Sukses

Awas, Salah Potong Kuku Bisa Sebabkan Infeksi!

Jangan asal potong kuku. Bukan cuma bentuknya bisa jadi jelek, tapi salah potong kuku juga bisa sebabkan infeksi, lo!

Klikdokter.com, Jakarta Potong kuku merupakan sebuah rutinitas yang kerap disepelekan. Padahal, salah potong kuku, misalnya terlalu pendek memotongnya atau mengelupas kutikula secara salah tak cuma bikin kuku jadi tak sedap dipandang, tapi juga bisa menyebabkan infeksi.

Bagi Anda yang gemar melakukan manikur dan pedikur, baik di salon kuku maupun di rumah, salah satu hal yang sering dilakukan adalah memotong kuku hingga mengangkat atau menghilangkan kutikula. Kutikula adalah lapisan kulit yang membingkai sisi kuku. Bagian ini kerap dihilangkan supaya kuku terlihat rapi, khususnya saat ingin mengaplikasikan nail art. Namun, ternyata tindakan ini tidak dianjurkan.

Jangan mengelupas kutikula saat memotong kuku

Dilansir dari Reader’s Digest, menurut American Academy of Dermatology, tindakan mengangkat kutikula justru dapat mempermudah bakteri jahat untuk masuk ke akar kuku. Sehingga, risiko terkena infeksi pun meningkat.

Hal ini juga dibenarkan oleh dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter. Menurutnya, mengelupas kutikula akan menjadi faktor risiko penyebab infeksi pada kuku.

“Kutikula itu pada dasarnya berfungsi sebagai pelindung kuku. Jika dikelupas, celah yang terbuka antara kuku dan kutikula akan menjadi jalan masuk bagi kuman,” jelas dr. Adeline.

Tak cuma mengangkat kutikula yang dianggap salah, memotong kuku sebelum merendamnya dalam air hangat juga berisiko membuat kuku terpotong dengan tak semestinya (terlalu pendek atau salah bentuk) karena tekstur kuku yang masih keras.

Merendam kuku dalam air hangat dapat membuat tekstur kuku yang panjang menjadi lebih fleksibel, sehingga mudah dipotong dan dibentuk tanpa memicu terjadinya luka. Tak hanya itu, dr. Adeline juga menyarankan Anda untuk mencampur air lemon, garam, atau lavender oil saat merendam kuku dalam air hangat sebelum memotongnya.

1 dari 2 halaman

Setelah potong kuku, jangan lupa mengikirnya

Memotong kuku dan mengikirnya adalah dua hal yang tak seharusnya dipisahkan. Kuku terdiri atas protein keratin seperti yang terdapat pada rambut. Anggota tubuh ini memiliki fungsi utama untuk melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, sekaligus meningkatkan sensasi saat menyentuh.

Nah, mirip juga dengan rambut, kuku yang sudah panjang mesti digunting. Karena, kuku yang pendek dianggap lebih bersih dan jarang patah sehingga tidak akan melukai Anda.

Lagi pula, semakin panjang kuku, maka kotoran akan semakin mudah terselip di dalam kuku dan masuk ke dalam tubuh saat Anda makan. Jadi, potonglah kuku Anda secara rutin dengan tidak memotongnya lebih pendek dari “bingkai” kuku Anda, lalu kikir ujungnya agar tidak terlalu tajam.

Jangan lakukan ini jika tak mau kuku bermasalah

Selain memperhatikan cara memotong kuku, ada beberapa cara lain agar kuku terhindar dari infeksi dan kerapuhan. Salah satunya tidak terlalu sering menggunakan kuteks. Penggunaan kuteks yang terlalu sering dapat menyebabkan kuku kering dan membuatnya lebih tipis. Hal tersebut bisa terjadi karena kuku sangat mudah menyerap bahan kimia, meski dari luar terlihat kuat dan tebal.

“Jika ingin menggunakan kuteks, sebaiknya berikan jeda antar pemakaian kuteks agar kuku bisa beristirahat dari bahan kimia,” dr. Adeline menyarankan.

Menghias kuku sekarang juga tak harus menggunakan kuteks. Terdapat stiker nail art dan kuku tempel sehingga yang dihias adalah bagian kuku palsunya, bukan kuku asli Anda.

Untuk menghilangkan kuteks, hindari menggunakan cairan aseton karena aseton mengandung bahan kimia yang dapat membuat kuku menjadi lebih rapuh. Jika memungkinkan, hilangkan kuteks dengan cara mengelupasnya.

Tak hanya memperhatikan kebersihan, ternyata Anda tak boleh salah potong kuku karena bisa menyebabkan infeksi. Jagalah selalu kesehatan kuku Anda dengan selalu memotong, mengikir, dan tidak mengelupas kutikula agar tidak menjadi jalan masuk kuman penyebab infeksi. Untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kuku dari dalam, konsumsilah makanan yang mengandung zat besi, vitamin C, dan biotin seperti kacang-kacangan dan ubi jalar, sehingga kuku terpelihara dengan baik secara alami.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar