Sukses

Gemar Mengunyah Permen Karet? Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

Mengunyah permen karet mungkin suatu hal yang dianggap tidak bermanfaat. Tapi ternyata, aktivitas ini banyak menguntungkan kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Permen karet telah dilakukan selama ribuan tahun. Demikian pula dengan kebiasaan mengunyah perment bertekstur kenyal ini.

Pada dasarnya, permen karet memang dibuat hanya untuk dikunyah dan tidak untuk ditelan. Permen karet biasanya terbuat dari bahan karet yang dilengkapi dengan pemanis dari gula tebu atau jagung, atau non-gula seperti xylitol dan aspartam.

Kebiasaan mengunyah permen karet sering kali dianggap tidak berguna selain untuk iseng. Akan tetapi, ternyata mengunyah permen karet juga dapat mendatangkan beberapa manfaat. Apa saja sih mengunyah permen karet?

  1. Meningkatkan memori dan menurunkan perasaan stres

Studi menemukan, mengunyah permen karet saat sedang bertugas meningkatkan berbagai aspek, seperti fungsi otak, kewaspadaan, memori, pemahaman, serta pembuatan keputusan. Menurut studi, individu yang mengunyah permen karet saat ujian, bekerja 24 persen lebih baik dalam tes memori jangka pendek, dan 36 persen dalam tes memori jangka panjang.  

Menariknya, beberapa studi menemukan bahwa mengunyah permen karet saat mengerjakan tugas pada awalnya merupakan distraksi. Namun, dalam periode yang panjang, kegiatan ini ternyata dapat meningkatkan fokus.

Bagaimana permen karet dapat meningkatkan memori belum diketahui secara menyeluruh. Satu teori menyebutkan bahwa hal ini berkaitan dengan aliran darah yang meningkat ke otak akibat mengunyah permen karet. Studi lain menyebutkan bahwa mengunyah permen karet dapat menurunkan stres serta meningkatkan perasaan waspada.

Pada mahasiswa, mengunyah permen karet selama 2 minggu terbukti menurunkan tingkat stres, terutama yang berhubungan dengan beban akademik. Temuan ini dapat berhubungan dengan aktivitas mengunyah, yang telah terbukti menurunkan hormon stres seperti kortisol.

  1. Menurunkan berat badan dan nafsu makan

Mengunyah permen karet dapat membantu Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Ini terjadi karena permen karet bersifat manis dan juga rendah kalori. Aktivitas ini tidak akan mengganggu diet Anda sehingga Anda pun tidak perlu merasa “berdosa”.

Sebuah studi kecil menemukan bahwa mengunyah permen karet setelah makan siang menurunkan rasa lapar serta kebiasaan ngemil di kemudian hari hingga 10 persen. Permen karet diketahui juga dapat meningkatkan laju metabolisme. Para sukarelawan membakar 19 persen kalori lebih banyak dibandingkan kelompok yang tidak mengunyah permen karet.

Akan tetapi, hal ini perlu diteliti lebih lanjut. Apakah melakukan hal tersebut dalam jangka panjang dapat membantu penurunan berat badan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Menjaga gigi tetap sehat dan mencegah bau mulut

Mengunyah permen karet bebas gula dapat melindungi gigi Anda sehingga terbebas dari masalah gigi berlubang. Permen karet bebas gula lebih baik dibandingkan dengan yang mengandung gula. Gula dalam permen karet memberi “makanan” terhadap bakteri jahat di dalam mulut penyebab gigi rusak dan bau mulut.

Karena itu, sebaiknya kunyah permen karet yang mengandung xylitol karena lebih efektif untuk mencegah kerusakan gigi. Suatu studi menunjukkan bahwa permen karet yang mengandung xylitol dapat menurunkan bakteri jahat di dalam mulut hingga 75 persen.

Kelebihan lain, mengunyah permen karet setelah makan berat akan meningkatkan laju produksi air liur. Air liur pun dapat membasuh gula yang jahat serta sisa makanan penyebab bakteri dalam mulut.

Selain yang telah disebutkan, mengunyah permen karet dapat membawa keuntungan seperti:

  • Mencegah infeksi telinga pada anak
  • Membantu berhenti merokok
  • Membantu usus pulih lebih cepat setelah operasi

Mengunyah permen karet secara rutin ternyata membawa banyak manfaat untuk kesehatan. Tidak ada salahnya mencoba mengunyah permen karet saat sedang bekerja. Namun, pastikan Anda rutin menjaga kesehatan gigi dengan menyikatnya 2 kali sehari serta kontrol ke dokter gigi 2 kali dalam setahun.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar