Sukses

Kiat Makan Sehat Setelah Serangan Stroke

Menjaga pola makan adalah hal yang perlu dilakukan setelah terserang stroke. Perhatikan kiat makan sehat di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang sudah pernah terserang stroke, wajib hukumnya untuk menjaga pola makan. Dengan pola makan sehat, kerja sistem kardiovaskular Anda akan menjadi lebih baik. Selain itu juga akan berdampak pada turunnya kolesterol dan tekanan darah.

Pengaturan pola makan tersebut sangat penting untuk mencegah stroke menyerang kembali di kemudian hari. Untuk mengatur pola makan yang lebih sehat bagi penderita stroke – khususnya setelah mengalami serangan stroke – sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter ahli gizi.

Kiat makan sehat setelah terserang stroke

Dijelaskan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, bahwa sebenarnya datangnya serangan stroke pada dasarnya bisa dicegah. Menurut dr. Ega, salah satu cara termudah dan paling sederhana, tapi mampu menurunkan risiko penyakit mematikan tersebut adalah mengonsumsi makanan yang tepat.

Di bawah ini adalah panduan pola makan sehat yang bisa dilakukan bagi penderita stroke.

1. Mengurangi asupan lemak jenuh 

Tujuan dasarnya adalah menurunkan jumlah kadar lemak jenuh dalam diet menjadi 8-10 persen dari total kalori Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan:

  • Hindari susu murni, cobalah susu skim atau susu tanpa lemak
  • Tidak makan daging berlemak, gantilah dengan ikan
  • Jangan makan ayam yang masih ada kulitnya

2. Hindari lemak secara keseluruhan 

Asupan lemak harus diturunkan hingga kurang dari 30 persen dari asupan kalori harian Anda. Beberapa metode yang perlu Anda lakukan adalah:

  • Gunakan metode mengukus, merebus atau memanggang makanan, dan hindari menggoreng
  • Konsumsi salad rendah lemak atau bebas lemak
  • Hindari makanan berlemak tinggi, misalnya mentega

3. Mengurangi konsumsi kolesterol 

Pertahankan asupan kolesterol Anda hingga di bawah 300 miligram sehari. Cara yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Kurangi daging dan produk susu
  • Makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian
  • Hindari kuning telur dan hati

4. Batasi konsumsi garam 

Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko stroke. Dan, konsumsi garam berhubungan langsung dengan tekanan darah tinggi. Salah satu cara untuk membantu mengurangi risiko stroke adalah dengan menjaga asupan garam kurang dari 2.400 miligram per hari. Anda dapat menggunakan jenis bumbu bebas garam, seperti rempah-rempah, lemon, atau jeruk nipis untuk membumbui makanan.

Tantangan setelah stroke

Ketika dalam proses pemulihan stroke, Anda mungkin tidak memiliki energi atau keinginan untuk memasak atau untuk makan. Beberapa penderita stroke bahkan akan merasa sulit untuk mengunyah dan menelan setelah terserang stroke.

Akan tetapi, ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk mempermudah pola makan sehat selama masa pemulihan stroke, antara lain:

  • Buatlah rencana makan besar pada saat Anda memiliki energi.
  • Siap sedia kantong yang berisi potongan buah dan/atau sayur yang sudah dicuci dan siap untuk dimasak atau dikonsumsi.
  • Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang lebih lunak, seperti telur orak arik (scrambled eggs), sereal gandum utuh, yoghurt, atau sup.

Bagi penderita stroke, memang tidak mudah untuk beralih ke pola makan sehat secara drastis. Akan tetapi, hal ini perlu dilakukan agar Anda tidak terserang stroke lagi di kemudian hari. Pola makan tersebut dapat Anda terapkan dalam diet harian Anda. Jika berhasil menjalankan diet di atas, ikuti pula dengan berolahraga secara rutin, cukupi waktu istirahat, dan kelola stres dengan baik.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar