Sukses

Dampak Stres terhadap Kesehatan Gigi

Tanpa Anda sadari, ternyata stres yang Anda alami berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Ini buktinya!

Klikdokter.com, Jakarta Siapa yang tak pernah stres? Stres adalah kondisi yang dapat melemahkan fisik maupun mental, seperti sakit kepala, sakit perut, kecemasan, hingga depresi. Nyatanya, dampak stres juga lebih luas dari itu—stres yang berkepanjangan juga bisa berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut.

Setidaknya ada dua mekanisme mengapa stres bisa menyebabkan gangguan kesehatan gigi dan mulut. Pertama, stres yang dapat memotivasi seseorang untuk mengatasinya dengan cara yang tak sehat, sehingga memicu timbulnya penyakit mulut. Misalnya memiliki pola makan yang buruk, konsumsi tembakau, minuman beralkohol, atau narkotika.

Kedua, stres yang berkepanjangan berkontribusi pada beban tubuh yang dapat mengakibatkan tidak bekerjanya sistem fisiologis. Akibat dari kondisi ini bisa memengaruhi mekanisme yang mendasari timbulnya penyakit.

Jika Anda sering stres, waspadalah terhadap beberapa gangguan kesehatan gigi dan mulut di bawah ini.

  1. Sariawan

Meski tidak berbahaya, tapi munculnya sariawan bisa menjadi pertanda Anda tengah dilanda stres. Kemunculan penyakit rongga mulut ini memang bisa disebabkan beberapa faktor. Mulai dari faktor keturunan, iritasi lokal, kekurangan nutrisi, alergi terhadap makanan tertentu, gangguan imunitas tubuh, kebiasaan merokok, dan faktor stres itu sendiri. Umumnya, sariawan akan hilang dalam waktu 1-2 minggu.

  1. Mulut kering

Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi kecemasan atau depresi bisa menjadikan mulut kering. Kondisi ini menyebabkan penurunan air liur, sehingga air liur tak mampu menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Ketika produksi air liur berkurang, gigi dan gusi tak bisa terlindungi dari bakteri yang secara alami ada di dalam mulut.

  1. Penyakit gusi

Stres yang dirasakan dalam jangka waktu panjang akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Salah satu gangguan kesehatan mulut yang sering muncul saat sedang stres adalah penyakit gusi atau penyakit periodontal.

Ketika sistem kekebalan tubuh tak bekerja dengan baik, gusi akan rentan terkena infeksi. Inilah kenapa pemeriksaan gigi secara rutin dibutuhkan untuk mencegah masalah ini di kemudian hari.

  1. Gigi berlubang

Kondisi stres juga dapat mengubah pola diet seseorang. Saat stres, tak sedikit orang yang “melarikan diri” ke makanan yang tinggi gula (dan lemak), sering kali dengan jumlah yang berlebihan. Ini dapat memicu timbulnya plak yang dihasilkan oleh banyaknya gula dan pati yang dikonsumsi.

Plak akan menciptakan asam yang berinteraksi dengan makanan yang dikonsumsi. Asam ini sangat berbahaya bagi lapisan enamel gigi, dan akan mempercepat pembusukan gigi. Kondisi tersebut juga bisa makin parah jika penderitanya tidak rutin melakukan pembersihan gigi dan mulutnya.

  1. Bruksisme

Bruksisme (bruxism) atau menggemeretakkan gigi adalah salah satu tanda umum stres. Saat stres muncul, secara tak sadar Anda sering mengatup-ngatupkan rahang dan menggemeretakkan gigi, terutama saat tidur di malam hari. Bila Anda memiliki kebiasaan ini, segera periksakan diri ke dokter gigi agar bisa segera diatasi. Kerusakan gigi pun jadi bisa dicegah.

  1. Bau mulut

Korelasi antara stres dan bau mulut (halitosis) didapat karena saat Anda sedang stres, asam lambung bisa terbentuk dan menciptakan acid reflux yang bikin bau mulut.

Enam poin di atas membuktikan bahwa stres tak hanya memengaruhi suasana hati dan pikiran, tetap juga terhadap kesehatan fisik, termasuk gigi dan mulut. Sebisa mungkin, atasi penyebab stres Anda. Jika perlu, temui tenaga ahli seperti psikolog atau psikiater. Membekali diri dengan kemampuan pengelolaan stres yang baik juga tak kalah penting. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin supaya kesehatan gigi dan mulut senantiasa terjaga.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar