Sukses

Jus Mengkudu, Apa Manfaatnya untuk Kesehatan?

Mengkudu banyak dianggap sebagai buah sakti sehingga banyak dikonsumsi, misalnya dibuat jus. Inilah manfaat jus mengkudu untuk kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Jauh sebelum ekstrak kulit manggis populer, mengkudu sudah lebih dulu dianggap sakti, dalam arti memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Meski rasanya pahit, buah yang juga disebut buah pace, buah noni, atau “starvation fruit” ini telah diandalkan penduduk Polinesia sebagai bahan pengobatan tradisional selama lebih dari 2.000 tahun! Di Indonesia sendiri, konsumsi yang cukup populer adalah dalam bentuk jus. Mungkin orang tua Anda juga mengonsumsinya!

Dilansir dari Healthline, mengkudu biasanya digunakan untuk mengobati masalah kesehatan seperti sembelit, infeksi, nyeri, dan peradangan sendi. Jika bisa mengobati beberapa gangguan kesehatan tersebut, kira-kira zat apa, ya, yang terkandung dalam buah ini?

Baik untuk kulit, menjaga daya tahan tubuh, dan menangkal radikal bebas

Selain dikonsumsi dalam bentuk kapsul, cara termudah untuk mengonsumsi mengkudu adalah diminum dalam bentuk jus. Sebab, rasa pahitnya akan lebih mudah hilang ketika Anda meminumnya langsung ketimbang mengunyahnya dulu.

Dalam 100 ml jus mengkudu terdapat kandungan vitamin C, vitamin B, dan karbohidrat yang cukup tinggi. Kayanya kandungan vitamin C pada buah mengkudu dapat mendongkrak sistem kekebalan tubuh, sehingga peminumnya jadi tak mudah sakit. Selain itu, vitamin C juga baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit.

Khasiat yang disebut di atas juga dibenarkan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter. Menurutnya, mengkudu dapat membantu mencegah keriput, menjaga sel kulit, serta mempercepat penyembuhan berbagai penyakit kulit.

“Mengkudu mengandung zat aktif antrakuinon, sehingga dapat memicu pembentukan kolagen yang diperlukan menjaga elastisitas kulit. Kandungan asam lemak esensial, zat peroxironine, dan vitamin C-nya juga dapat memperbaiki sel-sel kulit yang rusak,” jelas dr. Sepri.

Bila Anda termasuk orang yang sering berhadapan dengan berbagai karsinogenik dan ingin meminimalkan efek dari radikal bebas, buah yang kaya antioksidan ini bisa Anda konsumsi secara rutin dengan jumlah sesuai anjuran.

1 dari 2 halaman

Membantu mengurangi lemak tubuh

Ada penelitian yang mengatakan bahwa buah mengkudu bagus untuk Anda yang sedang ingin menurunkan berat badan sekaligus ingin menurunkan risiko penyakit jantung ataupun diabetes. Hasil tersebut juga didukung oleh banyaknya orang yang mengonsumsi jus ini sebagai upaya untuk meraih berat badan ideal.

Meski demikian, dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter mengingatkan, konsumsi mengkudu untuk menurunkan berat badan tak akan benar-benar efektif jika tidak diimbangi dengan pengaturan pola makan dan olahraga rutin.

“Kalau mau hasil dietnya maksimal, antara konsumsi mengkudu, pola makan, dan pola olahraga mesti berjalan seiringan. Lagi pula, tidak ada satu pun buah yang bisa ampuh menurunkan berat badan,” dr. Fiona menegaskan.

Mereka yang harus menghindari buah mengkudu

Mengkudu memiliki kandungan kalium yang tinggi. Oleh karenanya dr. Fiona mengingatkan bahwa orang-orang yang sedari awal sudah memiliki masalah pada jantung dan ginjal, sebaiknya menghindari buah tersebut. Ini penting untuk mencegah naiknya kadar kalium darah.

Ibu hamil juga tidak disarankan untuk mengonsumsi mengkudu. Selain itu, bagi yang sedang mengonsumsi obat-obatan terkait permasalahan darah, baik itu obat tekanan darah maupun obat pengencer darah, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya agar tak ada interaksi yang merugikan.

Di balik rasanya yang pahit dan penampilannya yang tidak menggugah selera, rupanya mengkudu memiliki antioksidan tinggi. Khasiatnya pun beragam, mulai dari menjaga daya tahan tubuh, menyehatkan kulit, serta menangkal radikal bebas. Selain dalam bentuk kapsul, Anda juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk jus. Namun, jika Anda memiliki kondisi seperti yang disebut sebelumnya, baiknya urungkan niat Anda atau berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar