Sukses

Arti Kesehatan di Balik Warna Dahak

Sedang musim radang tenggorokan dan batuk berdahak, yuk coba cari tahu kondisi dahak Anda! Beda warna dahak, beda artinya pada kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki musim pancaroba, semakin banyak orang yang mengalami gangguan tenggorokan. Entah itu karena radang tenggorokan atau batuk berdahak. Di antara keduanya, batuk berdahak adalah yang paling sering dialami. Apakah Anda memang sedang mengalami keluhan tersebut? Jika ya, coba perhatikan warna dahak yang keluar saat batuk. Beda warna, beda arti kesehatannya, lho!

Dahak itu sendiri merupakan cairan lendir kental yang terdapat di saluran pernapasan atas dan muncul saat tubuh terkena infeksi. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, warna dahak yang keluar bergantung dari jenis kondisi yang mendasari. Misal, bila dahak berwarna bening, maka kondisi kesehatan terbilang normal. Pasalnya, lendir bening bertugas melembapkan saluran pernapasan dan melumasi saluran pencernaan.

Lantas, bagaimana dengan warna-warna dahak yang lainnya?

1. Dahak berwarna kuning kehijauan

Untuk kondisi dahak yang seperti ini, dunia medis menyebutnya sebagai purulen. Teksturnya sangat pekat dan kental. Umumnya, dahak berwarna kuning kehijauan menandakan adanya infeksi bakteri di saluran pernapasan.

“Perubahan warna dahak menjadi kuning kehijauan disebabkan oleh tubuh yang mengeluarkan sel darah putih ke daerah yang mengalami infeksi. Sel ini mengandung protein berwarna hijau, sehingga ketika diproduksi dalam jumlah yang banyak, dahak pun akan ikut berwarna hijau,” dr. Vita menjelaskan.

Adapun jenis infeksi yang sering menjadi alasan di balik kuning atau hijaunya warna dahak, yaitu:

  • Pneumonia, yaitu peradangan jaringan paru-paru yang memiliki gejala penyerta seperti demam, napas pendek, sesak, dan kadang dahak disertai darah.
  • Bronkitis. Awalnya penyakit ini memiliki gejala batuk kering. Namun ketika bertambah parah, keluhan akan menjadi batuk berdahak. Perubahan warna dahak menjadi pertanda bahwa infeksi virus diikuti oleh infeksi bakteri.
  • Sinusitis. Selain warna dahak yang berubah kuning kehijauan, biasanya sinusitis juga diikuti gejala lain berupa nyeri pada rongga sinus dan hidung tersumbat.
  • Cystic Fibrosis. Penyakit kronis ini dapat terjadi sejak usia muda, bersifat genetik atau “diwariskan” dari keluarga, dan menyebabkan lendir menumpuk di paru.

2. Dahak berwarna merah muda

Dahak warna ini mengarah pada penyakit edema paru, yang ditandai dengan gejala sesak napas karena ada pengumpulan cairan dalam paru.

“Dahak berwarna merah muda juga tercampur dengan darah. Bila teksturnya berbusa, maka batuk ini dialami oleh penderita penyakit jantung,” tutur dr. Vita.

Beberapa penyakit lain yang juga dapat menyebabkan terbentuknya dahak berwarna merah muda, termasuk tuberkulosis (disertai gejala demam dan berkeringat di malam hari), kanker paru (disertai penurunan berat badan yang drastis), dan emboli paru (penyumbatan darah pada arteri paru).

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Dahak berwarna cokelat

Dahak berwarna cokelat menandakan bahwa dahak tersebut telah bercampur debu atau benda asing seperti tar yang berasal dari rokok. Dahak warna ini juga dapat menandakan adanya perdarahan paru kronis, dan penyakit seperti pneumoconiosis ― yang disebabkan oleh sering menghirup debu polusi industri, serta abses paru ― jaringan paru yang meradang dan bernanah, disertai bau napas yang tidak sedap.

4. Dahak berwarna putih

Dahak warna putih menandakan adanya infeksi di saluran pernapasan atas. Dahak warna ini juga dapat menjadi indikasi beberapa penyakit lain, seperti bronkitis virus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit asam lambung, dan gagal jantung kongestif.

5. Dahak berwarna hitam

Sering disebut sebagai melanoptysis, dahak hitam biasanya disebabkan oleh beberapa keadaan, misalnya pneumoconiosis, perokok berat, infeksi jamur exophiala dermatitidis, hingga cystic fibrosis.

Hal penting yang harus selalu Anda ingat, warna dahak putih ataupun kuning kehijauan tanpa adanya perubahan kondisi atau gejala yang berarti adalah kondisi yang tidak perlu terlalu dicemaskan. Anda bisa mengatasi keadaan tersebut dengan mengonsumsi makanan alami atau minuman hangat yang terbuat dari jahe atau kencur. Akan tetapi, bila dahak berwarna merah muda, cokelat, bahkan kehitaman, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sebelum terlambat.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar