Sukses

Tips Makan Saat Anda Kena Gangguan Pernapasan

Kena gangguan pernapasan bisa bikin aktivitas makan jadi terganggu. Supaya tetap aman, ikuti tips berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin sebelumnya tak pernah terpikirkan bahwa gangguan pernapasan tertentu seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) bisa mengganggu aktivitas makan penderitanya. Ada tips makan untuk mengatasi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan jika Anda punya gangguan pernapasan.

Saat makan, Anda tetap harus bernapas. Mengunyah dan mencerna makanan—seperti hal lainnya yang dilakukan tubuh—butuh oksigen. Artinya, Anda perlu bekerja lebih keras untuk bernapas saat makan.

Pada saat yang sama, makanan di dalam perut membuat “penuh” paru-paru dan diafragma, yang mana membuat mereka bekerja makin keras. Kondisi medis seperti PPOK dan asma bisa membuat paru-paru lebih besar, menjadikan ruang di dada lebih sempit.

Gangguan pernapasan yang Anda miliki juga bisa membuat Anda terlalu lelah untuk makan. Padahal, makan sehat dan teratur sangat penting untuk membuat tubuh kuat, mencegah penyakit dan infeksi yang bisa memperburuk kondisi yang ada.

Tips untuk makan lebih mudah

Menurut dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter, adanya gangguan pernapasan akan menyebabkan saluran pernapasan menyempit. Akibatnya Anda akan makan sambil mengalami sesak napas, batuk, atau timbul suara mengi.

Nah agar gangguan pernapasan yang Anda alami tidak mengganggu aktivitas makan Anda, lakukan beberapa tips ini:

  1. Bersihkan paru-paru Anda satu jam sebelum makan

Anda dapat melakukan ini dengan beberapa cara, tergantung pada kondisi pernapasan Anda, yakni:

  • Lakukan batuk yang dalam dan terkontrol
  • Berbaring untuk mengalirkan lendir
  • Ketuk dada Anda
  • Gunakan inhaler
  • Beristirahat sebelum makan untuk menghemat energi saat makan
  1. Makan sambil duduk

Posisi ini penting untuk memberikan ruang bagi paru-paru dan diafragma Anda untuk mengembang agar lebih mudah bernapas.

  1. Jangan makan berlebihan

Berikan paru-paru dan diafragma lebih banyak ruang untuk melakukan tugasnya dengan tidak makan terlalu banyak.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Makanlah dalam porsi kecil dan lebih sering

Salah satu cara untuk tidak makan berlebihan adalah memecah tiga waktu makan besar menjadi lima atau enam kali dengan porsi kecil. Bisa juga menyediakan camilan di sela jam makan supaya tidak kalap ketika waktunya makan besar.

  1. Sesuaikan makanan dengan tingkat energi Anda

Jika Anda merasa sering lelah, cobalah untuk makan lebih awal. Jika Anda harus beraktivitas saat atau dekat jam makan, lebih baik makan terlebih dulu.

  1. Jauhi makanan penyebab perut kembung

Perut kembung juga dapat mengurangi ruang untuk paru-paru. Jadi, hindari atau batasi konsumsi beberapa makanan ini:

  • Kacang dan lentil
  • Bawang bombai, bawang prei (leeks), bawang merah, dan daun bawang scallions
  • Bawang putih
  • Sayuran seperti kembang kol, brokoli, kubis, dan Brussels sprouts
  • Kacang polong
  • Mentimun
  • Apel
  • Asparagus
  • Jagung
  • Soda dan jus berkarbonasi
  • Makanan yang digoreng atau berminyak
  • Makanan pedas
  1. Jangan makan terlalu cepat

Makan terlalu cepat juga bisa menyebabkan kembung  akibat tertelannya udara ke dalam lambung.

“Perut yang mendadak kembung setelah makan mungkin disebabkan karena Anda mengonsumsi makanant terlalu banyak di waktu yang sama. Hal ini juga bisa terjadi ketika Anda makan atau minum terlalu cepat,” jelas dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

  1. Kurangi minum saat makan

Jika minuman membuat Anda kenyang, lebih baik hindari minum saat makan. Habiskan lebih dulu makanan Anda, baru minum.

  1. Makan dan kunyah secara perlahan

Ambil gigitan yang lebih kecil dan istirahatlah di antara sela-sela mengunyah. Jika Anda merasa kehabisan napas, makanan pelan-pelan dan istirahatlah di antara suapan. Mengunyah juga perlu dilakukan dengan baik. Mengunyah yang ideal adalah 32 kali dalam satu suapan.

Dengan tips di atas, semoga Anda yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma atau PPOK bisa tetap makan dengan nyaman. Jika kondisi tersebut sudah sangat mengganggu dalam berbagai aspek—tak cuma makan—baiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar