Sukses

Kiat Menjelaskan kepada Anak tentang Sindrom Down

Menjelaskan sindrom Down kepada anak sangat penting, tapi juga bisa menyulitkan. Jangan khawatir, ini kiat-kiatnya.

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit anak-anak yang terlahir tak sempurna, seperti para penyandang sindrom Down. Ketika sudah masuk usia sekolah, preschool misalnya, anak-anak tentunya mulai berinteraksi dengan anak-anak lainnya, tak terkecuali dengan anak dengan sindrom Down.

Anak sindrom Down bisanya terlihat berbeda, akibatnya anak-anak lain mungkin punya banyak pertanyaan. Sebagai orang tua, tugas Andalah untuk menjelaskan kepada anak tentang kelainan genetik yang bisa saja dialami oleh salah satu teman sekolahnya tersebut.

Dalam rangka memperingati Hari Sindrom Down Sedunia yang jatuh tiap tanggal 21 Maret, saatnya membekali diri pengetahuan untuk memberikan edukasi kepada anak mengenai kelainan genetik ini. Penting untuk memberi tahu anak bahwa di luar sana ada anak-anak lain yang tak sama dengan mereka, dalam artian berkebutuhan khusus.

Berdasarkan penjelasan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, sindrom Down terjadi karena pembelahan sel abnormal pada awal perkembangan embrio dalam kandungan. Secara normal, sel anak membawa 46 kromosom, masing-masing 23 kromosom dari ibu dan 23 kromosom dari ayah. Pada anak dengan sindrom Down, setiap sel tubuhnya memiliki 47 kromosom.

"Ciri-ciri fisik anak dengan sindrom Down adalah hidung datar, leher pendek, lidah besar, dan letak telinga rendah. Akibatnya tak jarang membuat mereka diperlakukan tak adil atau dipandang sebelah mata. Padahal, bakat penderitanya juga bisa dikembangkan layaknya anak-anak lainnya," ujar dr. Dyah.

Dilansir dari laman komunitas The Mighty, salah satu cara mengedukasi anak mengenai sindrom Down adalah sesimpel memberi tahu mereka bahwa sindrom ini bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah kelainan kromosom.

Edukasi dini hindarkan perundungan, ciptakan keadilan bagi sesama

Seperti dikatakan oleh dr. Dyah mengenai ciri fisik sindrom Down, tak sedikit penderita yang dijadikan bahan olok-olok atau korban perundungan (bullying) oleh teman-teman di sekolah atau orang-orang di lingkungan sekitarnya. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya edukasi pada para pelaku.

Merespons perlakuan di atas, tentunya Anda sebagai orang tua tak boleh tinggal diam. Apalagi jika Anda mengetahui bahwa anak memiliki teman, saudara, atau tetangga yang memiliki sindrom Down.

"Orang tua bisa memberi tahu bahwa misalnya ada anak yang berbeda. Dalam arti, ada anak lain yang punya kekurangan dan keterbatasan," ujar dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter singkat.

"Anak juga harus diajarkan bahwa ia tak boleh pilih-pilih teman. Misalnya anak Anda bertemu dengan anak yang berbeda, baik dari segi fisik maupun perilaku, jelaskan bahwa itu bukanlah alasan untuk membeda-bedakan. Ia harus diajarkan untuk menerima perbedaan. Kuncinya adalah mengenalkan anak soal apa itu Down syndrome sedini mungkin,” jelas dr. Theresia.

Peran orang tua diakui oleh dr. Theresia Rina sangat besar. Orang tua bisa mengajarkan anak untuk menerima dan menghargai anak lain dengan sindrom Down.

"Misalnya orang tua suka mendampingi anak ke sekolah. Lalu, orang tua lihat ada anak dengan Down syndrome atau dengan kelainan atau keterbatasan lainnya. Orang tua bisa mulai mengajarkan kepada anak di rumah jika ada temannya di sekolah yang memiliki keterbatasan, serta ajarkan anak bagaimana ia harus bersikap,” jelas dr. Theresia.

Anda juga harus menjelaskan bahwa anak dengan sindrom Down bisa saja melakukan hal-hal yang secara tidak sengaja bisa menganggu. “Ajarkan anak Anda untuk mengerti hal ini dan jangan malah di-bully," pungkasnya.

Apa saja yang bisa Anda katakan kepada anak mengenai sindrom Down?

Dilansir dari organisasi Down Syndrome Victoria, beberapa hal yang bisa Anda jelaskan kepada anak untuk menjelaskan sindrom ini secara sederhana antara lain:

  • “Beberapa orang terlahir dengan sindrom Down. Sindrom ini bukan penyakit dan kondisi ini tak bisa sembuh. Ini adalah bagian dari diri mereka.” 
  • “Temanmu memiliki sindrom Down—dan ini bukan salah siapa pun. Kondisinya tidak membuatnya sangat berbeda darimu.” 
  • “Hidup dengan sindrom Down bukan berarti ia tak bisa belajar, hanya saja prosesnya jauh lebih sulit. Temanmu mungkin harus belajar lebih keras untuk sesuatu yang kamu anggap mudah—tapi kamu bisa membantunya belajar.” 
  • “Semua orang dengan sindrom Down memiliki kemampuan dan hal-hal baik dalam dirinya. Menurutmu, kemampuan dan hal baik apa yang temanmu (nama teman anak dengan sindrom Down) punya?” 
  • “Jika kamu mendengar orang berkomentar jahat atau mengolok-olok seseorang dengan sindrom Down, biasanya itu karena mereka tak mengerti sindrom tersebut. Kita bisa, lho, membantu mereka dengan menjelaskannya ...” 
  • “Jika mereka bertindak konyol atau tak pantas, jangan menertawakan mereka. Tunjukkan cara yang benar atau lebih baik untuk melakukannya.”

Menyambut Hari Sindrom Down Sedunia, mari jelaskan dan edukasi anak mengenai kondisi kelainan kromosom ini, sehingga ia memiliki pemahaman yang lebih baik. Diharapkan, anak memiliki rasa menghargai, ramah, hati yang baik, adil, dan inklusif. Mungkin Anda tak bisa memilihkan teman terbaik untuk anak, atau siapa untuk ia cintai, tapi Anda bisa menunjukkan bagaimana untuk saling mengasihi dan peduli tanpa pandang bulu, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.

(RN/ RVS)

100 Komentar

  • Nadil Kaya

    Eligendi fuga dolor tempora eos. Hic ut beatae quis id. Aut maxime possimus suscipit eum autem. Perspiciatis et voluptas et saepe qui.

  • Nadil Kaya

    Et voluptate unde numquam debitis similique quis. Sed error tenetur odio eos ut quae pariatur ratione. Necessitatibus perferendis cupiditate aut eos. Cupiditate blanditiis cum similique illum dolor.

  • Nadil Kaya

    Cumque repellat quam quo quos. Omnis qui deserunt corrupti nulla eveniet quia illo. Atque vel odit et rerum pariatur sed.