Sukses

Benarkah Makanan Pemicu Asam Urat juga Bahaya Bagi Ginjal?

Hati-hati, makanan yang bisa memicu asam urat ternyata juga dapat membahayakan ginjal.

Klikdokter.com, Jakarta Bicara soal pemicu asam urat, maka makanan yang mengandung zat purin tinggi pasti menjadi penyebab utamanya. Tak hanya menimbulkan efek tersebut, nyatanya makanan tersebut juga bisa berdampak negatif pada kesehatan ginjal Anda.

Menurut, dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, purin sendiri merupakan zat yang secara alami diproduksi di dalam tubuh dan ditemukan pada sebagian makanan. Zat ini sebetulnya tidak terlalu buruk. Tapi bila dikonsumsi dalam jumlah besar, purin akan memberikan efek negatif berupa kenaikan kadar asam urat.

“Saat tubuh mencerna purin, akan diproduksi juga asam urat. Semakin banyak jumlah purin yang dikonsumsi, maka semakin tinggi pula jumlah asam urat yang mengendap di dalam tubuh.” jelas dr. Fiona. Namun, bagaimanakah makanan tersebut bisa memengaruhi kesehatan ginjal?

Makanan tinggi purin dan kesehatan ginjal

Selain dapat memicu timbulnya gejala asam urat yang cukup menyiksa, makanan yang berpurin tinggi rupanya juga berbahaya bagi ginjal. Hal tersebut dibenarkan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Menurutnya, seseorang yang mengonsumsi banyak makanan berpurin tinggi akan menyebabkan penumpukan kristal asam urat yang tidak bisa dikeluarkan oleh ginjal. 

“Apabila sudah mengendap di ginjal dan sulit dikeluarkan, asam urat bisa menyebabkan permasalahan pada organ tersebut, salah satunya batu ginjal.” tutur dr. Ega. Untuk mengatasi pengendapan kristal asam urat di dalam tubuh, ada yang menganggap bahwa banyak minum air putih bisa membantu mengatasinya.

Namun, wanita yang akrab disapa dr. Ega ini berpendapat, upaya tersebut tidak akan memberikan hasil yang maksimal bila penderitanya tidak mengimbanginya dengan pola makan yang lebih sehat dan membatasi konsumsi makanan tinggi purin. Beberapa contoh makanan yang tinggi kadar purin antara lain adalah:

  • Jeroan (hati, paru, otak, lidah dan babat)
  • Daging bebek dan daging sapi muda
  • Aneka hidangan laut seperti kerang, ikan sarden, lobster, kepiting, udang dan ikan kembung.
  • Produk susu tinggi lemak 
  • Beberapa jenis sayur seperti asparagus, kembang kol, bayam, dan kacang-kacangan
  • Makanan tinggi gula
  • Minuman beralkohol

Dengan mengontrol konsumsi makanan dan minuman tersebut, maka Anda bisa terselamatkan dari asam urat dan batu ginjal. Tak hanya itu, usahakan untuk memenuhi kebutuhan air minum harian Anda untuk mencegah kondisi menjadi semakin parah.

Akibat kurang minum air

Meski minum banyak air tidak dapat membantu secara penuh dalam membuang kristal asam urat. Tapi jangan sampai hal tersebut membuat Anda malas untuk minum air putih, ya!

Dijelaskan oleh dr. Ega, kurang minum akan memicu munculnya permasalahan ginjal yang lain, yaitu gagal ginjal akut. Kondisi ini merupakan penurunan fungsi ginjal yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan.

Kondisi ini berbeda dengan batu ginjal yang dapat berlangsung lama. Pada batu ginjal, sepanjang saluran yang dilewati oleh urine seperti saluran ureter dan kandung kemih akan terdapat endapan yang disebut batu ginjal.

Sebenarnya, proses terbentuknya batu di ginjal memerlukan waktu yang tidak sebentar. Proses ini sangat dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang baik selama bertahun-tahun. 

Beberapa pola hidup yang dimaksud adalah kurang minum, sering mengonsumsi makanan berpurin tinggi, sering menahan kencing terlalu lama, konsumsi kalsium dan vitamin C berlebihan, dan sering minum minuman bersoda. 

Apabila ukuran batu ginjal kecil, penyakit tersebut tidak akan menunjukkan gejala yang berarti. Namun, jika ukurannya besar, gejala yang ditimbulkan dapat berupa gangguan buang air kecil, nyeri pinggang, hingga infeksi saluran kencing.

Jadi, makanan pemicu asam urat seperti makanan yang mengandung purin tinggi ternyata juga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan ginjal. Oleh sebab itu, batasi untuk mengonsumsinya. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari dua penyakit sekaligus, yakni asam urat serta batu ginjal. 

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar