Sukses

Nutrisi Lengkap untuk Bekal Anak Sekolah

Bekal anak sekolah perlu mengandung komponen gizi lengkap seimbang, sekaligus tetap menarik dan lezat di lidah agar anak makan dengan lahap.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi para orang tua, memastikan anak usia sekolah tetap mendapatkan cukup gizi dan nutrisi itu susah-susah gampang. Apalagi jika di sekolahnya dijual beragam jajanan yang belum jelas kebersihannya. Ditambah lagi pengaruh teman-teman sebaya yang mengajaknya untuk jajan di sekolah. Nah, salah satu cara memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi adalah dengan menyediakan bekal anak sekolah.

Bekal, lebih baik daripada jajan

Mengapa orang tua sebaiknya membawakan anak bekal dari rumah untuk dibawa dan disantap di sekolah? Tentunya, bekal yang dibawa dari rumah lebih terjamin kebersihannya.

Dengan membawakan anak bekal, orang tua juga dapat memastikan kualitas bahan-bahan makanan yang dipakai, yakni segar dan berkualitas. Orang tua juga dapat memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dengan menyusun menu bekal anak yang terdiri dari berbagai komponen gizi lengkap seimbang.

Anak juga perlu dilibatkan dalam proses pemilihan menu serta saat menyiapkan bekal. Dengan cara ini, mereka pun bisa lebih bersemangat untuk menyantap bekal yang dia bantu siapkan di rumah.

Nutrisi bekal anak sekolah

Sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI untuk pemenuhan gizi seimbang melalui program “Ini Piringku”, bekal berkualitas harus memperhatikan jumlah asupan yang dibutuhkan anak dan komposisinya. Misalnya, karbohidrat, protein, dan lemak.

Untuk kebutuhan kalori, anak usia sekolah memiliki jumlah kebutuhan kalori yang berbeda untuk setiap jenjangnya. Sebagai contoh, anak usia sekolah dasar (SD) dianjurkan untuk mengonsumsi 550-650 kalori, usia sekolah menengah pertama (SMP) 600-700 kalori, dan usia sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 750-850 kalori. Tentu jumlah ini dapat berubah tergantung berat dan tinggi badan anak serta aktivitasnya sehari-hari.

Untuk komposisi menu bekalnya, Anda dapat membagi komponen bekal anak ke dalam tiga kategori besar, yaitu makanan pokok, lauk-pauk, dan buah sayur.

  • Makanan pokok

Mayoritas orang Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Karena itu, orang tua pada umumnya membawakan anak bekal dengan sumber karbohidrat nasi. Namun, kalau terus-menerus, anak tentu merasa bosan. Nah, Anda dapat menyelingi nasi dengan sumber karbohidrat lain sebagai variasi, misalnya kentang atau bihun.

  • Lauk-pauk

Lauk pauk digunakan untuk mengategorikan komposisi protein dalam menu bekal anak. Terdapat dua jenis protein, yaitu protein hewani seperti daging, telur, dan ikan; serta protein nabati seperti tahu dan tempe. Sebaiknya, sebisa mungkin kombinasikan kedua sumber protein ini dalam satu menu bekal anak (bukan memilih salah satu). Misalnya, jika anak membawa lauk tempe, Anda bisa membawakannya susu sebagai sumber protein hewani.

  • Buah dan sayur

Buah dan sayur merupakan sumber serat sekaligus sumber berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Untuk itu, ajari anak makan buah sayur sedini mungkin.

Biasakan pula anak tetap menyantap buah sayur meski berada di sekolah. Anda bisa membawakannya buah yang mudah dimakan seperti pisang, atau buah potong yang segar seperti pepaya dan semangka. Berinovasi dengan menjadikannya menu menarik seperti salad buah juga dapat meningkatkan nafsu makan buah pada anak.

Menyiapkan bekal untuk anak ke sekolah merupakan pilihan cerdas orang tua untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak bisa terpenuhi. Dengan nutrisi yang cukup dan berkualitas, perkembangan dan pertumbuhan anak tentu akan optimal. Jangan lupa seimbangkan dan variasikan menu bekal anak ya supaya tidak bosan. Yuk, bawakan anak bekal ke sekolah!

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar