Sukses

Telinga Kemasukan Air Bisa Bikin Tuli?

Telinga yang kemasukan air bisa menyebakan rasa tidak nyaman, hingga rasa sakit. Benarkah juga bisa bikin tuli?

Klikdokter.com, Jakarta Saat sedang berenang atau mandi, tidak jarang telinga kemasukan air. Kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman, hingga rasa nyeri di dalam telinga. Tak sedikit pula orang yang khawatir kalau telinga yang kemasukan air bisa berujung pada hilangnya pendengaran alias tuli. Apa benar ini bisa terjadi?

Jawabannya: bisa saja. Namun, mekanismenya tidak langsung.

Telinga kemasukan air bisa menyebabkan tuli ketika air yang terperangkap menyebabkan infeksi pada telinga bagian luar, yang dalam bahasa medis disebut otitis eksterna. Penyakit infeksi telinga luar yang khusus disebabkan oleh masuknya air ke telinga ini punya sebutan spesifik, yaitu swimmer’s ear.

Kenapa swimmer’s ear perlu diwaspadai?

Swimmer’s ear merujuk pada infeksi telinga luar yang sering terjadi pada perenang. Berdasarkan statistik, disebutkan bahwa perenang mengalami kondisi ini hingga lima kali lebih besar dibandingkan dengan bukan perenang. Meskipun renang menjadi penyebab tersering, tapi berbagai proses yang bikin air terperangkap di telinga, termasuk ketika mandi, juga bisa berkontribusi.

Ketika air terperangkap dalam waktu lama di telinga, kondisi dalam liang telinga menjadi lembap. Akibatnya, terbentuklah lingkungan yang mendorong pertumbuhan bakteri dan menyebabkan infeksi. Infeksi di kanal luar saluran pendengaran inilah yang disebut swimmer’s ear.

Swimmer’s ear sebetulnya bukanlah kelainan yang serius. Namun, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa ketulian derajat ringan hingga sedang. Tuli yang terjadi umumnya hanya bersifat sementara, sampai tubuh dapat melawan infeksi. Penderitanya akan merasakan kualitas pendengaran yang berkurang dan suara yang didengar cenderung samar-samar. Inilah kenapa disebutkan bahwa kemasukan air bisa sebabkan tuli.

Infeksi yang terjadi pada swimmer’s ear menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada liang telinga. Akhirnya, ukuran liang telinga yang sudah kecil semakin kecil, konduksi suara pun berkurang. Karena gangguan berkaitan konduksi suara ke telinga tengah, maka jenis tuli yang bisa terjadi adalah tuli konduksi.

Swimmer’s ear dan otitis eksterna dilaporkan lebih mudah terjadi di daerah beriklim panas. Ini karena suhu pada iklim tersebut berkaitan dengan kelembapan yang meningkat, serta perkembangan bakteri yang lebih tinggi.

Beberapa gejala yang bisa timbul saat mengalami infeksi ini antara lain:

  • Gatal di liang telinga
  • Kemerahan di telinga bagian luar
  • Rasa nyeri di telinga yang memberat ketika daun telinga ditarik atau ditekan ke dalam
  • Keluar sedikit cairan atau ada nanah di telinga luar
  • Rasa penuh di telinga
  • Suara terdengar samar-samar dan tidak jernih
1 dari 2 halaman

Penanganan tepat saat telinga kemasukan air

Misalnya saat sedang mencuci rambut di bawah pancuran air atau saat berenang telinga kemasukan air, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk meminimalkan terjadinya swimmer’s ear.

  1. Miringkan posisi kepala hingga air yang masuk ke telinga keluar dengan sendirinya. Anda juga dapat melakukan sedikit penarikan perlahan dari daun telinga, agar posisi kanal telinga menjadi lurus.
  2. Memasukkan sedikit air ke dalam telinga yang kemasukan air, kemudian secara cepat balik posisi kepala untuk menuangkan kembali air tersebut keluar. Lakukan perubahan posisi kepala tersebut secepatnya ketika air yang Anda teteskan sudah terasa masuk ke dalam telinga.
  3. Mengarahkan blow dryer (misalnya pengering rambut) dalam suhu hangat yang terendah bisa membantu menghilangkan kelembapan berlebihan di dalam telinga. Beri jarak minimal 30 cm antara alat pengering dan liang telinga Anda.

Anda dianjurkan untuk tidak mengorek telinga atau mencoba mengeluarkan air dengan memasukkan jari atau cotton bud. Keduanya dikhawatirkan justru dapat merusak lapisan terluar dari kulit telinga yang sifatnya lembut dan tipis, sehingga makin memudahkan terjadinya swimmer’s ear.

Lakukan pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan penyumbat telinga (earplug) saat berenang. Cara ini akan efektif mencegah masuknya air ke telinga.

Lakukan ini jika mengalami swimmer’s ear

Setelah terdiagnosis oleh dokter, penanganan yang tepat sangat penting agar infeksi tidak meluas dan menyebabkan komplikasi. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik untuk melawan kuman. Habiskan antibiotik tersebut sesuai instruksi dokter.

Selain itu, penderita juga direkomendasikan untuk menunggu paling tidak dua minggu untuk bisa berenang lagi. Saat mandi, telinga harus benar-benar dijaga agar tidak kemasukan air.

Jika ada keluhan nyeri, konsultasikan ke dokter Anda supaya pengobatan analgesik ditambahkan dalam resep.

Telinga yang kemasukan air bisa menyebabkan rasa tak nyaman, nyeri, bahkan terdapat risiko tuli yang datang dari infeksi swimmer’s ear. Namun, jangan terlalu panik karena tuli ini umumnya bersifat sementara. Jika air masuk ke dalam telinga, lakukanlah langkah-langkah yang dipaparkan di atas. Namun, jika tak juga membaik atau keluhan makin berat, segera periksakan diri ke dokter.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar