Sukses

Cara Aman Berhubungan Seks Saat Terserang Kanker Serviks

Wanita yang sedang atau sudah selesai menjalani pengobatan kanker serviks pasti punya masalah dan pertanyaan tentang aktivitas seksual.

Klikdokter.com, Jakarta Seksualitas adalah aspek normal dan penting dari kesehatan. Menurut Christina S. Chu, MD, Asisten Profesor Divisi Onkologi Ginekologi di University of Pennsylvania, jika Anda telah menyelesaikan perawatan untuk kanker serviks, biasanya Anda aman untuk melakukan hubungan intim.

Namun, pasien yang baru didiagnosis atau yang sedang menjalani terapi radiasi, mungkin harus menunda berhubungan seks karena pendarahan atau ketidaknyamanan di vagina. Setiap pasien yang baru saja menjalani operasi untuk kanker serviks harus menunda hubungan seksual selama 4-6 minggu setelah operasi untuk menjaga daerah bedah sembuh.

Beberapa wanita dalam kondisi ini akan kehilangan keinginan untuk berhubungan seks dan ketidakmampuan untuk mengalami orgasme. Mereka juga umumnya mengalami rasa sakit saat berhubungan seks atau tidak menemukan seks yang menyenangkan.

Tips aman berhubungan seks bagi penderita kanker serviks

Wanita penderita kanker serviks bukannya sama sekali tidak boleh melakukan hubungan seks. Setelah mendapat konfirmasi dari dokter Anda untuk boleh berhubungan seks saat terapi, ikuti tips-tips berikut agar aman berhubungan intim:

  • Pakai pelumasuntuk membantu mendapatkan kenyamanan saat berhubungan seksual. Vagina wanita terkadang menjadi kering akibat efek dari kemoterapi. Wanita pun dapat merasa kesakitan saat penetrasi seksual.
  • Pastikan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang aman untuk mencegah kehamilan, bahkan jika Anda merasa menstruasi Anda berhenti atau kesuburan Anda telah terpengaruh.
  • Obat kemoterapi dapat diekskresikan dalam cairan vagina selama 48-72 jam setelah perawatan. Jadi, Anda harus menggunakan kondom untuk seks oral atau hubungan seksual selama periode ini untuk mencegah pasangan Anda terkena efek samping kemoterapi.
  • Pikirkan tentang aktivitas seksual lainnya karena tidak harus melibatkan hubungan seksual atau seks oral. Gunakan ciuman, sentuhan, dan belaian untuk memuaskan satu sama lain.
  • Bicara tentang apa yang terasa enak dan apa yang tidak. Berkomunikasi dengan pasangan Anda ketika Anda lelah atau tidak nyaman.
  • Pembedahan kanker dapat menyebabkan posisi tertentu terasa sakit. Coba berbagai posisi untuk menemukan yang terbaik untuk Anda dan pasangan. Misalnya, jika berbaring telentang selama penetrasi terasa menyakitkan, Anda dan pasangan dalam posisi berbaring miring mungkin lebih nyaman.
  • Bicaralah dengan tim kesehatan tentang mengatasi perubahan pada tubuh Anda dan mengenai kesehatan seksual. Bagi sebagian orang, berbicara dengan wanita lain dalam kelompok sesama penderita dapat membantu. Sementara yang lain mungkin menemukan bantuan lebih intensif dengan dokter atau ahlinya.
  • Lakukan olahraga, menjaga berat badan yang sehat, dan mengenakan pakaian dalam yang membuat Anda merasa menarik. Anda juga dapat mempelajari teknik make up untuk mengatasi efek samping seperti perubahan kulit wajah, kehilangan alis,

Saat dan setelah menjalani pengobatan kanker serviks, Anda mungkin merasa gugup ketika memulai kehidupan seks lagi. Namun, cobalah untuk tidak khawatir. Rasa khawatir, cemas, atau tertekan dapat membuat Anda kehilangan keinginan untuk berhubungan seks. Bicarakan semuanya bersama pasangan Anda dan tentukan apa yang terbaik. Anda dapat minta bantuan dokter atau ahli seks untuk membantu mengatasi masalah Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar