Sukses

Benarkah Asam Urat Merupakan Penyakit Turunan?

Asam urat merupakan jenis penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat. Apakah asam urat ini merupakan penyakit turunan?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit asam urat tak lagi identik sebagai penyakit kelompok usia lanjut. Penyakit yang ditandai oleh nyeri pada sendi jari dan kadar asam urat darah yang tinggi ini bisa diderita semua umur. Satu hal yang masih sering menjadi pertanyaan adalah, benarkah  asam urat adalah penyakit turunan?

Asam urat terjadi akibat penumpukan kristal asam urat pada sendi-sendi tubuh. Paling sering dirasakan di sendi jari jempol kaki.

Karakteristik penyakit ini adalah munculnya rasa nyeri mendadak yang disertai bengkak, kemerahan, hangat, dan rasa tidak nyaman di sendi. Siapa pun yang pernah mengalami asam urat pasti tahu bagaimana nyerinya ketika penyakit ini menyerang.

Ada kalanya nyeri muncul pada malam hari, sehingga membangunkan penderita dari tidurnya. Gejala bisa hilang timbul dan terdapat momen-momen bebas rasa nyeri.

Penderita juga memiliki karakteristik kadar asam urat darah yang nilainya meningkat  dibandingkan normal. Namun jangan salah, penderita asam urat tinggi juga bisa tidak merasakan gejala nyeri sendi sama sekali. Kondisi ini disebut sebagai hiperurisemia asimtomatik, yaitu kadar asam urat darah tinggi yang tidak disertai gejala.

Gejala-gejala yang umum dirasakan penderita asam urat antara lain:

  • Nyeri hebat di sendi. Sendi-sendi yang paling sering terkena adalah sendi besar seperti sendi ibu jari, pergelangan, lutut, siku, dan pergelangan tangan. Sendi yang terlibat umumnya hanya satu sendi, tapi bisa juga terjadi pada beberapa sendi sekaligus.
  • Terdapat gejala penyerta seperti pembengkakan pada sendi, disertai kemerahan, serta terasa hangat.
  • Jangkauan gerak sendi menjadi terbatas.
  • Tanpa pengobatan, serangan nyeri bisa menyerang sendi-sendi lain. Rasa nyeri yang dirasakan pun makin berat dan makin lama.
1 dari 2 halaman

Asam urat disebabkan makanan atau karena turunan?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyakit asam urat terjadi akibat penumpukan kristal asam urat pada sendi jari. Kristal dapat terbentuk ketika kadar asam urat darah meningkat dibandingkan kadar normal.

Asam urat bisa muncul dalam darah ketika tubuh memetabolisme purin, yaitu suatu zat yang secara normal terdapat di dalam tubuh. Namun, purin juga ditemukan dalam beberapa jenis makanan, misalnya daging sapi, jeroan, emping, beberapa sayuran hijau seperti bayam, dan makanan laut. Ada pula beberapa minuman yang mengandung kadar asam urat tinggi, yaitu minuman beralkohol dan minuman manis. Jika ini semua dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, kadar asam urat bisa tinggi.

Normalnya, asam urat akan terlarut dalam darah dan dikeluarkan oleh ginjal melalui urine. Namun, asam urat di dalam tubuh terlalu banyak, atau ketika ginjal hanya membuang sedikit asam urat, akhirnya bisa terjadi penumpukan asam urat.

Asam urat dapat menumpuk dan membentuk kristal urat tajam serupa jarum di sendi atau jaringan sekitarnya. Saat ini terjadi, muncul gejala nyeri akibat peradangan sendi.

Namun ada penemuan baru yang cukup mengejutkan. Ternyata makanan bukanlah satu-satunya faktor kuat dalam menentukan terjadinya penyakit asam urat. Sebuah metaanalisis yang dipublikasikan di jurnal medis “BMJ” menyebutkan, kebanyakan makanan yang berkaitan dengan penyakit asam urat hanya berkontribusi sebesar satu persen dalam variasi kadar asam urat darah. Sebesar 24 persennya berkaitan dengan faktor genetik.

Dengan begitu, kecenderungan genetik memegang peranan yang lebih besar terhadap terjadinya kadar asam urat tinggi dalam darah. Ini menjelaskan kenapa seseorang dengan faktor keluarga yang menderita asam urat memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menderita penyakit ini.

Jadi, berdasarkan temuan metaanalisis, kontribusi makanan terhadap terjadinya penyakit asam urat ternyata lebih kecil dibandingkan dengan faktor keturunan. Karenanya, Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan asam urat harus lebih waspada dan mengatur pola makan, hindari makanan yang tinggi purin. Bisa jadi, sekalipun memiliki kadar asam urat darah yang sama tingginya, orang-orang yang memiliki faktor keturunan akan lebih dahulu mengalami gejala nyeri, bengkak, dan kemerahan sendi.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar