Sukses

Vanessa Angel Dikabarkan Depresi di Penjara, Ini Gejalanya

Sudah lebih dari dua bulan Vanessa Angel mendekam di balik penjara, ia dikabarkan mengalami depresi. Apa saja gejalanya?

Klikdokter.com, Jakarta Semenjak ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Mapolda Jawa Timur selama lebih dari dua bulan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE, selebritas Vanessa Angel dikabarkan mengalami depresi, bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Sebenarnya, apa saja gejala depresi yang bisa berujung pada tindakan bunuh diri?

Dirangkum dari berbagai pemberitaan media, Milano Lubis selaku kuasa hukum Vanessa mengakui bahwa kliennya itu sempat merasa depresi karena kasus hukum yang membelitnya dinilai tidak adil.

Selain itu, mantan rekan duet menyanyi Vanessa, Nicky Tirta, juga mengungkapkannya lewat akun Instagram-nya setelah menjenguk Vanessa di Surabaya. Singkatnya, Nicky menuliskan, “Ngga mudah menjadi Vanessa yang menurutnya ini adalah ‘titik terendah’ dalam hidupnya. Dia sering kali berpikir lebih baik hidupnya berakhir saja ...”

Meski tak mengenal Vanessa, membaca kalimat tersebut mungkin memunculkan perasaan simpati. Menurut kesaksian beberapa orang yang menjenguknya, wanita berusia 27 tahun sering sakit dan merindukan ayahnya, hingga menangis terus-menerus. Tak hanya itu, Milano juga mengungkap bahwa berat badan aktris FTV ini menyusut karena tidak doyan makanan di penjara. Presenter acara “Selebrita” ini juga dikatakan menderita penyakit asam lambung dan sinusitis.

Berbagai penyebab depresi

Depresi, seperti yang dialami oleh Vanessa Angel adalah gangguan mental yang paling sering ditemui. Dilaporkan lebih dari 300 juta orang di dunia mengalami depresi, dan kondisi ini dapat dialami siapa saja dari berbagai kelompok usia.

Sayangnya, sebagian besar masyarakat masih menganggap bahwa mereka yang depresi adalah orang-orang yang kurang beribadah, lemah secara psikologis, atau hanya melebih-lebihkan keadaan. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, anggapan-anggapan tersebut tidak tepat.

“Depresi terjadi karena proses yang kompleks dan melibatkan banyak faktor. Mulai dari sosial, psikologis, dan biologis. Berbagai kejadian juga turut memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang dan bagaimana ia menghadapi masalah dalam hidupnya,” kata dr. Sepriani menjelaskan.

1 dari 2 halaman

Depresi bisa mengarah pada bunuh diri

Jika depresi tidak ditangani dengan baik, bunuh diri bisa dianggap sebagai jalan keluar. Pencegahannya dapat dilakukan dengan mengetahui apa saja gejala depresi yang mengarah pada bunuh diri alias warning signs, seperti yang dijabarkan oleh dr. Sepriani di bawah ini.

  1. Menarik diri dari komunitas

Seseorang yang depresi akan lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendiri ketimbang berkumpul bersama keluarga atau teman-temannya.

  1. Kebanyakan tampak murung

Sebagian besar orang yang depresi akan menampakkan raut wajah murung dan intonasi cenderung datar. Meski begitu, ada juga yang tetap terlihat ceria dan humoris, padahal sebetulnya ia sedang sedih atau depresi.

  1. Tak lagi suka dengan hobinya

Umumnya penderita tak mau lagi melakukan hal-hal yang disenangi, bahkan mungkin saja ia akan meninggalkan hobi yang selama ini disuka.

  1. Gangguan memori dan sulit konsentrasi

Tentunya ini bisa membuat penderitanya sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar, serta kesulitan dalam mengingat.

  1. Gangguan tidur

Meski gangguan tidur bisa disebabkan oleh beragam faktor, pada umumnya, orang yang depresi akan mengalami sulit tidur atau insomnia.

  1. Nafsu makan menurun

Nafsu makan juga dipengaruhi oleh suasana hati. Pada orang yang depresi, penurunan nafsu makan bisa berujung pada penurunan berat badan secara tidak sehat.

  1. Mengatakan keinginan untuk bunuh diri

Seperti yang banyak diberitakan, Vanessa sempat mengatakan lebih baik mengakhiri hidupnya. Dalam kondisi depresi berat, bukan tak mungkin ide tersebut akan terealisasi.

  1. Melakukan hal-hal membahayakan jiwanya

Tak ada yang menginginkan hal ini. Karenanya, tujuh poin di atas harus dikenali agar skenario terburuk ini bisa dihindari.

Depresi tak boleh dianggap sepele. Sejumlah gejala di atas bisa menjadi semacam peringatan.

Kondisi depresi yang dialami Vanessa Angel sehingga memicu keinginan untuk bunuh diri, sangat mungkin dialami oleh siapa saja. Jika Anda mengenal seseorang yang mengalaminya, dampingilah ia. Tawarkan bantuan apa yang bisa Anda berikan untuk membantunya merasa lebih baik. Jika perlu, ajak ia berkonsultasi dengan ahli kesehatan jiwa mengenai kondisi yang dialaminya.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar