Sukses

Benarkah Ibu Hamil Lebih Rentan Sakit Gigi?

Ibu hamil rentan mengalami peradangan pada gusi dan sakit gigi. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Klikdokter.com, Jakarta Saat melewati masa kehamilan, seorang wanita kerap mengalami beragam gangguan kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang kerap mengintai ibu hamil adalah sakit gigi.

Menurut drg. Wiena Manggala Putri dari KlikDokter, wanita yang sedang hamil rentan mengalami peradangan pada gusi dan penyakit gigi lainnya. Beberapa dari mereka lebih rentan mengalami masalah gusi dan sakit gigi karena adanya perubahan hormon.

Penyebab sakit gigi selama kehamilan

Selama masa kehamilan, wanita dapat menderita rasa sakit, hipersensitivitas, berbagai penyakit rongga mulut. Menurut Heidi Murkoff dan Sharon Mazel dalam buku mereka What To Expect When You're Expecting, wanita hamil juga memiliki kadar hormon tinggi yang membuat gusi lebih sensitif dan keropos dari biasanya. Tak heran, terjadi peningkatan kemungkinan iritasi gusi dan gigi, dan sakit gigi.

Dikutip dari Motherhow, penyebab sakit gigi selama kehamilan antara lain:

  • Kekurangan vitamin dan mineral. Misalnya, penurunan tajam kalsium dalam tubuh ibu
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Perubahan hormon
  • Eksaserbasi penyakit kronis pada sistem pencernaan
  • Mual pagi hari. Kekurangan vitamin sering terjadi karena kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
  • Perubahan dalam pekerjaan kelenjar ludah. Faktanya, sifat perlindungan air liur sangat menurun selama kehamilan
1 dari 2 halaman

Perawatan sakit gigi selama kehamilan

Bila Anda merasa bahwa sakit gigi yang Anda derita masih belum terlalu mengganggu, ada beberapa metode alami yang dapat membantu mengurangi gejala sakit gigi. Berikut tips alami mengatasi sakit gigi yang diberikan drg. Wiena Manggala.

  1. Berkumur dengan air garam

Berkumur dengan air garam telah dilakukan sejak zaman dulu dan dipercaya dapat mengatasi hampir seluruh masalah mulut. Kandungan yodium pada garam dapat membunuh bakteri serta mengurangi rasa sakit dan nyeri.

Larutkan garam menggunakan air hangat dengan takaran garam yang tidak perlu terlalu banyak. Setelah garam larut, berkumurlah selama 30 detik. Perlu dicatat, air garam ini hanya untuk dikumur, bukan untuk diminum.

  1. Mengompres bagian yang bengkak dengan es batu

Bungkus es batu dengan kain, lalu kompres di daerah yang mengalami pembengkakan dan nyeri, tahan sekitar 5-10 menit. Cara ini dapat dilakukan berkali-kali sesuai keinginan Anda. Sensasi dingin yang dihasilkan dapat mengurangi bengkak dan nyeri yang dirasakan.

  1. Gunakan minyak cengkih

Minyak cengkih mengandung zat antiseptik, antiradang dan antinyeri. Teteskan minyak cengkih pada kapas bulat yang steril, lalu tempelkan pada gusi atau gigi yang sakit, diamkan hingga rasa nyeri berangsur hilang.

Akan tetapi, jika Anda mengalami sakit gigi dan sudah merasa membutuhkan penanganan lebih lanjut, jangan ragu untuk menemui dokter gigi. Pasalnya, sakit gigi, karies, atau pulpitis dapat menimbulkan ancaman yang jauh lebih besar pada janin. Bahkan lubang kecil di gigi Anda dapat menjadi “gerbang” untuk infeksi yang lebih serius (terutama ketika sistem kekebalan tubuh Anda sedang melemah).

Sebenarnya, waktu terbaik untuk mengobati sakit gigi adalah saat trimester kedua. Akan tetapi, Anda juga dapat mengunjungi dokter gigi selama bulan-bulan kehamilan lainnya. Perawatan lesi karies yang tepat waktu akan mencegah munculnya pulpitis dan komplikasi lainnya.

Ibu hamil memang rentan mengalami sakit gigi dan peradangan gusi. Jika sakit gigi Anda masih dalam tahap awal dan belum mengganggu, Anda dapat menerapkan tiga tips alami di atas. Namun, bila tak kunjung membaik bahkan semakin parah, segera kunjungi dokter gigi. Ingat, masalah pada gigi dapat mengganggu kesehatan Anda juga janin yang ada di kandungan. Baca juga artikel ini untuk mendapatkan kiat mengatasi sakit gigi saat hamil.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar