Sukses

Kenali Faktor Risiko Tertular Tuberkulosis

Banyak kondisi yang dapat meningkatkan risiko seorang terkena infeksi tuberkulosis. Cari tahu di sini apa saja faktor risiko tuberkulosis.

Klikdokter.com, Jakarta Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat berdampak serius bagi kesehatan. Penyakit ini dapat terjadi pada berbagai organ tubuh, tapi sering menyerang paru-paru. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi tuberkulosis dapat menyebabkan kematian.

Bakteri penyebab tuberkulosis ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui droplet kecil di udara yang dilepaskan ketika seseorang batuk dan bersin. Terdapat beberapa keadaan yang meningkatkan risiko seorang mengalami infeksi tuberkulosis. Apa saja faktor risiko itu?

1. HIV

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu faktor risiko terjadinya infeksi TB. Virus ini dapat ditemukan di dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi, meliputi cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual, serta kontak dengan darah dan cairan tubuh penderita HIV.

Infeksi tuberkulosis rentan terjadi karena penderita HIV memiliki sistem imun yang lebih rendah. Infeksi HIV akan menyebabkan penurunan sistem pertahanan tubuh sehingga seorang pasien akan lebih mudah terkena infeksi tuberkulosis. Pada penderita HIV, infeksi TB yang terjadi juga menunjukkan gejala yang lebih berat.

2. Diabetes mellitus

Diabetes mellitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, stroke, obesitas, serta gangguan pada mata, ginjal, dan saraf.

Selain komplikasi pada organ jantung dan otak, ternyata penyakit diabetes juga menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh seorang. Penderita DM yang kadar gulanya tidak terkontrol dengan baik lebih rentan terinfeksi tuberkulosis.

Karena itu, penderita TB perlu menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi apakah adanya gangguan diabetes. Sebaliknya, penderita diabetes juga perlu menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi adanya infeksi TB.

3. Penggunaan obat penekan sistem imun

Infeksi TB lebih mudah terjadi pada orang dengan sistem imun atau pertahanan yang rendah. Sistem pertahanan tubuh yang rendah dapat disebabkan oleh penyakit, atau penggunaan obat penekan imun, misalkan obat golongan steroid. Obat ini sering digunakan pada berbagai keadaan seperti penyakit autoimun.

4. Anak-anak

Tuberkulosis dapat menular ke anak-anak dengan lebih mudah karena daya tahan tubuhnya relatif lebih lemah dibanding orang dewasa. Hal ini khususnya terjadi pada anak dengan status gizi yang tidak baik.

Status gizi yang buruk menyebabkan penurunan daya tahan tubuh anak, sehingga lebih mudah terkena infeksi TB. Kuman TB juga lebih mudah ditularkan di lingkungan yang padat dengan sirkulasi udara yang tidak baik.

Berbeda dengan orang dewasa, gejala TB pada anak lebih sulit dikenali karena terkadang gejala TB-nya kurang jelas. Gejala TB yang paling sering ditemukan pada anak adalah batuk dan sesak napas. Selain itu, gejala yang cukup sering terjadi pada anak dengan TB adalah berat badan yang rendah sehingga anak mengalami gizi kurang.

Ternyata, banyak kondisi yang dapat meningkatkan risiko seorang terkena infeksi tuberkulosis. Namun, jika Anda tidak memiliki berbagai faktor di atas, bukan berarti Anda terbebas dari infeksi tuberkulosis. Anda tetap perlu berhati-hati dan menjaga kesehatan Anda agar terhindar dari infeksi tuberkulosis.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar