Sukses

6 Tanda Keputihan yang Berkaitan dengan Kanker Serviks

Keputihan tak melulu akibat perkara hormonal. Keadaan tersebut juga bisa disebabkan oleh hal abnormal, yang berkaitan dengan kanker serviks.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker serviks merupakan penyakit mematikan yang terus mengintai wanita secara diam-diam. Kanker yang menjadi penyebab kematian utama di negara-negara berkembang itu diperkirakan telah merenggut sedikitnya 270.000 nyawa setiap tahunnya.

Kanker serviks itu sendiri adalah pertumbuhan sel tak terkendali pada leher rahim. Penyakit tersebut disebabkan oleh adanya infeksi HPV (Human Papiloma Virus). Kanker serviks dapat menyerang wanita usia berapa saja, khususnya mereka yang aktif melakukan hubungan seksual. Namun, semakin ke sini, kanker mematikan itu semakin sering terjadi pada wanita usia di bawah 20 tahun. Hal ini dikaitkan dengan perilaku seks bebas yang makin populer di kalangan remaja.

Pada tahap awal, kanker serviks tidak menimbulkan gejala yang nyata sehingga sangat sulit untuk dilakukan deteksi dini. Namun pada beberapa kasus, kanker serviks tahap awal sering dikaitkan dengan keluarnya cairan seperti keputihan dari dalam vagina.

Pada kasus keputihan yang diduga kuat berhubungan dengan penyakit kanker serviks, gejala yang terjadi biasanya akan disertai dengan gejala-gejala berikut:

  1. Keluar carian dari dalam vagina secara terus-menerus dan berkelanjutan.
  2. Cairan yang keluar dari vagina berjumlah banyak.
  3. Keputihan memiliki warna tertentu, seperti keabu-abuan atau kuning kehijauan.
  4. Mengeluarkan bau yang tidak sedap, seperti amis atau asam.
  5. Keputihan yang keluar dapat disertai dengan darah.
  6. Tidak kunjung membaik meski telah berkali-kali diobati.

Ketika mengalami keputihan dengan gejala tersebut, jangan tunggu hingga besok untuk periksa ke dokter. Untuk memastikan lebih lanjut, tak ada salahnya juga jika Anda sekaligus melakukan pemeriksaan pap smear saat berobat ke dokter.

1 dari 2 halaman

Cegah kanker serviks dari sekarang!

Untuk mencegah kanker serviks, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melindungi tubuh dari infeksi virus HPV. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangkal virus tersebut, antara lain:

  • Vaksin HPV

Vaksin HPV boleh diberikan sejak usia 13 tahun, dan terbaik adalah sebelum aktif berhubungan seksual. Tujuan diberikannya vaksin HPV pada usia anak dan remaja dikarenakan respons tubuh dalam membentuk antibodi masih sangat baik.

Akan tetapi, jika sudah terlanjur aktif berhubungan seksual, Anda tetap disarankan untuk melakukan vaksin HPV, selama belum terkena infeksi virus ini. Vaksin HPV dapat diberikan sebanyak 3 kali dalam 1 tahun.

  • Screening rutin

Screening rutin bertujuan mengetahui adanya penyakit kanker serviks secara dini. Pada stadium atau tahap awal, penyakit ini tentu lebih mudah untuk diobati.

Screening dilakukan setahun sekali setelah Anda aktif melakukan hubungan seksual. Dengan screening (pap smear) ada atau tidaknya perubahan pada sel di serviks dapat diketahui dengan jelas.

  • Menjaga kebersihan organ intim

Menjaga kebersihan vagina berperan penting dalam pencegahan kanker serviks. Bila mengalami keputihan abnormal, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat diobati hingga sembuh.

  • Setia pada pasangan seks

Berganti-ganti pasangan seksual meningkatkan risiko terjangkit kanker serviks. Ini karena virus HPV dapat menyebar melalui kontak seksual.

  • Hindari rokok dan asapnya

Menjadi perokok aktif maupun pasif sama-sama memiliki risiko untuk terkena kanker, salah satunya kanker serviks.

Melihat beragam gejala keputihan yang dipaparkan di atas, Anda perlu selalu menjaga kesehatan vagina. Jika Anda mengalami keputihan abnormal, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, keputihan abnormal tak selalu dilatari oleh kanker serviks, tapi juga infeksi jamur dan bakteri yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan penyakit mematikan tersebut.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar