Sukses

Pengendara Motor Lebih Rentan Kena Radang Tenggorokan?

Radang tenggorokan juga bisa terjadi akibat paparan debu dan polusi udara. Lalu apakah pengendara motor termasuk yang rentan mengalaminya?

Radang tenggorokan banyak terjadi saat musim pancaroba. Keadaan yang disebabkan oleh adanya infeksi virus atau bakteri tersebut dapat dialami oleh siapa saja, baik anak atau orang dewasa. Paparan debu jalanan dan polusi udara bisa mengiritasi hingga menyebabkan timbulnya peradangan di tenggorokan. Menurut pendapat sebagian kalangan, pengendara motor adalah yang paling rentan mengalami radang tenggorokan karena mudahnya terpapar oleh polusi udara dan debu jalanan.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, radang tenggorokan adalah terjadinya peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh adanya infeksi.

"Pada umumnya, radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada saluran pernapasan atas. Jenis bakteri yang sering menjadi dalangnya adalah Streptococcus pyogenes dan Streptococcus kelompok A. Sedangkan jenis virus yang sering menyebabkan radang tenggorokan adalah influenza, virus penyebab campak, dan virus penyebab cacar air," ujar dokter yang akrab disapa Vita itu.

Lebih lanjut, dr. Vita menerangkan bahwa gejala yang terjadi akibat radang tenggorokan meliputi demam, munculnya benjolan di leher, suara serak, dan kesulitan saat menelan. Selain itu, penderita radang tenggorokan juga biasanya merasakan kekeringan di dalam mulut dan kesulita untuk tidur di malam hari.

Artikel Lainnya: Tips agar Tak Tertular Radang Tenggorokan Saat di Keramaian

1 dari 2 halaman

Pengendara Motor dan Radang Tenggorokan

 Seperti telah disinggung, penyebab radang tenggorokan yang paling umum adalah infeksi virus atau bakteri. Nah, jika pengendara motor tidak menggunakan masker, maka debu yang berisi iritan bisa saja masuk ke saluran napas dan menyebabkan radang tenggorokan.

"Radang tenggorokan juga bisa terjadi akibat adanya paparan iritan seperti debu. Keadaan itu bisa saja menimpa para pengendara motor, khususnya jika mereka tidak menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut," tutur dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

"Pada akhirnya, debu yang masuk bisa menyebabkan iritasi di tenggorokan yang disebut radang tenggorokan," sambungnya.

Pengendara motor memang rentan terserang radang tenggorokan. Karenanya, jika Anda adalah pengendara motor dan tak ingin mengalami keadaan tersebut, gunakanlah masker dan pakaian tertutup saat berkendara.

Jangan lupa juga untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum 7–8 gelas air putih setiap hari, istirahat cukup, kelola stres dengan baik, dan hindari rokok maupun alkohol.

Namun, jika radang tenggorokan sudah telanjur terjadi, sebaiknya jangan sungkan untuk berkonsultasi pada dokter klikdokter untuk mendapatkan obat radang tenggorokan, sehingga dapat dengan cepat diatasi.

(NB/ RVS)

49 Komentar

  • Officia minima cumque quibusdam quibusdam enim sed autem. Fugit et autem quasi et ea. Magni id ipsum laborum molestiae fugiat mollitia inventore voluptatibus. Omnis ut illum officia tenetur.

  • In voluptas totam nihil exercitationem iure dolores consectetur. Nulla laboriosam repellendus omnis qui sint aliquam id consequatur. Eos excepturi cumque eaque ad in.

  • Minima placeat eos est molestias quo velit. Cumque facere magni aspernatur eligendi. Amet dolorem sit voluptates eum.