Sukses

Berat Badan Tidak Stabil, Salah Diet atau Apa?

Baru senang sebentar karena berat badan turun, kok besoknya sudah naik lagi? Yuk, cari tahu penyebab berat badan tidak stabil.

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin sebagian orang pernah mengalami kondisi berat badan tidak stabil. Cepat turun, tetapi juga cepat sekali naik, entah apa pemicunya. Alhasil, Anda pun kesulitan untuk membeli pakaian yang ukurannya benar-benar pas karena sewaktu-waktu, berat badan Anda bisa berubah, meski tidak signifikan. Lalu, apa, ya, yang membuat berat badan Anda naik turun?

Dilansir berbagai sumber, ternyata berat badan orang dewasa memang bersifat fluktuatif. Dalam sehari, Anda bisa mengalami perubahan berat badan sebanyak 2 kilogram dan itu bisa berupa kenaikan maupun penurunan. Penyebabnya bukan sekadar lemak, namun bisa juga volume makanan yang dikonsumsi, jumlah asupan garam per harinya, karbohidrat yang dilahap, hingga belum buang air besar.

Di bawah ini adalah beberapa penyebab berat badan menjadi turun naik tidak stabil:

1. Belum buang air besar

Setiap orang bisa memproduksi 125-170 gram tinja per hari. Bila Anda belum buang air besar berhari-hari, maka jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Inilah mengapa saat Anda belum buang air besar, perut bawah cenderung lebih besar dan badan cenderung lebih berat. Agar hal ini tidak menjadi penyumbang naiknya berat badan Anda, sebaiknya lancarkan pencernaan dengan mengonsumsi banyak makanan berserat dan minum air putih.

2. Usai olahraga

Bobot tubuh menurun setelah berolahraga? Jangan terlalu senang dulu, karena penurunan berat badan sebanyak 0,5-1 kilogram memang bisa terjadi jika Anda habis berolahraga. Bahkan, sebagian atlet mengalami penurunan berat badan hingga 10%. Maka, sehabis olahraga, jangan tergoda untuk langsung mengunyah beragam makanan, ya! Karena bisa-bisa, bobot tubuh yang turun kalah banyak dengan asupan yang Anda konsumsi. Alhasil, olahraga pun tidak akan memberi hasil yang maksimal.

3. Menstruasi dan perubahan hormon

Perubahan berat badan bisa disebabkan perubahan hormon saat menstruasi dan menopause. Hal itupun dibenarkan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter. Menurutnya, wanita yang sudah memasuki masa menopause memiliki ketidaseimbangan hormon, yakni dengan menurunnya kadar hormon estrogen. “Hormon estrogen inilah yang berperan dalam mengontrol berat badan,” jelas dr. Vita.

Sementara, saat Anda mulai menstruasi hari pertama, berat badan cenderung meningkat akibat perubahan hormon yang memicu penyimpanan cairan lebih banyak. Setelah masa menstruasi berakhir, berat badan akan normal kembali.

4. Konsumsi obat-obatan tertentu

Menurut dr. Vita sering mengonsumsi obat-obatan seperti antihistamin, obat steroid, obat untuk mengatasi gangguan bipolar dan kejang (asam valproate), dan juga obat diabetes (insulin) bisa menaikkan berat badan. Insulin sendiri dapat meningkatkan penumpukan cairan tubuh, memengaruhi metabolisme, serta meningkatkan nafsu makan.

5. Konsumsi karbohidrat

Bila hari ini Anda banyak makan karbohidrat, maka bersiaplah berat badan akan mengalami kenaikan! Supaya berat badan Anda tidak berubah mendadak, batasilah karbohidrat harian. Bila siang hari sudah makan mi, pilih menu oatmeal atau kentang sebagai sumber karbohidrat Anda.

6. Konsumsi garam

“Salah satu sifat garam adalah menahan air di dalam tubuh. Kalau Anda mengonsumsi makanan asin dalam jumlah banyak dan tidak disertai dengan olahraga yang cukup di hari yang sama, berat badan bisa naik,” dr. Vita memaparkan. Bila ingin berat badan stabil, sebaiknya hindari retensi air (akumulasi cairan hingga menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh) dengan mengurangi makanan tinggi garam.

7. Volume makanan yang dikonsumsi

Semakin “berat” porsi makanan yang Anda konsumsi hari itu, semakin lama pemrosesannya di dalam tubuh dan semakin sulit pula dikeluarkan oleh tubuh (buang air besar). Sedangkan, bila yang Anda makan adalah makanan yang tergolong ringan dan sehat, seperti buah dan sayur, maka semakin cepat diproses oleh tubuh dan mudah juga untuk dikeluarkan.

Pada umumnya, berat badan tidak stabil sangat bergantung dari apa yang Anda masukkan dan keluarkan di hari itu (jenis dan porsi makanan serta frekuensi buang air besar). Jadi, pola diet yang salah juga bisa bikin berat badan tak stabil. Meski begitu, perubahan berat badan harian itu normal bila sebatas dua kilogram. Beda lagi bila terjadi secara signifikan, maka konsultasi ke dokter haruslah diprioritaskan demi mencari penyebab pastinya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar