Sukses

4 Bahaya Tetap Bekerja Saat Tipes

Demam tifoid atau tipes mengharuskan penderitanya untuk total beristirahat. Lalu, bagaimana jika penderita nekat tetap beraktivitas?

Klikdokter.com, Jakarta Biasanya, orang yang menderita demam tifoid atau tipes akan mengalami demam tinggi serta badan lemas. Oleh sebab itu, dokter akan meminta pasiennya untuk menghentikan aktivitasnya dan beristirahat total. Tapi, belum lama ini sempat viral tentang seseorang warganet yang curhat di media sosial karena izin sakitnya ditolak kantor.

Selain itu, beberapa orang juga nekat tetap bekerja dan beraktivitas seperti biasa meski telah didiagnosis mengalami tipes. Padahal, bila hal ini dibiarkan, penyakit tipes yang diderita bisa menjadi semakin parah. Bila sudah demikian, masa penyembuhan penyakit pun bisa semakin lama.

Mengapa perlu istirahat total?

Dijelaskan oleh dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Gejala yang dialami penderitanya adalah demam, sakit kepala, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sembelit, penurunan nafsu makan dan nyeri perut.

“Terkadang, penderita bisa merasakan nyeri ketika berkemih dan terjadi batuk serta pendarahan dari hidung. Seluruh gejala tersebut dapat berlangsung antara 10-14 hari,” jelas dr. Fiona.

Dalam rentang waktu tersebut, biasanya penderita tipes akan diminta untuk beristirahat total. Bila terbiasa memiliki aktivitas yang padat, Anda harus izin sakit dan tidak bekerja di kantor untuk sementara waktu hingga kondisi pulih.

Mengenai hal ini, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter mengatakan bahwa secara teori kedokteran, orang yang terkena tipes memang harus beristirahat total atau bed rest selama 7 hari.

“Lama waktu 7 hari ini menyesuaikan dengan lama masa paling aktifnya invasi kuman pada penyakit tipes. Bila tidak cukup istirahat, maka kuman akan mudah masuk ke pembuluh darah dan obat yang dikonsumsi tidak akan diserap secara sempurna,” ucap wanita yang akrab dipanggil dr. Sepri ini.

Istirahat total tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mempercepat pemulihan.

“Belum lagi, biasanya penderita akan mengalami demam, mual, muntah, tidak nafsu makan dan lemas. Itu sebabnya istirahat total sangat dibutuhkan. Selain itu, penderita juga harus mengonsumsi makanan lunak agar saluran cernanya membaik,” imbuhnya.

1 dari 2 halaman

Bahaya yang akan terjadi bila nekat beraktivitas

Meski dr. Sepri menyatakan bahwa istirahat total amat dibutuhkan, nyatanya masih ada saja orang yang menganggap sepele penyakit tipes dan tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Padahal, hal ini bisa memunculkan kondisi yang lebih parah lagi.

Menurut dr. Sepri, berikut ini adalah komplikasi yang mungkin terjadi bila Anda nekat tetap bekerja saat tipes:

1. Sepsis

Merupakan peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi kuman. Masuknya kuman ke dalam aliran darah dan bisa menyebar ke seluruh organ. Kondisi ini dapat mengancam nyawa penderitanya.

2. Ensefalopati (kejang otak)

Merupakan kondisi kerusakan dan kelainan otak akibat infeksi dari bakteri Salmonella typhii yang menyerang sistem saraf. Hal ini juga rentan membuat penderita tipes mengalami kejang berulang.

3. Luka pada dinding usus

Pada penderita penyakit tipes yang tak cukup berstirahat, sangat rentan mengalami luka pada dinding usus. Kondisi ini bisa menyebabkan robekan dalam usus atau perforasi.

“Masalahnya, usus yang merupakan saluran cerna itu tempat diolahnya nutrisi dan penyerapan obat. Bila usus bermasalah, maka kinerja obat pun tidak dapat maksimal,” tambah dr. Sepri.

4. Penurunan kesadaran

Seseorang yang mengalami penurunan kesadaran bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk ketika ketiga kondisi di atas semakin parah. Bila sudah demikian, penderita juga bisa meracau atau bahkan mengalami koma (tidak sadarkan diri).

Jadi, istirahat total atau bed rest memang sangat dibutuhkan oleh penderita penyakit tipes. Sebab, bila penderita tetap nekat beraktivitas seperti biasa, dikhawatirkan pemasmian bakteri tidak tuntas dan justru rentan mengalami infeksi berulang yang biasa dianggap kekambuhan tipes.

“Infeksi berulang ini dapat disebabkan oleh pengobatan yang tidak tuntas. Jadi, usahakan beristirahatlah dengan cukup, ikuti dosis konsumsi obat dan antibiotik dari dokter, serta menjaga konsumsi makanan sesuai petunjuk dokter,” dr. Fiona mengingatkan.

Sekuat apa pun tubuh Anda, ketika terkena penyakit tipes, tetaplah ikuti saran dokter untuk beristirahat dan menjaga asupan makanan. Dengan demikian, masa pemulihan Anda menjadi lebih cepat dan tentunya terhindar dari berbagai risiko komplikasi di atas. Sayangi tubuh Anda untuk masa depan yang lebih baik.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar