Sukses

Penanganan Diagnosis Kanker Serviks Stadium 1

Kanker serviks yang ditemukan saat masih stadium 1 bisa diobati dan pasien memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Bagaimana prosedurnya?

Klikdokter.com, Jakarta Kanker serviks merupakan keganasan yang ditemukan pada organ reproduksi wanita, tepatnya pada serviks atau mulut rahim. Salah satu solusi mengatasi penyakit mematikan ini adalah dengan pencegahan serta deteksi dini. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi HPV, sementara salah satu langkah deteksi dini kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan pap smear.

Sayangnya, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, hampir 70% penderita kanker baru datang saat penyakitnya sudah mencapai stadium lanjut. Untuk kanker sendiri, penyakit ini terdiri dari 4 stadium yang ditentukan berdasarkan ukuran serta penyebaran sel ganas ini ke kelenjar getah bening atau daerah lain pada tubuh (metastasis).

Pada kanker serviks, stadium 1 dibagi lebih lanjut menjadi stadium 1A dan 1B. Kanker serviks stadium 1A menandakan bahwa pertumbuhan kanker ke dalam jaringan mulut rahim maksimal 5 milimeter, serta lebar yang kurang dari 7 milimeter. Sementara itu, pada stadium 1B, jaringan kanker dapat melebihi 4 sentimeter. Pada stadium ini, jaringan kanker hanya ditemukan pada serviks alias belum menyebar hingga bagian tubuh lainnya.

Prosedur pengobatan kanker serviks stadium 1

Sebelum memulai penanganan terhadap kanker serviks stadium 1, dokter akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi dan ukuran kanker, jenis sel kanker, kondisi kesehatan pasien, atau adanya rencana untuk hamil di kemudian hari. Pilihan terapi yang mungkin ditawarkan adalah pembedahan dan terapi sinar (radiasi).

1. Pembedahan

Pembedahan merupakan pilihan utama penanganan kanker serviks stadium 1. Terdapat tiga pilihan pembedahan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Cone biopsy

     

Pada cone biopsy, dokter akan mengambil jaringan berbentuk kerucut dari mulut rahim pasien. Jaringan tersebut kemudian akan diperiksa menggunakan mikroskop. Jika pada batas jaringan tidak ditemukan sel kanker, pasien mungkin tidak memerlukan terapi lanjutan. Namun, jika masih ditemukan sel kanker pada batas jaringan, maka ada terapi lanjutan yang perlu pasien jalani.

  • Trachelectomy radikal

Pada trachelectomy radikal, dokter akan melakukan pembedahan untuk mengambil mulut rahim, beberapa jaringan dan struktur di sekitar serviks, serta kelenjar getah bening dari area panggul pasien. Umumnya, pembedahan ini masih dijadikan pilihan bagi pasien yang memiliki kanker berukuran di bawah 2 sentimeter.

  • Histerektomi

Bagi pasien kanker serviks yang tidak berencana hamil di kemudian hari, umumnya terapi pembedahan yang disarankan adalah histerektomi. Pada prosedurnya, pembedahan akan dilakukan untuk membuang rahim dan serviks dengan atau tanpa pembuangan dari kelenjar getah bening pada area panggul.

2. Terapi radiasi

Pasien kanker serviks stadium 1 juga bisa mendapatkan terapi radiasi. Terapi ini utamanya ditawarkan untuk mereka yang tidak dapat menjalankan pembedahan, memilih untuk tidak menjalani pembedahan, atau sebagai terapi lanjutan apabila setelah pembedahan masih terdapat sel kanker pada atau dekat batas jaringan yang dibuang, kelenjar getah bening, atau pembuluh darah.

Terapi radiasi umumnya diberikan lima hari dalam seminggu, selama enam hingga tujuh minggu. Terapi radiasi dapat diberikan sendiri atau bersamaan dengan kemoterapi agar efektivitasnya lebih optimal.

Terlepas dari bagaimana kanker serviks stadium 1 diobati, akan lebih baik bila Anda waspada dan berupaya agar tidak terkena penyakit mematikan tersebut. Segera dapatkan vaksinasi HPV, dan lakukan pemeriksaan pap smear secara berkala di rumah sakit terdekat. Selain itu, terapkan pula gaya hidup aktif dan sehat. Terakhir dan paling penting, jauhi perilaku seks berisiko atau berganti-ganti pasangan seksual, karena hal tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks pada diri Anda.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar