Sukses

Implan Bokong, Adakah Efek Negatifnya bagi Kesehatan?

Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur implan bokong, sebaiknya Anda ketahui dulu efek negatif di baliknya.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian wanita, tubuh yang sempurna akan menunjang kepercayaan diri. Mereka rela melakukan banyak hal untuk memperindah bentuk tubuh. Salah satu yang kerap dilakukan adalah implan bokong. Semakin besar (montok) dan kencang, bokong dikatakan semakin indah dan seksi. Namun, ketahui dulu bahayanya sebelum Anda memutuskan melakukan prosedur ini.

Prosedur implan bokong dapat dilakukan dengan beberapa cara oleh dokter ahli atau dokter spesialis bedah plastik. Implan merupakan alat buatan yang dimasukkan ke dalam bokong untuk menambahkan volume atau memperbesar bokong.

Selain prosedur implan bokong, ada juga prosedur fat grafting yang biasanya juga dilakukan bersamaan. Fat grafting adalah prosedur memindahkan jaringan lemak (fat) dari bagian tubuh lain seperti perut atau paha dan dimasukkan ke dalam bokong. Tujuannya tentu saja untuk memperbesar bokong. Setelah dilakukan fat grafting, implan silikon dimasukkan ke dalam bokong untuk memberikan penampakan paling natural.

Implan bokong biasanya menggunakan implan berbahan silikon. Implan biasanya dimasukkan melalui sayatan bedah di antara bokong untuk menyamarkan garis sayatan. Prosedur implan dikombinasikan dengan fat grafting untuk hasil maksimal. Masa pemulihan operasi implan bokong biasanya hingga 1 bulan.

Implan bokong aman?

Sebenarnya, prosedur implan bokong termasuk prosedur yang aman dengan angka kesuksesan mencapai 95,6 persen. Namun, tetap saja semua prosedur medis, termasuk implan bokong, ada risikonya.

Berikut adalah faktor risiko dari implan bokong:

  • perdarahan berlebihan setelah pembedahan
  • nyeri
  • jaringan parut atau bekas luka
  • perubahan warna pada kulit
  • infeksi
  • akumulasi atau penumpukan cairan atau darah dibawah bokong
  • reaksi alergi
  • kehilangan jaringan kulit
  • mual dan muntah akibat anestesi atau obat bius
  • posisi implan silikon yang dapat saja berubah dari tempat seharusnya

Prosedur fat grafting yang sering dilakukan bersama dengan implan bokong juga dapat menyebakan efek samping. Lemak yang disuntikkan pada bokong dapat diserap oleh tubuh. Efek samping ini harus diperbaiki melalui operasi tambahan.

Selain kedua prosedur di atas, terdapat beberapa prosedur yang dapat dilakukan untuk menambahkan volume bokong, yaitu:

1. Sculptra butt lift

Sculptra butt lift adalah prosedur memasukkan atau menyuntikkan bahan pengisi atau filler Sculptra ke dalam jaringan ikat bokong. Bahan filler ini akan menambahkan sedikit volume pada bokong dari waktu hitungan minggu hingga bulan.

Tubuh juga akan membentuk jaringan kolagen dari bahan tersebut yang juga akan menambahkan volume bokong. Prosedur ini biasanya dilakukan dalam beberapa sesi untuk mendapatkan hasil yang signifikan.

2. Injeksi hidrogel dan silikon

Injeksi bahan seperti hidrogel dan silikon merupakan prosedur yang lebih murah untuk menambahkan volume pada tubuh. Namun, hasil yang diberikan juga sementara dan berbahaya. Karena itu, melakukan prosedur injeksi hidrogel dan silikon tidak direkomendasikan.

Kedua bahan tersebut dapat menyebabkan tumbuhnya benjolan keras yang disebut granuloma. Bahan tersebut secara tidak sengaja juga dapat masuk ke dalam pembuluh darah, serta mencapai jantung dan paru. Hal ini menyebabkan kondisi yang fatal bahkan mengancam jiwa.

Operasi plastik, seperti implan bokong, bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan. Prosedur ini dilakukan dengan tujuan memperbaiki dan mempercantik bagian bokong. Namun, sebelum melakukan implan bokong, sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter ahli atau spesialis bedah plastik dan rekonstruksi. Meski cukup aman, prosedur implan bokong tetap punya risiko kesehatan.

[HNS/ RVS]

69 Komentar

  • Chyntia Rahadia

    Sit dolorum distinctio est. Possimus corporis nisi labore itaque vel consequuntur ea. Eum eum ipsam et magnam atque magni nisi.

  • Chyntia Rahadia

    Earum sint dolorem voluptas perspiciatis. Ad sit rerum quo alias nemo deserunt perspiciatis. Porro tempora ipsum ut. Ea eaque quidem fugiat et ipsum autem praesentium.

  • Chyntia Rahadia

    Et et et in est distinctio. Dolore sit eius totam et autem asperiores odit consequatur. Cumque nihil asperiores sit molestiae eos quia voluptas. Amet sunt non aspernatur.