Sukses

Kenali 4 Faktor Risiko Asam Urat

Perhatikan beberapa kondisi di bawah ini. Bila terjadi pada Anda kemungkinan besar Anda bisa mengalami peradangan sendi akibat asam urat.

Klikdokter.com, Jakarta Mengonsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan seperti jeroan ataupun kacang-kacangan memang bisa menimbulkan asam urat, bengkak, dan nyeri sendi. Tetapi bila sedari awal Anda sudah memiliki empat faktor risiko berikut ini, maka ada baiknya biasakan diri Anda untuk bersahabat dengan penyakit asam urat.

Dilansir dari Everyday Health, beberapa faktor risiko tersebut, di antaranya:

1. Berusia di atas 45 tahun

Asam urat atau gout sebenarnya dapat menyerang berbagai usia. Tetapi bila usia Anda sekarang di atas 45 tahun, maka risiko untuk terkena asam urat jauh lebih tinggi.

Sebab, menurut Theodore Fields, MD, seorang juru bicara GoutPitStop.com dan Director of The Rheumatology Faculty Practice Plan di Hospital for Surgery, semakin tua usia Anda, semakin banyak monosodium yang telanjur tertumpuk di dalam tubuh.

Lagi pula, seiring bertambahnya usia, kinerja ginjal juga sudah tak sebaik di masa muda, sehingga asam urat tidak dapat dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal dengan sempurna.

2. Berjenis kelamin pria

Wanita dan pria sebenarnya sama-sama bisa menderita asam urat. Namun, penyakit ini lebih banyak terjadi pada pria. Bahkan, risikonya juga dimulai lebih dini pada pria dan umumnya berlangsung sepanjang hidup mereka. Pada awal masa remaja, pria pun memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi ketimbang wanita.

Pada wanita, kadar estrogen yang tinggi melindungi dari risiko asam urat selama masa subur. Namun, saat wanita telah memasuki masa menopause, kadar estrogennya akan berkurang, sehingga risiko untuk terkena asam urat sama-sama besar.

3. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu seperti obat diuretik atau aspirin dapat menyebabkan peningkatan asam urat. Namun, dalam banyak kasus, konsumsi obat tersebut sebaiknya tidak boleh diberhentikan atas kehendak sendiri hanya karena dapat meningkatkan risiko asam urat.

Oleh sebab itu, bila Anda sebelumnya sudah mengalami asam urat tetapi mesti mengonsumsi obat-obatan tersebut, sebaiknya bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan tambahan obat penurun asam urat yang sesuai dengan kondisi Anda.

4. Kelebihan berat badan

“Berat badan yang berlebihan membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam urat, sehingga kadarnya dapat melonjak di dalam tubuh,” tutur wanita yang akrab dipanggil dr. Vita ini. Berat badan yang berlebih pada akhirnya dapat mempersulit ginjal dalam membuang asam urat dari tubuh.

Bahkan, menurut N. Lawrence Edward, Profesor Kedokteran di Divisi Imunologi Klinis dari University of Florida, orang yang mengalami obesitas empat kali lebih mungkin untuk mengalami asam urat ketimbang orang yang memiliki berat badan normal.

Obesitas sendiri erat kaitannya dengan diabetes serta resistensi insulin. Sementara, diabetes dapat menurunkan fungsi dari organ ginjal. Dengan demikian, tubuh akan makin sulit untuk membuang asam urat, sehingga menyebabkan bengkak dan nyeri yang tak tertahankan di sendi-sendi tertentu.

5. Sering mengonsumsi minuman beralkohol

Bebagai gejala asam urat yang muncul bisa semakin parah bila Anda mengonsumsi alkohol, khususnya wine (anggur). Oleh sebab itu, sebaiknya hindari konsumsi minuman ini bila Anda menderita asam urat.

Sebenarnya masih ada satu lagi faktor risiko dari asam urat alias gout ini, yaitu faktor riwayat keluarga. Apabila orang tua memiliki masalah asam urat, maka kemungkinan Anda untuk terkena asam urat juga semakin besar.

Oleh sebab itu, tak ada cara lain kecuali menurunkan risiko dan memproteksi diri dengan mengontrol berat badan serta menghindari atau membatasi makanan yang tinggi purin agar kristal monosodium di dalam tubuh tidak semakin menumpuk. Selain itu, perbanyaklah konsumsi vitamin C dan glukosamin. Kedua zat tersebut berperan penting dalam menjaga kondisi dan fungsi sendi Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar