Sukses

5 Vitamin yang Perlu Dikonsumsi Menjelang Lansia

Agar kondisi kesehatan tetap stabil hingga lansia, cobalah untuk mencukupi kebutuhan ragam vitamin di bawah ini!

Klikdokter.com, Jakarta Sudah menjadi rahasia umum bahwa kondisi fisik akan terus menurun seiring bertambahnya usia. Perjalanan Anda dari dewasa hingga lansia pun ada kalanya tidak berjalan mulus karena terhalang beberapa penyakit, meski tak parah. Itulah sebabnya diperlukan asupan vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh tetap terjaga.

Menurunnya fungsi organ tubuh menjelang usia lanjut bukan berarti membuat Anda pasrah dalam menjaga kesehatan diri. Mulailah dengan mengonsumsi banyak sayur dan buah yang mengandung multivitamin.

Dijelaskan oleh dr. Resthie Rachmanta Putri M.Epid dari KlikDokter, pada dasarnya vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh sudah bisa tercukupi melalui makanan sehat yang dikonsumsi. Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan akibat proses penuaan, jenis vitamin berikut ini perlu dikonsumsi oleh lansia dalam bentuk suplemen:

1. Vitamin B12

Merupakan jenis vitamin dengan mekanisme yang cukup kompleks. Agar bisa diserap baik oleh usus, vitamin B12 perlu diikat dulu oleh suatu zat yang dikeluarkan oleh lambung.

Biasanya, lansia yang membutuhkan suplemen B12 adalah yang memiliki gangguan pencernaan, khususnya pada organ lambung karena tubuhnya kesulitan dalam menyerap vitamin B12.

Terganggunya penyerapan vitamin B12 akan mengakibatkan orang tersebut mudah mengalami anemia, kesemutan, gangguan saraf, hingga iritasi pada lidah. Jika lansia memiliki masalah pada sistem pencernaannya dan berakibat pada tidak terserapnya vitamin B12, maka pemberian suplemen vitamin B12 dapat dilakukan,

Tapi ingat, konsultasikanlah dulu perihal konsumsi suplemen ini kepada dokter agar dapat diberikan dosis dan cara pemberian suplemen yang tepat sesuai kondisi fisik, entah berupa tablet ataupun suntikan.

Selama lansia memiliki sistem pencernaan dan kondisi fisik yang baik, maka kebutuhan vitamin B12 masih dapat dipenuhi dengan mengonsumsi daging tanpa lemak.

2. Vitamin D

Vitamin ini merupakan komponen gizi yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan tulang, menjaga massa otot, dan mempertahankan imunitas tubuh. “Secara alami, vitamin D didapatkan melalui makanan dan paparan sinar matahari di pagi hari.” jelas dr. Resthie.

Namun, lansia yang tidak bisa bergerak aktif, khususnya di luar rumah, akibat kondisi fisik tertentu umumnya akan kekurangan vitamin D karena tidak terpapar sinar matahari. Kalau sudah begitu, maka tak ada cara lain selain mengonsumsi suplemen vitamin D untuk mencegah pengeroposan tulang.

Konsumsi vitamin D ini juga harus dilakukan berdasarkan dosis yang jelas sesuai petunjuk dokter. Sebab, residu vitamin D akan terakumulasi di dalam tubuh bagian ginjal dan bisa menyebabkan masalah yang lebih serius bila dikonsumsi secara sembarangan. 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Kalsium

Mirip dengan vitamin D, kalsium ini bertugas untuk memelihara tulang dan gigi agar tetap kuat, sekaligus membantu kontraksi otot jantung dan pembekuan darah.

Namun sebenarnya, tanpa mengonsumsi suplemen kalsium tambahan, lansia dapat memperoleh manfaat kalsium dari makanan alami seperti susu, keju, yoghurt, sayuran hijau, kacang-kacangan dan ikan.

4. Minyak Ikan

Dilansir dari WebMD, The American Heart Association merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi ikan salmon atau ikan lain yang mengandung asam lemak omega-3 minimal 2 porsi dalam seminggu.

Jika sulit mencari dan mengolah ikan salmon, Anda bisa mengonsumsi suplemen minyak ikan. Kandungan omega-3 di dalamnya akan membantu memelihara kesehatan jantung dan meredakan gejala rheumatoid arthritis.

5. Vitamin C

Jika ingin meningkatkan sistem imunitas tubuh agar tak mudah sakit saat lanjut usia, maka vitamin C tidak boleh dilewatkan. Vitamin ini sendiri dapat ditemukan dalam makanan alami seperti ragam buah dan sayuran. Ketimbang suplemen yang lain, suplemen vitamin C sangat mudah untuk dijumpai.

Itulah beberapa jenis vitamin yang dibutuhkan oleh lansia agar kesehatannya tetap terpelihara. Usahakan untuk selalu mendapatkannya dulu dari makanan alami sebelum mengonsumsi suplemen vitamin. Sebab, terkadang suplemen mengandung zat tambahan yang sebenarnya tidak dibutuhkan tubuh.

Jika dikonsumsi tidak sesuai dosis, suplemen vitamin justru bisa menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

Bila memang kondisi fisik lansia memerlukan sumplemen tambahan, konsultasikan dulu kepada dokter, khususnya bagi lansia yang juga mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan vitamin dapat dilakukan tanpa menimbulkan reaksi yang merugikan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar