Sukses

Waktu yang Tepat untuk Menjemur Bayi

Menjemur bayi adalah salah satu rutinitas dalam perawatan bayi. Namun, apakah Anda sudah menjemur bayi Anda di waktu yang tepat?

Klikdokter.com, Jakarta Sejak pertengahan abad ke-19, sinar matahari sudah diketahui memiliki efek pengobatan untuk penyakit riketsia (kelainan tulang akibat kekurangan vitamin D, kalsium, dan fosfat). Karena itu, hingga saat ini kegiatan menjemur bayi masih menjadi aktivitas wajib bagi para orang tua. Hal ini terutama dilakukan pada bayi yang mengalami kuning (jaundice) sejak lahir. Apakah Anda termasuk para orang tua yang rutin menjemur bayi? Dan sudah tahukah Anda kapan waktu yang tepat untuk menjemur bayi?

Manfaat menjemur bayi

Menjemur bayi, selain dapat mengurangi kuning fisiologis pada bayi baru lahir, telah terbukti bermanfat untuk kesehatan tulang. Vitamin D akan terbentuk ketika sinar matahari mengubah molekul yang bernama 7-dehidrokolesterol di kulit menjadi bentuk vitamin D yang tidak aktif. Bentuk vitamin D yang belum aktif ini memasuki sirkulasi darah, lalu diubah menjadi bentuk vitamin D aktif di hati dan ginjal.

Bahkan di negara India, sudah menjadi rutinitas untuk memijat bayi dan memberikannya “mandi matahari”. Sayangnya, perubahan gaya hidup belakangan ini menyebabkan anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Hal ini berdampak pada kemunculan kondisi defisiensi vitamin D sebagai masalah baru pada bayi dan anak-anak.

Peneliti dari University College of Medical Sciences di New Delhi melakukan studi terkait penjemuran terhadap 100 bayi. Para ibu bayi tersebut diminta mencatat waktu, durasi, dan seberapa banyak area tubuh yang terekspos ketika dijemur setiap hari. Usia para bayi yang diikutkan dalam penelitian adalah 6 minggu.

Studi tersebut menemukan, paparan sinar matahari minimal 30 menit per minggu dengan 40 persen area tubuh terkena matahari bisa membantu kadar vitamin D yang cukup pada usia 6 bulan. Peneliti tersebut juga mengklaim bahwa 90 persen kebutuhan vitamin D bisa terpenuhi dari proses menjemur bayi.

Selain itu, menjemur bayi juga diketahui bermanfaat untuk bayi yang sedang mengalami infeksi saluran napas ringan. Dikatakan bahwa menjemur dapat mempercepat penyembuhan bayi dengan kondisi tersebut.

1 dari 2 halaman

Waktu menjemur bayi dan metodenya

Menjemur bayi memang dapat memberikan manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh bayi. Namun faktanya, sinar matahari juga diyakini sebagai pemicu munculnya kanker kulit.

Paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut pada usia lanjut. Disebutkan bahwa semakin dini usia dimulainya paparan sinar matahari, semakin tinggi pula risiko terjadinya kanker kulit pada usia tua.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah munculnya risiko kanker kulit pada bayi adalah dengan menjemur pada waktu yang tepat. Adapun waktu yang harus dihindari untuk menjemur bayi adalah di atas pukul 09.00 pagi sampai pukul 16.00 sore. Alasannya, jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi ada pada periode waktu tersebut.

Selain menentukan waktu yang aman untuk menjemur, penting juga untuk memastikan digunakannya perlindungan yang cukup terhadap sinar matahari. Hal ini juga sangat signifikan dalam mencegah peningkatan risiko kanker kulit.

Berikut adalah rekomendasi metode yang digunakan ketika menjemur bayi:

  1. Bayi sebaiknya tetap menggunakan topi dan pakaian
  2. Gunakan tabir surya (minimal SPF 15) pada 15-20 menit sebelum paparan terhadap sinar matahari. Ulangi pemakaian tabir surya setiap 2 jam bila masih akan menjemur bayi atau setelah berkeringat
  3. Lindungi mata bayi agar tidak terkena sinar matahari secara langsung
  4. Pada tipe kulit yang lebih berisiko terkena kanker kulit, contohnya tipe melanoma, yaitu dengan jenis kulit putih, muka berbintik (freckles), dan riwayat keluarga dengan melanoma, harus lebih waspada untuk tidak terpapar sinar radiasi UV yang berlebihan

Orang tua tidak perlu bingung dalam memilih tabir surya yang baik untuk para buah hatinya. Pilihlah tabir surya yang berspektrum luas (melindungi dari sinar UV A dan UV B), memiliki perlindungan minimal SPF 15, dan tahan air.

Sebaiknya sebelum digunakan secara luas ke tubuh, oleskan sedikit tabir surya untuk melihat adakah reaksi kulit yang terjadi. Misalnya, oleskan sedikit tabir surya pada area kulit pergelangan tangan sebelah dalam. Bila tidak terjadi iritasi, tabir surya tersebut relatif aman untuk kulit bayi Anda.

Tabir surya hanya diberikan pada kulit yang terpapar saja. Pemakaian tabir surya pada bayi prematur harus dibatasi. Itu karena lapisan kulitnya – yang disebut stratum korneum – lebih tipis sehingga dapat mengabsorpsi (menyerap) bahan tabir surya lebih banyak.

Jadi, pastikan menjemur bayi sebelum pukul 09.00 pagi, dan setelah pukul 16.00 sore. Pastikan juga beberapa metode menjemur bayi yang dipaparkan di atas. Dengan metode menjemur bayi yang tepat, manfaatnya pun dapat dirasakan secara lebih optimal. Risiko kesehatan yang ada di baliknya pun dapat diminimalkan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar