Sukses

Cara Sederhana Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Membangun rasa percaya diri anak bisa jadi tantangan untuk orang tua. Bagaimana cara meningkatkan percaya diri anak agar lebih berani? Cek di sini.

Beberapa anak memang cukup sulit mengekspresikan dirinya, baik secara emosi maupun lisan. Mereka pun cenderung ragu untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya di lingkungan baru.

Akan tetapi, sebagai ibu, Anda harus dapat mencari cara meningkatkan percaya diri anak dalam menunjukkan bakat dan kemampuan diri.

Anak perlu memiliki pandangan positif terhadap dirinya sendiri. Hal ini akan mendorong mental anak untuk berani menghadapi dan menerima tantangan, menerima kegagalan dengan lapang dada dan tidak ragu atau takut untuk mencoba kembali.

Untuk itu, orang tua perlu membangun fondasi yang kuat sehingga kepercayaan diri anak lebih kokoh saat beranjak dewasa. Nah, beberapa hal berikut ini merupakan sejumlah cara membuat anak berani dan percaya diri:

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Pola Asuh dan Dampaknya pada Karakter Anak

1 dari 4 halaman

1. Luangkan Waktu untuk Bermain

Cara meningkatkan percaya diri anak yang pertama adalah dengan meluangkan waktu untuk bermain.

Waktu bermain adalah salah satu investasi terbaik yang dapat Anda berikan pada anak. Waktu yang diluangkan tersebut membuat anak merasa berharga dan diakui.

Fokuskan perhatian Anda pada anak selama bermain. Anak akan merasakan dan mengetahui jika pikiran orangtuanya ada di tempat lain.

Dedikasikan diri bermain dengan anak. Berbagi imajinasi bersama si kecil dapat menjalin kedekatan dan anak merasa didengarkan pendapatnya.

2. Berikan Mereka Pekerjaan di Rumah

Hal berikutnya yang dapat Anda lakukan agar anak berani dan percaya diri adalah dengan memberikan sedikit pekerjaan di rumah.

Anak-anak membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan keterampilan mereka dan merasa bahwa kontribusi mereka dihargai.

Di rumah, kesempatan ini dapat Anda berikan saat meminta mereka untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Misalnya menyiapkan meja, merapikan mainannya, mencuci piring, melipat selimutnya.

Pertimbangkan minat anak saat Anda memberi mereka tugas. Misalnya, anak yang suka berkebun dapat membantu menyirami tanaman atau anak yang hobi dengan mobil-mobilan dapat membantu mencuci kendaraan.

Ketika seorang anak berhasil menyelesaikan tugas, mereka akan merasa percaya diri. Tambahkan sedikit apresiasi terhadap hasil tugas itu.

Artikel Lainnya: 7 Pola Asuh yang Menjauhkan Anak dari Kesuksesan

3. Biarkan Anak Mengatasi Permasalahan

Anda dapat menyusun aktivitas yang dapat menantang kemampuan si Kecil sesuai usianya.

Sebagai contoh, anak dapat melakukan pekerjaan rumah atau ikut serta dalam hobi Anda. Biarkan dia mencoba sendiri, tanpa terburu-buru mengambil alih atau mencela saat anak gagal.

Tunjukkanlah cara untuk mengatasi permasalahan dalam langkah-langkah sederhana agar anak Anda dapat melakukannya satu demi satu.

Jangan lupa memberikan pujian saat ia berhasil, tanpa berlebihan atau mengabaikan kelemahannya.

2 dari 4 halaman

4. Berikan Pujian akan Usahanya

Saat anak tampak berusaha melakukan atau mencapai sesuatu, terlepas dari apapun hasilnya, berikan pujian akan usaha yang telah dia lakukan.

Hal ini akan perlahan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Dia akan menyadari bahwa bukan hasil saja yang patut diperhatikan, tetapi juga proses saat melakukannya.

5. Beri Perhatian dan Kasih Sayang

Memberikan perhatian pada anak adalah hal yang sangat penting. Sama seperti bermain, memberi perhatian meningkatkan perasaan harga diri anak.

Ini akan mengirim “pesan” bahwa mereka penting dan berharga. Anda bisa melakukan beberapa perilaku kecil di bawah ini saat ingin memberikan perhatian pada anak:

  • Buat kontak mata sehingga jelas bahwa Anda benar-benar mendengarkan mereka.
  • Jika anak Anda perlu berbicara, berhentilah melakukan sesuatu. Selanjutnya, dengarkan apa yang mereka katakan. Mereka perlu tahu bahwa pikiran, perasaan, dan pendapat mereka adalah penting.
  • Bantu mereka merasa nyaman dengan emosi mereka dengan menerimanya tanpa menghakimi. Dengan melakukan itu, Anda memvalidasi perasaan itu dan menunjukkan bahwa Anda menghargai apa yang mereka katakan.
  • Bagikan perasaan Anda sendiri untuk membantu mereka mendapatkan kepercayaan diri dalam mengekspresikan perasaan mereka sendiri.

Artikel Lainnya: Dampak Pola Asuh Otoriter bagi Kesehatan Mental Anak

6. Menunjukkan Contoh dalam Tindakan Sehari-hari

Ini merupakan langkah yang penting. Di usia kanak-kanak, si Kecil memulai segalanya dengan menirukan apa yang dilihat di sekitarnya.

Oleh sebab itu, tindakan dan kata-kata Anda yang muncul di hadapan anak akan mencerminkannya.

Anda juga bisa menunjukkan kepada anak Anda bagaimana melakukan langkah-langkah mengatasi masalah dan bukan menghindarinya.

3 dari 4 halaman

7. Memancing Rasa Ingin Tahu Anak

Ada masanya anak akan bertanya terus kepada orang tua mengenai segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Jangan hentikan proses ini dengan melarang anak bertanya.

Biarkan ia bertanya dan jawablah semampu Anda. Bila Anda belum mengetahui jawabannya, beritahu anak bahwa Anda memang belum tahu dan akan mencari tahu.

Selain itu, pancing pula rasa ingin tahu anak dengan menanyakan pertanyaan sederhana kepadanya.

Hal ini akan memancing dialog antara anak dan Anda, serta membuat ia lebih berani dan percaya diri dengan pendapatnya sendiri.

Rasa percaya diri anak bukanlah sesuatu yang dapat dibangun dalam semalam. Orang tua perlu secara konsisten membangun perasaan ini.

Dengan menunjukkan perhatian, memberi kesempatan untuk mencoba, dan meluangkan waktu, Anda dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang sehat pada anak. Dan yang utama, jangan lupa untuk menjadi contoh dalam tindakan sehari-hari, ya.

Konsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih jauh tentang pola asuh anak yang baik via LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(PUT/AYU)

Referensi:

KidsHealth. Diakses 2021. Your Child's Self-Esteem.

0 Komentar

Belum ada komentar