Sukses

Kapan Saat yang Tepat untuk Mengganti Gigi Palsu?

Gigi palsu adalah solusi terbaik menggantikan gigi yang rusak parah. Untuk para penggunanya, kapan gigi palsu sebaiknya diganti?

Klikdokter.com, Jakarta Saat Anda kehilangan satu atau beberapa gigi, atau ada gigi yang rusak parah, fungsi mengunyah (termasuk penampilan) bisa terganggu. Jangan khawatir, masalah ini bisa diatasi dengan pemasangan gigi palsu. Meski dibuat semirip mungkin dengan gigi asli, gigi palsu tetap bisa rusak saat pemakaian sehingga harus diganti. Kapan waktu yang tepat untuk mengganti gigi palsu?

Di banyak negara berkembang, jumlah pasien lansia berusia 65 tahun ke atas meningkat 50 persen, sehingga permintaan pembuatan gigi palsu turut melonjak. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pasien yang kehilangan gigi di atas 65 tahun sebesar 58 persen di Kanada, 41 persen di Finlandia, dan 46 persen di Inggris.

Kenyataannya, tak jarang gigi palsu sering menemui kendala baik saat awal pemasangan maupun setelah pemakaian berbulan-bulan. Kendala tersebut biasanya datang dari desain dan teknik pembuatan gigi palsu yang kurang baik. Gigi palsu yang kurang baik dapat memengaruhi kesehatan rongga mulut. Tak hanya mengakibatkan pasien tak puas, tapi juga memengaruhi kualitas hidup pasien tersebut.

Memang, pada saat pemasangan gigi palsu pertama kali, pasien akan mengalami rasa yang asing, aneh, dan mulut terasa penuh. Namun, itu semua normal. Setelah beberapa hari, pasien umumnya akan terbiasa. Meski demikian, jika sudah lebih dari seminggu tapi masih ada rasa tak nyaman atau justru timbul rasa sakit, maka sebaiknya konsultasikan ke dokteri gigi untuk mencari tahu penyebabnya.

Ada beberapa komplikasi yang bisa timbul akibat pemasangan gigi palsu yang kurang baik, antara lain:

  1. Timbulnya sariawan di gusi sekitar gigi palsu

Hal ini bisa disebabkan karena ada bagian gigi palsu yang terlalu menekan di satu bagian gusi secara terus-menerus, sehingga menyebabkan gusi terluka. Untuk menangani ini, biasanya dokter gigi akan mengasah dan menghaluskan bagian tertentu, sehingga gigi palsu bisa dipakai lebih nyaman saat mengunyah atau saat posisi mulut sedang terkatup. Dokter gigi akan menganjurkan untuk melepas gigi tiruan di malam hari dan memasangnya kembali pada pagi hari.

  1. Gigi palsu terasa longgar dan tidak pas

Jika gigi palsu terasa longgar, maka gerakan mengunyah akan terganggu. Selain itu, saat sedang makan atau berbicara, gigi palsu akan menimbulkan suara tambahan yang bisa mengganggu. Pada kasus ini, biasanya terjadi kesalahan mulai dari pembuatan basis akriliknya, sehingga tidak bisa hanya dipreparasi saja. Sebagian pasien yang mengalami komplikasi ini pada akhirnya mengganti gigi palsu mereka dengan yang baru.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Bagian tepi akrilik gigi palsu yang terlalu lebar

Kondisi gigi palsu yang seperti ini bisa menutupi sebagian besar daerah langit-langit, sehingga bisa menyebabkan kesulitan penyebutan beberapa huruf, seperti “S”, “P”, “B”, “F”, dan “V”.

Kesulitan saat mengunyah makanan juga bisa terjadi. Ini bisa menambah rasa sensitif pada refleks muntah pada pasien yang memang sudah memiliki refleks muntah yang cenderung sensitif.

  1. Gigi palsu menyebabkan pipi, bibir, atau lidah jadi sering tergigit

Komplikasi ini biasanya diakibatkan penyusunan gigi palsu yang kurang baik pada saat pembuatan di lab gigi. Jika ini terjadi, maka perlu dilakukan lagi penyesuaian gigitan oleh dokter gigi, kemudian gigi palsu tersebut diperbaiki di lab gigi.

  1. Terdapat rasa sakit atau peradangan di gusi bagian bawah

Semakin hari intensitas nyerinya bertambah. Hal ini bisa dikarenakan jarak vertikal gigi depan dari gigi palsu lebih besar dan tidak sesuai dengan jarak sebenarnya. Rasa sakit dapat menjalar ke otot pengunyahan sampai ke otot di daerah pelipis. Jika hal ini terjadi, maka perlu dilakukan perbaikan pada gigi palsu tersebut.

  1. Timbul rasa sakit saat gigi palsu dilepas pasang

Ketika merasakan sakit saat proses pasang lepas gigi palsu, kemungkinan ada basis akrilik yang tajam atau terlalu panjang, sehingga perlu dilakukan pengasahan pada sayap gigi palsu tersebut.

Sebetulnya tak ada patokan waktu khusus kapan gigi palsu harus diganti. Selama kondisinya masih baik, tak ada keluhan, serta rutin dilakukan perawatan dan pembersihan, maka gigi palsu tak perlu diganti. Meski demikian, penggantian gigi palsu direkomendasikan dilakukan setiap 3-5 tahun sekali karena saat pemakaian gigi palsu bisa aus. Bila mengalami poin-poin di atas atau gigi palsu sudah terasa tak nyaman, longgar, retak, hingga patah, segera ke dokter gigi profesional agar bisa segera ditangani.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar