Sukses

Alasan Mengapa Telanjang Kaki Baik untuk Balita

Tak sedikit orang tua yang melarang anaknya bermain tanpa alas kaki. Padahal, ada banyak manfaat telanjang kaki bagi balita. Apa saja sih?

Orang tua pasti punya naluri untuk selalu melindungi anaknya, terutama yang masih balita. Saking besarnya naluri itu, sebagian bahkan selalu memakaikan alas kaki ketika si Kecil bermain. Padahal, ada banyak manfaat telanjang kaki yang bisa diperoleh balita.

Anak di usia balita memang lagi rajin-rajinnya mengeksplorasi lingkungan, baik di dalam hingga ke luar rumah. Nah, salah satu bentuk proteksi yang dilakukan oleh orang tua adalah dengan selalu memakaikan alas kaki kepada anaknya.

Memakai alas kaki memang penting bagi si Kecil untuk mencegah cedera pada kaki. Misalnya terinjak benda tajam, luka bakar akibat lantai/jalan yang panas, atau transmisi jenis parasit tertentu seperti cacing tambang.

Akan tetapi, sebenarnya alas kaki tidak perlu digunakan setiap saat. Di dalam rumah atau di tempat-tempat lain yang diyakini bersih dan aman, anak sebenarnya tidak perlu menggunakan alas kaki.

Artikel lainnya: Tips Pintar Melatih Kemandirian Si Kecil

Mengapa demikian? Ternyata banyak manfaat telanjang kaki bagi perkembangan serta kesehatan bayi dan balita.

1 dari 2 halaman

Manfaat Telanjang Kaki untuk Anak

Jadi, apa saja sih manfaat berjalan tanpa alas kaki? Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Mengoptimalkan Perkembangan Kaki

Telanjang kaki ternyata dapat mengoptimalkan perkembangan kaki. Pada usia balita, proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara pesat.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau sol sepatu yang tidak fleksibel akan menyebabkan perkembangan kaki balita tidak optimal.

Artikel lainnya: Mau Si Kecil Tumbuh Optimal? Lakukan Hal Ini

  1. Memberikan Stimulasi Taktil pada Telapak Kaki

Terdapat banyak sekali serabut saraf di permukaan telapak kaki dan ujung-ujung jari kaki. Serabut saraf itu terutama untuk menerima stimulasi rangsangan taktil.

Rangsangan taktil ini penting agar balita memiliki memori sensoris untuk mengenali berbagai jenis permukaan, seperti licin, kesat, kasar, berpasir, berkerikil, basah, dan kering.

  1. Merangsang Perkembangan Saraf Kaki

Sejalan dengan ulasan sebelumnya, serabut saraf kaki tidak hanya memiliki reseptor terhadap rangsangan taktil, tapi juga dapat mengenali suhu dan nyeri. Perangsangan serabut saraf tersebut akan lebih optimal jika anak sering bermain tanpa alas kaki.

Artikel lainnya: Kuku Cantengan pada Bayi, Atasi dengan Cara Ini

  1. Melatih Keseimbangan

Selanjutnya, ternyata sering nyeker juga dapat melatih keseimbangan balita saat berjalan. Keseimbangan dalam tubuh ditentukan oleh berbagai organ, yaitu otak kecil, vestibular (organ di dalam telinga), dan mata.

Nah, salah satu input untuk koordinasi keseimbangan tersebut adalah rangsangan taktil yang didapat dari kaki. Jadi, anak yang sering mendapatkan rangsangan taktil akan memiliki keseimbangan yang lebih baik.

  1. Mengoptimalkan Perkembangan Motorik

Sejalan dengan kemampuan keseimbangan yang baik, perkembangan motorik—terutama motorik kasar—juga sangat dipengaruhi oleh keseimbangan. Anak yang memiliki keseimbangan yang baik juga akan memiliki kemampuan motorik kasar yang lebih baik.

Begitu pula sebaliknya, anak dengan gangguan keseimbangan akan lebih sulit mencapai perkembangan motorik kasar yang baik.

Artikel lainnya: Anak Mengenakan Sepatu Bekas Kakaknya, Amankah?

  1. Merangsang Kelincahan

Anak yang punya kemampuan motorik yang baik tentu akan lebih aktif bergerak dibandingkan anak dengan kemampuan motorik yang tak optimal atau keterlambatan perkembangan motorik.

Selain itu, kondisi tanpa alas kaki juga akan membuat anak merasa lebih bebas berjalan dan berlari dibandingkan dengan menggunakan alas kaki yang kurang stabil, seperti sandal.

  1. Melatih Kewaspadaan

Telanjang kaki juga dapat melatih kewaspadaan pada anak. Sebaiknya, orang tua mengajarkan kepada anak hal-hal apa yang perlu dihindari ketika berjalan tanpa alas kaki.

Misalnya, genangan air, lantai basah, kotoran, duri, batu, dan tantangan lainnya. Hal ini tentunya akan melatih kewaspadaan si Kecil terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

  1. Melatih Anak untuk Menjaga Kebersihan

Anak yang berjalan keluar tanpa alas kaki juga perlu diajarkan tentang kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum masuk ke rumah atau naik ke tempat tidur. Ini akan melatih anak untuk menjaga kebersihan sehingga mereka akan lebih peduli pada kebersihan diri dan lingkungan.

Jadi, tak ada salahnya membiarkan si Kecil sesekali nyeker, karena banyak manfaat telanjang kaki bagi perkembangan mereka. Yang penting, pastikan area yang dieksplorasi aman dan Anda tetap mengawasi mereka. Ingin informasi lainnya seputar perkembangan si Kecil? Yuk, unduh aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

53 Komentar