Sukses

Perlukah Anak yang Radang Tenggorokan Minum Antibiotik?

Antibiotik sering dianggap sebagai obat penyembuh segala penyakit, termasuk radang tenggorokan. Ini faktanya.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang tua beranggapan anak yang sakit radang tenggorokan perlu minum antibiotik. Akibatnya, jika tidak diresepkan oleh dokter, orang tua merasa pengobatannya “kurang”. Apakah penggunaan antibiotik untuk segala penyakit, termasuk radang tenggorokan, adalah hal yang tepat?

Radang tenggorokan merupakan keluhan yang sering ditemui pada anak-anak. Meski bikin cemas, kebanyakan kasus radang tenggorokan sebenarnya tidak berbahaya. Namun, anak yang sakit kerap kali rewel atau sulit makan sehingga membuat orang tua khawatir. Karena ingin anak sembuh cepat, anak pun buru-buru diberikan antibiotik.

Faktanya, tidak semua penyakit memerlukan antibiotik. Anda boleh mengunakan antibiotik bila penyakit disebabkan oleh infeksi bakteri. Jika penyakit disebabkan hal lain (misalnya: infeksi virus, parasit, atau jamur, ataupun tidak disebabkan infeksi), maka pemberian antibiotik tidak akan bermanfaat.

Pada anak dan orang dewasa, penyebab yang paling sering dari radang tenggorokan adalah infeksi virus. Infeksi bakteri hanya ditemukan pada kurang lebih 20% radang tenggorokan pada anak. Radang tenggorokan akibat infeksi bakteri paling sering ditemukan pada anak berusia 5-15 tahun, di luar itu jarang.

Infeksi virus dan infeksi bakteri

Radang tenggorokan akibat infeksi virus sering kali disertai keluhan pilek. Misalnya saja demam, batuk, hidung beringus, dan sebagainya. Dapat juga ditemukan suara serak atau mata merah. Di sisi lain, radang tenggorokan akibat infeksi bakteri biasanya tidak menyebabkan pilek. Namun, bisa juga anak mengalami demam, sakit kepala, sakit perut, mual dan muntah, atau ruam.

Infeksi virus tidak memerlukan antibiotik. Anda dapat membantu meredakan keluhan anak dengan memastikan anak banyak minum, banyak istirahat, mengonsumsi makanan atau minuman dingin untuk membantu meredakan nyeri, dan sebagainya.

Jika diberikan obat, itu hanya berguna untuk meredakan gejala, misalnya antidemam, antinyeri, dan lain-lain. Tanpa pengobatan, infeksi virus cenderung sembuh sendiri dalam jangka waktu 7-10 hari.

Bila radang tenggorokan disebabkan infeksi bakteri, kemungkinan anak Anda perlu minum antibiotik. Dengan daya tahan tubuh yang baik, radang tenggorokan akibat infeksi bakteri sebenarnya dapat sembuh tanpa antibiotik. Namun, minum antibiotik membantu mempercepat pemulihan, mengurangi risiko penularan, serta meminimalkan risiko timbulnya beberapa komplikasi.

Walau berguna untuk mengatasi infeksi bakteri, penggunaan antibiotik juga tidak lepas dari efek samping. Beberapa efek samping yang dapat muncul, antara lain diare dan muntah. Selain itu, diperkirakan kurang lebih 5% anak memiliki alergi terhadap antibiotik. Beberapa reaksi alergi sendiri dapat serius serta mengancam nyawa.

Selanjutnya, penggunaan antibiotik secara berlebihan dan tidak tepat juga berpotensi menimbulkan resistansi antibiotik atau kekebalan bakteri terhadap antibiotik.

Mencegah radang tenggorokan

Agar radang tenggorokan anak tidak kambuh, langkah-langkah pencegahan harus dilakukan. Baik virus maupun bakteri penyebab radang tenggorokan sering menyebar melalui droplet saat seseorang yang sakit batuk atau bersin. Untuk menghindari penularan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, misalnya:

  • Rutin mencuci tangan.
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan atas jika batuk atau bersin.
  • Membersihkan mainan anak secara rutin, serta tidak berbagi gelas.
  • Menjaga daya tahan tubuh anak dengan menyiapkan makanan bergizi untuknya, memastikan anak cukup istirahat, serta rutin berolahraga.

Antibiotik hanya diperlukan jika radang tenggorokan anak disebabkan oleh infeksi bakteri. Oleh karenanya hindari buru-buru memberikan antibiotik kepada anak sebelum memeriksakannya ke dokter. Konsultasikan dulu kepada ahlinya apakah radang tenggorokan tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri, agar penanganannya bisa maksimal.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar