Sukses

Penyebab Perut Kembung pada Bayi

Bayi bisa menangis berjam-jam jika sedang mengalami perut kembung. Ketahui apa saja penyebab perut kembung pada bayi.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi orang dewasa, perut kembung tidak terlalu menimbulkan masalah. Namun, perut kembung pada bayi dapat menjadi masalah yang cukup menyakitkan. Ketika bayi mengalami kembung (kolik), gelembung-gelembung kecil ada di perut atau usus mereka. Kondisi itu dapat membuat tekanan hingga sakit perut pada bayi.

Beberapa bayi tidak terlalu terpengaruh oleh adanya kembung tersebut. Namun, beberapa lainnya menjadi gelisah, tidak bisa tidur, bahkan menangis berjam-jam.

"Kembung memang banyak dialami bayi, terutama di bawah usia 3 bulan, karena pencernaannya belum sempurna. Keluhan ini perlahan akan berkurang setelah bayi berusia 3-4 bulan," ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Nah, Anda perlu tahu apa saja penyebab perut kembung pada bayi agar Anda dapat menghindarinya. Berikut beberapa di antaranya, seperti dikutip dari Medical News Today:

  • Menelan udara

Bayi dapat menelan udara ketika mereka menyusu pada ibu atau dari botol. Beberapa bayi belum terlalu “piawai” mengisap air susu sehingga udara dapat ikut tertelan. Bahkan, para bayi dapat tak sengaja menelan udara hanya karena banyak mengoceh.

  • Menangis berlebihan

Bayi cenderung menelan udara ketika mereka menangis. "Bayi yang menangis terus-menerus juga lebih rentan menjadi kembung karena banyak udara yang masuk ke perutnya," ujar dr. Dyan Mega.

Jika ini menyebabkan mereka kembung, Anda mungkin mendengar mereka mengeluarkan udara setelah menangis. Jadi, segera redakan tangisan bayi Anda agar tidak semakin banyak udara masuk ke dalam tubuh.

  • Masalah pencernaan ringan

Bayi bisa terkena masalah perut kembung ketika mereka mengalami konstipasi (susah buang air besar). Sementara itu, perut kembung dapat menandakan kondisi gastrointestinal, seperti refluks, hanya saja agak jarang.

  • Saluran pencernaan yang belum matang

Tubuh bayi masih "belajar" cara mencerna makanan, sehingga mereka cenderung mendapatkan lebih banyak gas daripada orang dewasa.

"Berbeda dengan saluran cerna orang dewasa, saluran cerna bayi masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Kondisi ini menyebabkan gerakan usus bayi belum maksimal, begitu pula dengan kemampuannya menyerap makanan. Karena itu, perut kembung pada bayi kerap terjadi," ujar dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

  • Virus saluran pencernaan

Terkadang virus menyebabkan masalah perut, seperti gas, muntah, dan diare.

  • Makanan baru

Bayi yang sedang belajar mengonsumsi makanan padat kerap mengalami kembung. Makanan baru dianggap sebagai sesuatu yang “asing” sehingga dapat menyebabkan perut kembung. Untuk beberapa bayi, seringnya perut yang kembung mungkin merupakan salah satu tanda sensitivitas makanan.

Lalu, bagaimana untuk bisa meredakan perut kembung pada bayi. Menurut dr. Dyan Mega, salah satu cara yang dapat membantu mengurangi keluhan kembung adalah dengan melakukan pijatan lembut di area perutnya.

Anda tidak perlu panik saat bayi rewel karena perut kembung. Saat bayi kembung, dr. Dyan Mega menyarankan Anda untuk mengusapkan sedikit minyak atau losion di tangan. Selanjutnya, lakukan pijatan di perut bayi searah dengan jarum jam. Pijatan harus searah jarum jam ini penting untuk mengikuti arah pencernaan di usus. Jika perut kembung pada bayi masih terjadi, sehingga mengakibatkan bayi rewel dan menunjukkan gejala lain, segera periksakan ke dokter.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar