Sukses

Sulit Menelan, Benarkah Tanda Penyakit Achalasia?

Penyakit achalasia ditandai dengan adanya gangguan pada bagian esofagus. Tapi, apakah sulit menelan juga merupakan gejala penyakit ini?

Klikdokter.com, Jakarta Normalnya, sehabis mengunyah, seseorang tidak perlu membutuhkan usaha ekstra untuk menelan makanan yang sudah lumat. Namun sayangnya, ada sebagian kecil orang yang sulit menelan makanan meski jenis makanan yang ia konsumsi lembut dan berair. Kondisi seperti mirip dengan achalasia yang menyerang organ esofagus.

Pada kasus sulit menelan yang belum terlalu parah, biasanya orang hanya perlu meneguk air untuk mengatasinya. Namun, kalau sudah parah, kesulitannya dalam menelan makanan bisa menyebabkan kekurangan gizi karena tidak mampu memberikan asupan nutrisi yang cukup kepada tubuh.

Dalam dunia medis sendiri gangguan menelan bisa berupa disfagia dan achalasia. Meski mirip, keduanya memiliki penyebab dan dampak yang berbeda-beda. Kenali kedua jenis penyakit ini agar Anda tak salah terka.

Tentang gangguan menelan disfagia

Gangguan susah menelan ini bisa dialami oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa dan manula. Menurut dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, disfagia dapat terjadi sebelum lahir, saat lahir, maupun sesudah lahir.

“Penyebab dari gangguan menelan ini bisa bermacam-macam, mulai dari bayi lahir prematur, bibir sumbing, pembesaran amandel, hingga masalah yang lebih kompleks seperti gangguan saraf otak seperti Cerebral palsy” jelas dr. Anita.

Seseorang yang terkena disfagia bisa mengalami kondisi yang berbeda-beda, ada yang hanya sulit menelan jenis makanan atau cairan tertentu dan ada pula yang sama sekali tidak bisa menelan. Adapun beberapa gejala dari disfagia pada anak dan orang dewasa yang bisa Anda kenali, antara lain:

  • Bayi melengkungkan punggung ketika minum ASI dari payudara ibu
  • Bayi menangis atau menolak saat minum ASI dari payudara ibu
  • Gangguan napas saat makan atau minum
  • Menolak untuk makan atau minum tekstur tertentu (paling sering terjadi)
  • Kesulitan mengunyah makanan
  • Butuh waktu lama untuk makan, setidaknya selama 30 menit (paling sering terjadi)
  • Sering batuk atau tersedak saat makan (paling sering terjadi)
  • Sering mengeluarkan cairan dari mulut atau hidung
  • Hidung mampat saat makan
  • Suara serak atau berat saat atau sesudah makan
  • Sering muntah (paling sering terjadi)
  • Berat hingga tinggi badan tidak bertambah

Bila Anda atau anggota keluarga ada yang mengalaminya, bisa jadi hal tersebut adalah kondisi dari disfagia. Pada kondisi achalasia yang juga merupakan gangguan menelan, gejala yang muncul akan berbeda dari yang dipaparkan di atas.

1 dari 2 halaman

Achalasia dan bedanya dengan disfagia

Di sisi lain, ada pula gangguan menelan yang disebut dengan achalasia, yakni suatu kelainan sistem pencernaan yang membuat makanan atau minuman sulit mencapai lambung.

Biasanya, makanan dari mulut akan melewati pipa esofagus (kerongkongan) dan cincin bawah esofagus sebelum diterima oleh lambung.

Nah, jika ada kerusakan pada cincin bawah esofagus tersebut sehingga dia tidak membuka atau ada gangguan pada esofagus dalam membawa makanan (proses peristaltik), maka makanan akan berkumpul dan mampat di esofagus.

Berbeda dengan disfagia, achalasia umumnya terjadi pada orang berusia di atas 30 tahun. Tapi pada kasus yang jarang terjadi, kondisi sulit menelan ini juga bisa dialami oleh anak-anak. Pemicunya adalah kelainan autoimun dan kerusakan saraf esofagus dan cincin bawah esofagus.

Beberapa gejala yang dapat Anda kenali dari achalasia, yaitu:

  • Sulit menelan dan seperti ada yang mengganjal di kerongkongan
  • Regurgitasi atau asam lambung balik
  • Sering batuk
  • Sering tersedak
  • Nyeri dada dan ulu hati
  • Penurunan berat badan
  • Mengalami nyeri hebat atau pencernaan terasa tidak nyaman usai menyantap makanan

Yang perlu diperhatikan, terdapat beberapa penyakit yang bisa menyerupai gejala achalasia, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) ataupun kanker esofagus. Untuk memastikannya, tidak ada cara selain memeriksakan diri ke dokter.

Jika ingin mengetahui apakah sulit menelan yang Anda alami disebabkan oleh penyakit achalasia, maka dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti esofagus manometri, yakni pemasangan pipa pada esofagus saat menelan, serta pemeriksaan sinar X dan endoskopi.

Jadi, kondisi sulit menelan tidak selalu menandakan seseorang menderita penyakit achalasia. Sebab, bisa jadi gangguan menelan Anda merupakan pertanda dari terjadinya disfagia, GERD atau kanker esofagus. Untuk mendapatkan jawabannya, bila mengalami berbagai gejala di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar