Sukses

Bisakah Vertigo Dicegah?

Sebelum vertigo menghampiri Anda, ketahui dulu bagaimana cara mencegahnya!

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang memiliki riwayat vertigo, pastinya sudah tahu bahwa kondisi tersebut sangat membuat tidak nyaman. Agar tak terulang kembali, penting untuk melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Jika Anda belum pernah sekalipun mengalaminya, Anda juga harus tahu tips untuk menghindari keluhan tersebut.

Vertigo adalah kondisi ketika seseorang mengalami pusing yang terasa berputar-putar. Serangan vertigo dapat terjadi selama hitungan menit hingga jam. Biasanya vertigo timbul saat ada pergerakan tubuh atau perubahan posisi tubuh.

Di samping pusing berputar, vertigo dapat disertai dengan gejala-gejala lainnya. Penderita bisa merasakan mual, muntah, berkeringat, fungsi pendengaran hilang, telinga berdenging, bahkan penurunan kesadaran. 

Vertigo bukan penyakit

Perlu Anda ketahui bahwa vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu masalah kesehatan.

Gejala vertigo dapat muncul akibat adanya masalah di telinga bagian dalam atau gangguan pada sistem saraf pusat, termasuk otak. Jika penyebabnya masalah di telinga bagian dalam, disebut dengan vertigo perifer. Sedangkan, bila disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pusat atau otak, disebut dengan vertigo sentral.

Beberapa masalah kesehatan yang dapat menimbulkan gejala vertigo, di antaranya vertigo posisional paroksismal benigna (BPPV), penyakit Meniere, migrain, tumor otak, peradangan labirin telinga, tumor otak, stroke, hingga benturan pada kepala. Lebih lanjut, kondisi hamil, penggunaan obat tertentu, atau sedang cemas juga berpotensi memicu vertigo.

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami vertigo. Berusia lebih dari 50 tahun, riwayat vertigo dalam keluarga, mengalami kecelakaan, konsumsi alkohol, dan stres berat adalah di antaranya.

Mencegah terjadinya vertigo

Prinsipnya, pencegahan vertigo harus dilakukan dengan mempertimbangkan penyebab dan faktor risiko yang dimiliki setiap individu yang mengalami vertigo.

Misalnya, jika vertigo tersebut diakibatkan infeksi pada telinga, tentu saja infeksinya harus segera diatasi sesuai dengan penyebabnya (apakah virus atau bakteri). Jika infeksi tersebut sudah diatasi, maka kemungkinan serangan vertigo dapat dibuat minimal.

Selain itu, terdapat beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah serangan vertigo, yaitu:

  • Menghindari gerakan kepala secara tiba-tiba.
  • Bangun dari posisi tidur secara bertahap, dengan duduk terlebih dahulu.
  • Posisikan kepala sedikit lebih tinggi dari badan saat tidur.
  • Menghindari gerakan meregangkan leher.
  • Menghindari gerakan membungkuk.
  • Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol.
  • Menghindari benturan pada kepala.
  • Mengobati secara baik penyakit yang berpotensi menimbulkan vertigo (misalnya diabetes atau tekanan darah tinggi).
  • Membatasi asupan makanan berlemak.
  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai indikasi.

Itulah beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah vertigo. Jika Anda memiliki faktor risiko atau riwayat vertigo sebelumnya, tentu saja harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan tubuh, sebelum vertigo telanjur menghampiri Anda. Sebaiknya lakukan pula kontrol kesehatan secara berkala.

Saat serangan vertigo sudah terjadi, segeralah meminta pertolongan medis. Anda harus memperoleh pemeriksaan secara menyeluruh oleh dokter karena banyak kemungkinan yang dapat memengaruhi terjadinya vertigo, mulai dari yang ringan hingga berat. Apalagi, masalah kesehatan yang mengancam nyawa juga bisa menimbulkan gejala vertigo, salah satunya strok. Jangan anggap remeh serangan vertigo!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar