Sukses

Waspadai Gejala Gangguan Dismorfik Tubuh

Sering merasa tidak percaya diri dengan penampilan diri sendiri? Ada kemungkinan Anda menderita body dysmorphic disorder atau gangguan dismorfik tubuh. Apa saja gejalanya?

Anda sering merasa tidak puas dengan bentuk tubuh sendiri? Meski menurut orang lain penampilan Anda baik-baik saja, tetap saja Anda merasa ada yang salah atau kurang. Bila hal ini terjadi, Anda perlu waspada karena bisa saja Anda terkena body dysmorphic disorder atau gangguan dismorfik tubuh. Apa saja gejala gangguan dismorfik tubuh ini? 

1 dari 3 halaman

Apa Itu Gangguan Dismorfik Tubuh?

Gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD) termasuk dalam gangguan jiwa, di mana seseorang menghabiskan waktu dengan merasa khawatir akan kekurangan pada penampilannya. 

Umumnya, kekurangan tersebut tidak disadari oleh orang lain alias hanya dirinya sendirilah yang merasakan adanya cacat atau kekurangan dalam diri. Hal yang sering terjadi adalah misalnya seseorang merasa hidungnya amat pesek, padahal bagi orang lain baik-baik saja. 

Gangguan BDD dapat terjadi pada siapa pun, pria maupun wanita, di rentang usia berapapun. Akan tetapi, kondisi ini paling sering terjadi pada usia remaja atau dewasa muda. 

Memang, memiliki berat badan ideal merupakan hal yang baik untuk kesehatan, terutama bila Anda termasuk dalam kategori berat badan berlebih atau obesitas. 

Akan tetapi, apabila keinginan untuk mencapai berat badan ideal berubah menjadi ambisi untuk mencapai postur tubuh langsing, perlu dicurigai jangan-jangan sudah terjadi gejala gangguan dismorfik tubuh. 

Artikel lainnya: Narsis dan Percaya Diri Itu Beda Lho, Begini Perbandingannya

2 dari 3 halaman

Gejala Body Dysmorphic Disorder (BDD)

Gangguan dismorfik tubuh dapat muncul dengan sejumlah gejala, di antaranya:

  1. Olahraga Berlebihan 

Olahraga memang baik dan penting untuk menjaga kondisi tubuh. Akan tetapi, olahraga yang berlebihan juga tidak baik dan bisa jadi salah satu gejala BDD. 

Hal ini ditandai dengan mengutamakan keinginan berolahraga di atas kebutuhan yang lain seperti bersosialisasi dengan keluarga, bekerja, atau memaksakan untuk melakukan aktivitas fisik di tengah kondisi sakit, cedera, atau sedang kelelahan. 

Gejala gangguan dismorfik tubuh lainnya adalah timbulnya rasa bersalah berlebihan ketika harus alpa dari satu sesi olahraga dan melipatgandakan intensitas dan waktu di sesi berikutnya. Hal tersebut tentu berbahaya bagi tubuh. 

Artikel lainnya: Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Remaja Perempuan Anda

  1. Suka Menghitung Kalori secara Berlebihan 

Lagi-lagi, Anda memang perlu mindful terhadap jumlah kalori yang masuk dari makanan sehari-hari. Akan tetapi, bila hal ini menjadi suatu keharusan atau bahkan membuat Anda tidak makan dan minum karena takut akan kalori yang terkandung dalam suatu makanan, bisa jadi Anda mengalami body dysmorphia

Padahal sebenarnya, setiap orang tetap memerlukan sejumlah kalori setiap hari, untuk dapat beraktivitas dengan normal.

  1. Sering Bercermin atau Menghindari Bercermin

Salah satu ciri-ciri body dysmorphic disorder adalah kebiasaan sering bercermin. Saat bercermin, biasanya mereka yang mengalami BDD akan lebih fokus pada bagian yang gemuk atau bagian yang dirasa kurang. 

Hal ini pula yang membuat mereka menjadi semakin tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya. Namun, pada kasus yang ekstrem, orang dengan BDD bisa saja menghindari bercermin sama sekali. 

Artikel lainnya: Bulimia dan Anoreksia, Samakah?

  1. Percaya Orang Lain Memandang Rendah Dirinya

Selain yakin bahwa dirinya memiliki banyak kekurangan fisik, mereka yang mengalami gangguan dismorfik tubuh juga meyakini orang lain juga menyadari kekurangan dirinya tersebut dan memandang negatif akan penampilannya.

  1. Berusaha Menutupi Kekurangan 

Ciri lainnya adalah kebiasaan untuk menutupi bagian yang dirasa menjadi kekurangan, entah dengan memoles makeup berlebihan atau menggunakan jenis pakaian tertentu. Mereka juga mungkin akan berkonsultasi dengan ahli bedah plastik untuk melakukan prosedur guna memperbaiki bagian tubuh tertentu. 

  1. Menghindari Orang Banyak

Karena merasa tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya, seseorang dengan BDD bisa jadi menghindari pertemuan orang banyak atau komunitas tertentu.

  1. Mengalami Gangguan Makan 

Dalam kasus yang berat, orang dengan BDD dapat mengalami gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa. Pada anoreksia nervosa, orang akan mengalami ketakutan irasional akan penambahan berat badan sehingga secara ekstrem akan membatasi kalori.

Sementara pada bulimia nervosa, penderitanya akan makan dalam jumlah banyak dan kemudian mengeluarkan makanan tersebut dengan cara memaksa muntah, mengonsumsi obat laksatif untuk mengeluarkan makanan melalui BAB, olahraga berlebih, puasa, atau kombinasi berbagai cara tersebut. 

  1. Social Media Famous

Banyak yang beranggapan bahwa memiliki banyak pengikut di media sosial akan menjadi tolak ukur kesempurnaan. Mereka pun mencari pengakuan dengan cara memanipulasi foto agar bisa dinilai oleh pengikutnya sebagai sosok yang sempurna. 

Tak sedikit yang datang kepada ahli bedah untuk mengubah diri mereka seperti hasil manipulasi foto-foto mereka di sosial media. Hal ini disebut dysmorphia snapchat. 

Meski tampak sepele, body dysmorphic disorder bisa jadi sangat menyiksa bagi penderitanya dan mengganggu kualitas hidup. Obsesi memiliki penampilan sempurna lambat laun dapat mencetuskan depresi hingga bunuh diri bila tidak ditangani dengan tepat. 

Bila Anda mengalami gejala gangguan dismorfik tubuh, jangan ragu untuk mencari pertolongan dari tenaga profesional. Anda juga bisa berkonsultasi lewat fitur Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. Dengan demikian, Anda dapat memperoleh penanganan yang tepat. 

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar