Sukses

Makan Buah Sebelum Tidur, Amankah bagi Kesehatan?

Agar kenyang sampai pagi tanpa harus takut gemuk, pelaku diet kerap makan buah sebelum tidur. Namun, adakah efek sampingnya bagi tubuh?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian besar pelaku diet, sepertinya sudah menjadi kebiasaan untuk makan buah sebelum tidur sebagai pengganti makan berat di malam hari. Sebab, selain rasanya segar, buah juga mengandung banyak serat yang baik untuk pencernaan dan terkadang lebih mengenyangkan ketimbang sayur-sayuran.

Sayangnya, pamor makan buah untuk diet sempat “tercoreng” akibat info yang mengatakan makan buah sebelum tidur justru dapat memberikan efek negatif bagi tubuh. Bagaimana tanggapan medis mengenai hal ini?

dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter mengatakan bahwa pada dasarnya, yang menjadi masalah bukanlah dari buahnya, melainkan waktu pengonsumsiannya.

“Sebelum tidur, seseorang harus melalui proses pengosongan lambung terlebih dulu agar tidak ada gangguan asam lambung dan lain sebagainya.”

Misalnya, bila orang itu terbiasa tidur jam 10 malam, maka dia harus makan malam sekitar jam 6-7 malam. Sebab, kata dr. Devia, lambung butuh waktu setidaknya 3-4 jam untuk mencerna dan melakukan pengosongan.

“Nah, kalau Anda mengonsumsi banyak buah pukul 21.30, lalu Anda tidur pukul 22.00, maka buah-buahan yang ada di dalam perut Anda belum tercerna sempurna sehingga dapat mengganggu sistem pencernaan,” ujar dr. Devia.

Dalam posisi berbaring, asam lambung pun akan naik ke kerongkongan hingga menciptakan rasa nyeri dan sensasi terbakar. Bukannya manfaat sehat yang didapat, justru sakit perut yang Anda rasakan.

Perhatikan juga jenis buahnya

Selain waktu makan, dr. Devia juga menyarankan Anda untuk lebih memperhatikan jenis buah yang Anda konsumsi di malam hari, terutama yang mengandung banyak gula. Memang, pemilihan buah sangat bergantung dari kondisi orang masing-masing.

“Misalnya, buat yang perutnya sensitif, makan buah tertentu di malam hari bisa membuat perutnya kembung. Tetapi bagi yang tidak punya masalah pencernaannya, makan buah tidak akan membuat perutnya kembung,” kata dr. Devia.

Beberapa buah yang mengandung tinggi gula hingga dapat memicu perasaan kembung, antara lain mangga, pir, anggur kering, dan apel.

Meski apel sangat terkenal di kalangan pelaku diet, apel mengandung fruktosa atau gula buah yang bagi sebagian orang sulit dicerna. Ketika sistem pencernaan memecah fruktosa apel, biasanya akan timbul gas di dalam perut.

1 dari 2 halaman

Penderita mag hindari buah tinggi serat

Orang yang memiliki pencernaan sensitif, sebaiknya konsumsi separuh apel. Kunyah apel hingga benar-benar lumat sehingga jumlah fruktosa yang dikonsumsi bisa berkurang dan usus bisa mencerna dengan lebih baik.

Sementara itu, penderita mag yang sedang diet juga sebaiknya tidak mengonsumsi buah nangka terlalu banyak. Sebab, menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons dari KlikDokter, nangka termasuk buah yang seratnya sangat tinggi.

“Penderita mag sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu tinggi serat karena dapat membuat lambung bekerja ekstra. Alhasil, produksi asam lambung bisa meningkat,” tuturnya.

Tak hanya itu, buah nangka juga memiliki pH atau tingkat keasaman 5,8. Meski tidak terlalu asam, nangka dapat merangsang produksi asam lambung yang lebih banyak. Kondisi ini dapat membuat perut penderitanya menjadi kembung, perih, dan nyeri.  

Pada dasarnya, tidak ada yang salah dengan makan buah sebelum tidur. Namun yang harus diperhatikan adalah jeda waktu antara pengonsumsian buah dengan jam tidur Anda. Beri jeda beberapa jam sebelum Anda tidur malam untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan, seperti gastroesophageal reflux disease atau GERD. Anda yang memiliki perut sensitif, sebaiknya perhatikan juga jenis buah yang hendak dikonsumsi. Hindari makan buah seperti nangka agar perut tidak kembung dan nyeri setelahnya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar