat kulit sensitif menjadi lebih kering dan mudah iritasi. Ingatlah, kekeringan akan semakin meningkatkan gejala kulit sensitif.

“Sabun wajah yang dipilih sebaiknya memiliki pH normal kulit, yaitu sekitar 5,5. Durasi mencuci wajah pun jangan terlalu lama. Selanjutnya, usaplah kulit wajah dengan perlahan dan lembut. Pembersihan wajah dengan scrub juga sebaiknya dihindari karena dapat mengiritasi kulit sensitif,” tambah dr. Atika.

Untuk orang-orang yang memiliki jenis kulit sensitif, jangan sampai tujuh kebiasaan di atas dilakukan, ya! Satu hal yang juga tak boleh Anda lupa, usahakan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan harian, yaitu 1,5-2 liter per hari. Konsumsilah sayur dan buah yang kaya vitamin A, C, dan E, karena berguna untuk kesehatan kulit.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar