Sukses

Cegah Kanker Serviks dengan Mengubah Gaya Hidup

Kanker serviks adalah salah satu kanker dengan angka kematian tertinggi setelah kanker payudara. Kenali pencegahannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker serviks adalah keganasan yang ditemukan pada mulut rahim (serviks) seorang wanita. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian, terutama bila terdiagnosis pada stadium lanjut. Akan tetapi, dengan perubahan gaya hidup, risiko terkena kanker serviks dapat menurun.

Berikut lima gaya hidup yang dapat membantu Anda terhindar dari kanker serviks.

  1. Rutin melakukan deteksi dini

Deteksi dini merupakan cara terbaik untuk menemukan adanya kanker serviks pada stadium awal, sehingga angka kesuksesan pengobatan lebih tinggi. Deteksi dini juga dapat mengenali adanya perubahan serviks yang tidak normal sebelum menjadi kanker (perubahan prakanker). Dengan begitu, lesi prakanker dapat diobati sebelum menjadi kanker.

Deteksi dini kanker serviks dilakukan dengan pemeriksaan pap-smear serta tes HPV (Human Papilloma Virus). Wanita berusia 21-29 tahun disarankan menjalani pemeriksaan pap-smear setiap 3 tahun sekali. Setelah usia 30, Anda disarankan melakukan kombinasi pemeriksaan pap-smear dan tes HPV setiap 5 tahun sekali.

  1. Memperhatikan aktivitas seksual

Infeksi HPV merupakan faktor risiko utama timbulnya kanker serviks. Aktivitas seksual membuat Anda lebih rentan terpapar HPV. Hal ini tidak terbatas pada hubungan intim saja, tapi dapat juga mencakup kontak kulit antar-kelamin dan berhubungan seks secara oral.

Jika Anda memiliki banyak pasangan seksual, maka Anda lebih mudah terinfeksi HPV. Selain itu, jika pasangan Anda memiliki banyak pasangan seksual atau punya pasangan seksual yang terkena kanker serviks, Anda juga rentan terinfeksi HPV. Oleh karenanya kondisi tersebut harus dihindari.

Hubungan seksual dengan banyak pasangan juga membuat Anda rentan terkena infeksi menular seksual (IMS). Beberapa jenis IMS, terutama klamidia dan herpes, membuat Anda lebih rentan terkena kanker serviks.

  1. Berhenti merokok

Risiko seorang wanita perokok terkena kanker serviks hampir dua kali lipat dibandingkan wanita yang tidak merokok. Rokok diperkirakan dapat merusak DNA pada sel serviks, sehingga dapat berperan dalam munculnya kanker. Kebiasaan merokok juga membuat kemampuan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi HPV menjadi berkurang. Jika Anda wanita perokok, sudah saatnya menghentikan kebiasaan ini.

  1. Pilihan kontrasepsi

Penggunakan kondom dapat memberikan perlindungan sebagian terhadap infeksi HPV, walau tidak memberi perlindungan sepenuhnya. Alasannya, kondom tidak dapat melingkupi seluruh area tubuh yang mungkin terkena infeksi HPV (seperti bagian kulit dari area kelamin dan anus).

Penggunaan pil KB, terutama dalam jangka waktu panjang (lebih dari 10 tahun, meski penggunaan KB lebih dari 5 tahun juga sedikit meningkatkan risiko) menaikkan risiko timbulnya kanker serviks. Risiko ini akan turun jika penggunaan pil KB dihentikan, dan akan kembali ke normal sekitar 10 tahun setelah berhenti menggunakan pil KB.

Di sisi lain, wanita yang menggunakan IUD (Intra Uterine Device) sebagai pilihan kontrasepsi memiliki risiko lebih rendah terkena kanker serviks, menurut beberapa penelitian. Hal ini berlaku bahkan untuk penggunaan IUD di bawah satu tahun, dan masih berlaku walaupun IUD sudah dilepas.

  1. Pola makan

Wanita yang tidak rutin mengonsumsi buah dan sayur sehari-hari lebih berisiko terkena kanker serviks. Selain itu, mereka dengan kelebihan berat badan juga lebih berisiko. Oleh karena itu, perhatikan pola makan Anda agar bergizi seimbang dan jaga berat badan tetap ideal.

Tak hanya untuk kanker serviks, sebenarnya gaya hidup yang sehat akan menghindarkan Anda dari beragam penyakit. Oleh karena itu, selalu lakukan pola hidup sehat. Pola hidup sehat dapat Anda mulai dari berolahraga teratur, cukup istirahat, hindari stres, dan tentunya asupan nutrisi sehat seimbang.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar