Sukses

Pola Makan yang Tepat untuk Penderita Tuberkulosis

Penderita tuberkulosis harus menjaga pola makan, supaya penyakit bisa dikendalikan. Ini pola makan tepat yang bisa diterapkan.

Klikdokter.com, Jakarta Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017 menyebut, terdapat 10 juta orang di seluruh dunia terkena tuberkulosis. Beberapa di antara angka tersebut berasal dari Indonesia, karena merupakan negara dengan penyumbang kasus tuberkulosis paling tinggi selain India, Tiongkok, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, tuberkulosis merupakan infeksi sangat menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyebaran penyakit tersebut terjadi ketika penderita tuberkulosis mengeluarkan dahak atau cairan liur (droplet) yang berisi kuman penyebab penyakit ke udara.

"Sebagai catatan, dalam satu kali batuk, penderita tuberkulosis akan menghasilkan 300 percikan dahak. Penularan dapat terjadi saat penderita batuk, bersin, berbicara, meludah, atau bahkan tertawa jika memang saat itu terjadi pengeluaran dahak," ujar dr. Vita.

Lebih lanjut, dr. Vita mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang berperan dalam penyebaran tuberkulosis, yaitu daya tahan tubuh yang cenderung rendah, lingkungan yang tidak higienis, dan frekuensi berkontak dengan penderita.

“Semakin banyak Anda menghabiskan waktu dengan penderita tuberkulosis, maka risiko Anda untuk mengalami penyakit tersebut juga semakin tinggi. Tapi, ini tidak berarti bahwa satu kali batuk penderita tuberkulosis akan langsung menularkan penyakitnya, ya!,” tegas dr. Vita.

Mengingat adanya risiko penularan yang tinggi, penderita tuberkulosis sangat dianjurkan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hal ini dilakukan supaya penyakit bisa dikendalikan hingga sembuh sepenuhnya.

Salah satu perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah dari segi pola makan. Ya, penderita tuberkulosis harus membenahi segala sesuatu yang dikonsumsi agar penyakit tidak semakin menjalar dan menginfeksi orang-orang di sekitarnya.

Pola makan tepat untuk tuberkulosis

Untuk memberi tubuh Anda vitamin, mineral, dan sejumlah gizi lain yang dibutuhkan, berikut adalah anjuran makan yang mesti dilakukan:

  • Konsumsi sayuran berdaun hijau gelap, seperti kangkung dan bayam. Karena, kandungan zat besi dan vitamin B yang ada di dalamnya sangat baik untuk menunjang kesehatan
  • Perbanyak konsumsi biji-bijian utuh, seperti pasta gandum, roti, dan serealia
  • Makan sayuran yang kaya antioksidan dan berwarna cerah, seperti wortel, paprika, labu, dan tomat. Selain itu, konsumsi juga buah-buahan seperti blueberry dan ceri
  • Ganti sumber lemak dengan yang lebih sehat. Misalnya, mengganti minyak goreng atau mentega dengan minyak zaitun
  • Konsumsi sumber protein yang baik seperti daging unggas, kacang-kacangan, tahu, dan ikan.

Sebaliknya, Anda sebaiknya mengurangi atau menghindari sama sekali beberapa asupan di bawah ini, apalagi ketika gejala sedang kambuh:

  • Jangan bersentuhan dengan tembakau dalam bentuk apapun, termasuk rokok. Sebisa mungkin, berhenti dari aktivitas merokok atau terpapar asap rokok
  • Hindari minuman beralkohol. Jenis minuman tersebut dapat meningkatkan terjadinya risiko efek samping kerusakan hati dari obat-obatan yang dikonsumsi rutin
  • Batasi kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya
  • Batasi produk olahan, seperti gula, roti putih, dan nasi putih
  • Hindari daging merah berlemak dan mengandung kolesterol tinggi

Tuberkulosis merupakan penyakit berbahaya yang mesti “diperlakukan” dengan benar, supaya tingkat kesembuhan kian meningkat. Karenanya, jika Anda mengalami penyakit tersebut, pastikan untuk tidak lupa menerapkan pola makan yang telah dijabarkan dan konsumsi obat yang diberikan oleh dokter sesuai aturan, agar penyakit tersebut bisa dikendalikan hingga sembuh sepenuhnya.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar