Sukses

Makanan Bertekstur Kasar Bikin Radang Tenggorokan Makin Parah?

Katanya, keripik, gorengan, atau makanan bertekstur kasar lainnya bisa bikin radang tenggorokan makin parah. Benarkah berpengaruh?

Klikdokter.com, Jakarta Saat Anda mengalami batuk, demam, tenggorokan terasa nyeri dan sulit menelan, kemungkinan Anda sedang terkena radang tenggorokan. Saat penyakit ini menyerang, biasanya Anda dianjurkan makan yang makanan yang lembut seperti bubur atau sup, bukan makanan seperti aneka keripik, gorengan, atau kacang-kacangan. Karena, katanya makanan bertekstur kasar seperti ini bisa bikin radang tenggorokan makin parah. Bagaimana pandangan medis terhadap hal ini?

Sebelum menjawabnya, makanan bertekstur kasar yang dimaksud adalah makanan yang digoreng, bertepung, sehingga menimbulkan sensasi renyah. Selain itu, ada pula makanan seperti camilan kemasan kering manis atau asin, atau roti yang dipanggang hingga teksurnya keras (seperti bagelen atau toast).

Permasalahan utama bukan pada tekstur makanan

Dari KlikDokter, dr. Adeline Jaclyn mengatakan, makanan yang bertekstur kasar pada dasarnya tidak akan menyebabkan radang tenggorokan semakin parah. Dengan catatan, sebelum ditelan Anda mengungahnya hingga benar-benar lumat.

“Makanan bertekstur kasar atau keras tidak akan mengiritasi bila dari awal Anda sudah mengunyahnya dengan benar. Makanan yang sudah dikunyah dan terkena air liur pasti teksturnya akan berubah lembut, sehingga tidak akan melukai tenggorokan,” jelasnya.

Menurut dr. Adeline, yang jadi masalah sebetulnya bukanlah teksturnya, melainkan kandungan minyak goreng yang umum ditemukan pada makanan yang bertekstur kasar seperti ayam goreng tepung, pisang goreng, kerupuk, dan aneka gorengan lainnya.

“Makanan yang mengandung minyak berlebih dan suhunya terlalu panas (dimakan setelah makanan baru matang) itulah yang bisa memicu iritasi tenggorokan makin parah,” tegas dr. Adeline.

Saat Anda sedang sakit radang tenggorokan, apalagi yang disertai demam, umumnya badan terasa lemas, kemampuan mengunyah pun juga berkurang. Alhasil, makanan bertekstur kasar tak akan terkunyah dengan baik, yang memungkinkannya ditelan dalam kondisi yang belum lembut, sehingga berpotensi melukai tenggorokan yang sedang meradang. Tak hanya itu, makanan yang belum lumat bisa tersangkut di tenggorokan, sehingga membuat Anda tersedak. Kalau sudah begini, pasti tenggorokan akan terasa semakin nyeri, bukan? Mungkin inilah yang menyebabkan banyak orang menganggap makanan bertekstur kasar bisa bikin radang tenggorokan makin parah.

Beda halnya ketika yang disuguhkan saat sakit adalah bubur, sup, atau makanan lembut lainya seperti nasi tim. Tanpa harus berusaha ekstra mengunyah lebih lama, Anda yang sedang sakit radang tenggorokan bisa langsung menelannya karena teksturnya yang sudah lembut.

Jika tak ada opsi makanan yang lembut, kunyahlah makanan selembut mungkin agar makanan bisa leluasa melewati tenggorokan tanpa menyakitinya.

Meski Anda diperbolehkan mengonsumsi makanan seperti biasa, tetapi dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter menyarankan Anda untuk tidak menyantap hidangan yang terlalu panas atau terlalu dingin agar iritasi tidak semakin parah.

Sekali lagi, karena radang tenggorokan bisa menyulitkan dan menyebabkan sakit saat menelan, memang sebaiknya Anda menghindari beberapa jenis makanan seperti makanan bertekstur kasar, renyah, dan keras. Selain itu, hindari juga buah-buahan yang asam serta minuman beralkohol. Lebih baik konsumsi makanan yang lembut seperti pisang, sup ayam, campuran lemon dan madu, telur, jahe, atau sayuran yang dimasak sampai lunak. Nutrisinya pun sangat baik untuk tubuh.

Radang tenggorokan memang disebabkan oleh bakteri dan virus, seperti bakteri Streptococcus pyogenes, streptokokus kelompok A, hinovirus, adenovirus, dan influenza. Akan tetapi, memburuknya iritasi juga bisa disebabkan oleh faktor eksternal, seperti lewat makanan. Karenanya, lebih baik stop dulu konsumsi makanan bertekstur kasar seperti keripik atau kacang goreng dan perbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi yang bisa mengakibatkan tenggorokan kering.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar