Sukses

Suplemen Protein Picu Sakit Ginjal?

Katanya, mengonsumsi suplemen protein bisa memicu sakit ginjal. Sebenarnya, itu mitos atau fakta?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu alternatif praktis untuk mendapatkan asupan protein berjumlah banyak dalam waktu singkat adalah dengan mengonsumsi suplemen protein. Tapi sayang, konsumsi suplemen protein ini banyak dikaitkan dengan sakit ginjal. Pertanyaannya, apakah kabar tersebut mitos atau fakta?

Protein untuk otot tubuh

Tak dimungkiri bahwa asupan protein sangat krusial dalam upaya untuk membentuk otot. Otot manusia tersusun dari dua tipe struktur yang disebut aktin dan miosin, di mana keduanya terbentuk dari protein. Makin banyak otot yang ingin dibentuk/ diperbesar, maka makin banyak pula asupan protein yang dibutuhkan.

Protein itu sendiri terdiri dari dua macam asam amino, yaitu asam amino esensial dan non-esensial. Khusus untuk asam amino esensial, tubuh hanya dapat memperolehnya dari makanan. Contoh makanan yang mengandung kadar protein alami tinggi adalah daging sapi, daging ayam, putih telur, ikan, produk susu, tofu, dan lain-lain.

Bagi yang tertarik untuk menggunakan suplemen protein, pilihan yang paling tenar adalah yang berbentuk bubuk. Tiga bentuk paling umum dari protein bubuk terbuat dari whey, kedelai, dan protein kasein. Whey adalah bentuk yang paling sering digunakan, karena merupakan protein susu yang larut dalam air. Selain itu, whey juga memiliki kandungan protein yang lengkap

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saat protein whey dikombinasikan dengan latihan ketahanan otot, akan diperoleh peningkatan lean body mass dan besar otot pada orang dewasa muda yang sehat.

Asupan suplemen protein dan sakit ginjal

Jika Anda memiliki ginjal yang sehat, konsumsi suplemen protein dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama tidak akan menyebabkan sakit ginjal. Tapi bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya terlalu banyak dan dalam jangka waktu lama, karena hal ini tetap bisa membahayakan ginjal. Bila Anda sudah memiliki gangguan ginjal, asupan suplemen tinggi protein dapat memperberat penyakit ginjal.

Benar adanya bahwa asupan tinggi protein dapat meningkatkan kerja ginjal. Secara spesifik, tekanan dalam glomerulus ginjal akan meningkat. Glomerulus adalah jaringan ginjal yang memiliki tugas sangat krusial dalam menyaring darah. Bila asupan tinggi protein berlangsung dalam jangka waktu lama, dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan struktur glomerulus.

Solusi terbaiknya adalah dengan mengetahui kadar kesehatan ginjal Anda sebelum mengonsumsi suplemen protein. Bila telah terdapat masalah ginjal, berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan suplemen protein. Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengonsumsi suplemen protein dalam jumlah yang direkomendasikan dokter. Kebutuhan protein setiap orang tentunya berbeda-beda.

Seseorang dengan aktivitas ringan sebaiknya mencukupi kebutuhan protein sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan untuk setiap hari. Seorang atlet atau orang yang ingin membentuk ototnya perlu meningkatkannya hingga dua kali lipat.

Kebutuhan protein dapat meningkat menjadi 1,2–1,7 gram protein per kilogram berat badan. Sekali lagi, sesuaikan kebutuhan protein dengan kesehatan Anda, dan konsultasikan kepada dokter.

Jadi, sakit ginjal akibat konsumsi suplemen protein bisa terjadi, namun hanya pada penggunaan yang terlalu tinggi dan dalam jangka waktu yang sangat lama. Dengan demikian, kewaspadaan tetap diperlukan sebelum mengonsumsi protein tambahan dari suplemen.

[RS/RH]

0 Komentar

Belum ada komentar