Sukses

Telinga Sering Kemasukan Air, Apa Bahayanya?

Telinga yang sering kemasukan air diam-diam bisa berbahaya. Ini alasannya!

Klikdokter.com, Jakarta Saat mandi atau berenang, tak jarang telinga kemasukan air. Keluhan yang muncul bervariasi, mulai dari ketidaknyamanan hingga nyeri hebat. Meski keluhan ini seringnya bisa diatasi dengan mudah dan cepat, nyatanya sering kemasukan air diam-diam bisa berbahaya. Bahaya yang dimaksud di sini adalah ancaman gangguan kesehatan swimmer’s ear.

Swimmer’s ear merujuk pada infeksi telinga bagian luar yang sering terjadi pada perenang, mengingat aktivitas dalam air membuat telinga mereka sering kemasukan air. Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi kuman. Aktivitas harian seperti mandi juga bisa menyebabkan munculnya infeksi telinga bagian luar jika air sering masuk ke dalam telinga. Namun, secara statistik memang risiko infeksi telinga bagian luar lima kali lipat lebih mungkin dialami para perenang.

Bagaimana swimmer’s ear bisa terjadi?

Ketika air sering terperangkap dalam waktu lama di telinga, kondisi liang telinga menjadi lembap. Akibatnya, terbentuk lingkungan yang mendorong pertumbuhan bakteri dan menimbulkan infeksi di kanal luar saluran pendengaran alias swimmer’s ear.

Jika Anda sampai mengalaminya, gejala-gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Gatal di liang telinga
  • Kemerahan pada telinga bagian luar
  • Rasa nyeri di telinga yang memberat ketika daun telinga ditarik atau ditekan ke dalam
  • Keluar sedikit cairan atau ada nanah di telinga luar
  • Rasa penuh di telinga
  • Suara terdengar samar-samar dan tidak jernih
1 dari 2 halaman

Waspadai komplikasinya

Penderita swimmer’s ear akan sangat terganggu dengan rasa nyeri yang muncul. Keluhan ini bisa dirasakan berat, sehingga berdampak pada aktivitas penderita. Selain itu, pembengkakan akibat infeksi telinga luar dapat menurunkan volume liang telinga dengan signifikan. Dengan begitu, konduksi (penghantaran) suara menuju telinga tengah akan terganggu. Kondisi ini memungkinkan terjadinya penurunan pendengaran (ketulian) dalam derajat ringan hingga sedang.

Komplikasi lainnya dari infeksi telinga luar adalah proses penyebaran infeksi menuju jaringan di sekitarnya. Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, proses infeksi dapat meluas, misalnya meluas hingga area telinga tengah. Hal ini bisa mudah terjadi jika lingkungan telinga sering lembap seperti sering kemasukan air.

Cegah dengan langkah-langkah ini

Telinga yang sering kemasukan air rentan mengalami sejumlah risiko gangguan kesehatan pada organ tersebut. Oleh karena itu, kondisi tersebut harus ditangani secara tepat.

Hindari mengorek atau mencoba mengeluarkan air dari telinga dengan memasukkan jari atau cotton bud. Keduanya dikhawatirkan dapat merusak lapisan terluar dari kulit telinga yang lembut dan tipis dan membuat swimmer’s ear makin mungkin terjadi.

Langkah-langkah penanganan yang benar antara lain:

  1. Dengan menggunakan handuk lembut, keringkan area luar yang masih dapat terjangkau.
  2. Miringkan kepala ke arah luar liang telinga, sambil sedikit menarik daun telinga. Diharapkan air dapat keluar dengan sendirinya, sebab penarikan perlahan daun telinga dapat memperlurus posisi saluran telinga.
  3. Masukkan sedikit air ke dalam telinga yang kemasukan air, kemudian secara cepat balik posisi kepala untuk menuangkan kembali air tersebut keluar. Lakukan perubahan posisi kepala tersebut secepatnya ketika air yang Anda teteskan sudah terasa masuk ke dalam telinga.
  4. Menggunakan prinsip evaporasi, yaitu dengan mengarahkan blow dryer atau alat pengering lainnya ke depan liang telinga. Ingat, jangan terlalu dekat, berikan jarak minimal 30 cm. Hanya gunakan level panas yang paling rendah agar tidak mencederai kulit telinga. Tujuannya hanya untuk menghilangkan kelembapan berlebih dengan cara evaporasi.

Itulah bahaya yang mengintai jika telinga sering kemasukan air. Jika ini terjadi saat Anda sedang mandi di bawah pancuran atau  berenang, segera lakukan langkah-langkah penanganan yang dijabarkan di atas. Sehingga, risiko terjadinya infeksi telinga luar alias swimmer’s ear bisa diminimalkan, bahkan dihilangkan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar